I Want Live In Your World

I Want Live In Your World
Mencoba Memberanikan Menjalani Hidup


__ADS_3

Aku terbangun kembali, dan disambut senyum mengerikan dari wanita paruh baya yang selalu ada di ruangan tersebut.


"Sebenarnya aku ada di mana?" Tanyaku gugup, mencoba memberanikan diri. Namun, wanita paru baya tersebut lalu meraih bahuku yang masih menempel di kasur, lalu ia menopang badanku, dan langsung memberikanku air minum.


"Mulai sekarang nona harus membiasakan diri tinggal di sini, dan harus berusaha melindungi dirimu sendiri,karena di dunia ini nona tidak memiliki siapa - siapa," kata wanita paru baya tersebut, yang kini sudah menyiapkan kain sutra halus dan warna yang lembut.


"Pertama, nona harus membersihkan diri terlebih dahulu sama seperti manusia pada umumnya saya sudah menyiapkan keperluan gadis manusia, jadi nona tidak perlu khawatir selama saya yang menemani nona," lanjut wanita tersebut.


Aku terdiam, tidak mampu berkata karena fokus mencerna kata demi kata dari wanita paru baya tersebut, namun diriku seakan mengikuti apa yang dikatakan wanita tersebut. Aku pun melepaskan kain sutra halus yang sedang ku kenakan, lalu masuk ke dalam ruangan air panas yang telah dipenuhi bunga mawar merah nan harum. Ku langkahkan kakiku memasuki air hangat tersebut, sangat nyaman, seolah untuk pertama kalinya aku seperti putri raja. Setelah sebagian tubuhku masuk ke dalam air tersebut, wanita paru baya tersebut menyentuh rambutku dan aku merasakan ia mengelus, melumuri rambutku dengan minyak yang begitu harum. Aku merasa begitu nyaman, meskipun masih terselip rasa takut.


Lalu aku mendengar langkah kaki dari arah pintu ruangan, dan melangkah menuju ke tempat kami.


"Apakah kau menikmati dunia barumu?" Suara seorang pemuda terdengar dari belakangku, aku pun menoleh dan mencoba menutupi tubuhku. "Apa yang dilakukan orang ini di sini?" Tanyaku gugup, sembari membalikkan tubuh dan langsung menenggelamkan tubuh ke dalam air.

__ADS_1


"Kenapa kau malu, selama ini aku selalu melihat semuanya, dan tidak lama lagi mau tidak mau kau pun harus bersamaku, hanya berdua saja,..."kata pemuda tersebut.


"Tuan sebaiknya tuan menunggu saatnya tiba, jangan selalu mengejutkan nona ini, berikan waktu padanya," kata wanita paru waktu tersebut.


"Baiklah setelah kau selesai membersihkan diri aku akan menunggumu di taman, akan ku perlihatkan duniaku padamu," kata pemuda tersebut.


"Whuaaaa,..." Aku cepat - cepat menaikkan tubuhku dari dalam air.


"Aku tidak menyangka Tuan bisa selembut itu padamu,"kata wanita paru waktu tersebut, sembari kembali mengelus rambut dan menggosok punggungku.


Wanita paru baya tersebut tersenyum, "tentu saja tidak. Namun aku tidak tahu jika saat kau masih di duniamu kau menjadi perhatian Tuan muda, bisa jadi beliau sudah memperhatikanmu sejak lama," kata wanita paruh baya tersebut."Stop, aku ingin segera mengenakan pakaianku," kataku, jengkel. Dan aku ingin bergegas menemui pemuda tersebut dan meminta penjelasan langsung padanya.


Saat aku bercermin di depan kaca, aku begitu terlihat sangat cantik. Dan saat itu aku pun melirik wanita tersebut.

__ADS_1


"Apakah tanganmu sudah sembuh?" Tanyaku sembari berbalik dan memegang tangan wanita paru baya tersebut yang ku ingat tangannya terluka dan mengeluarkan darah.


"Aku baik - baik saja, hal tersebut bukan apa - apa bagi kami," kata wanita paru baya tersebut menarik tangannya.


"Baiklah, tunjukkan jalannya" kataku sambil berdiri dari kursi rias dan berusaha mengendalikan diri, aku begitu sangat senang setelah bercermin dan melihat diriku yang sangat cantik, dan melupakan untuk mencari tahu di mana sebenarnya aku berada. Aku mengendalikan diri dan seolah tidak ingin tahu, dan ingin menjalani kehidupan di dunia tersebut selamanya, meskipun aku tahu aku berada sendirian di dunia asing yang misterius.


Saat aku berjalan semua mata memandangku, pengawal, pelayan, dan pemuda yang ku lewati semua tidak bisa memalingkan wajahnya dariku, dan aku mencoba mempertahankan senyuman di bibirku.


"Wow, sangat cantik" ku dengar bisikan kecil saat melintas.


"Selamat datang" sambut pemuda yang berdiri di hadapanku. Ia tersenyum ramah, namun aku cepat-cepat menundukkan kepalaku.


"Angkat kepalamu,"katanya mendekatkan diri ke depanku, sembari tangannya memegang daguku, dan saat itulah mata kami beradu. Ku lihat matanya yang biru, hidungnya yang begitu sempurna, alis yang tebal, dan wajah yang begitu tampan. Ia mencoba mendekatkan tubuhnya lagi, dan kali ini tangannya, memegang pundak ku, dan ingin memelukku. Namun, aku mencoba melepaskan diriku dari rangkulannya, dan karena ke kegugupanku membuatku tersandung dan jatuh ke dalam sungai, dan saat itu aku juga melihat seolah ada sesuatu yang melayang di sekitarku.

__ADS_1


"Tetap lihat aku jangan lihat ke bawah atau ke samping," ucap pemuda yang kini menyusulku yang terjatuh, dan dengan kecepatan yang begitu sangat cepat ia berhasil meraih tanganku, dan memegang pinggangku. Saat itu ku lihat wajah cemasnya, namun bersamaan dengan hal tersebut aku mendengar suara Auman aneh disampingnya, dan saat itulah ia dengan cepat mencium bibirku dan aku masuk ke dalam tatapannya, mataku dan matanya menyatu, lalu kupejamkan mataku, sampai suara yang hampir membuatku gila menghilang secara perlahan.


__ADS_2