I Want Live In Your World

I Want Live In Your World
Menyerah


__ADS_3

Sentuhan lembut di pipiku membangunkan tidurku.


"Apa yang kau lakukan ditengah badai?"


"Apa kau bermain dengan hujan?Atau kau ingin menikmati air hujan malam?" kata - kata yang tidak bisa ku cerna entah karena aku yang baru tersadarkan diri atau memang orang tersebut yang tidak bisa merangkai kata, menjadi sebuah lelucon.


"Hhmm, bolehkah aku meminta segelas air putih?" tanyaku karena merasa lelah sehabis menyaksikan drama yang begitu tidak masuk akal dan menguras tenaga.


"Aku dengar Panglima Cheng akan segera menikahi dirimu, apakah kau menyetujuinya?"


Aku menatap Alerd dengan tatapan tanpa ekspresi.


"Aku hanya penasaran apa kau tidak mempunyai rasa terhadapku setelah kebaikan yang telah ku curahkan untuk mu selama ini, sehingga kau mungkin menerima pernikahan tersebut?"


"Apa maksudmu?" aku tidak mengerti apa yang Alerd tanyakan.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, pintu kediaman Alerd di dobrak oleh beberapa orang. Sosok pemuda yang gagah masuk ke dalam rumah Alerd, dan sebelum menyambutnya Alerd mengisyaratkan aku agar segera bersembunyi. Aku menurutinya, aku mundur beberapa langkah di dan menatap sekeliling kamar, lalu bersembunyi. Saat itu aku tidak bisa mendengar percakapan mereka. Tiba - tiba telingaku seakan tidak berfungsi.


Saat itu aku melihat Alerd diancam oleh pedang yang terlihat tajam. Aku yang melihat Alerd memberikan isyarat lagi, agar aku pergi melewati jendela kamar. Aku melompat keluar dari jendela tersebut, lalu saat berhasil keluar sebuah tangan yang kuat menutup mulutku dan memelukku lalu menuntunku menjauh. Ya, kini Panglima Cheng kembali mendekati dan berusaha melindungimu.


"Panglima, sebenarnya aku..."


"Sttt,..." jari telunjuknya menyentuh bibirku, mengisyaratkan agar aku tidak berbicara.


Saat itu aku menatapnya, kagum karena kesabaran dan ketulusannya. Meskipun ia dingin setidaknya ia mengharapkan kehadiranku di dunianya.


"Dia adalah calon istriku, sedangkan istrimu yang kau maksud telah lama hilang, kau salah orang," ucap panglima Cheng berdiri di depanku. Aku memegang tangannya erat dan menunduk.


"Lalu dimana jasad pengantinku jika dia bukanlah orang yang aku cari?"


"Aku tidak tahu, itu semua adalah kesalahanmu, dan sekarang kau harus menerima kenyataannya."Ucap Panglima Cheng.

__ADS_1


"Sebaiknya kau membuktikannya jika dia memang bukan pengantinku yang menghilang,"


"Aku tidak perlu membuktikannya lagi, sebab ini adalah bukti nyata di mana wanita ini tidak akrab denganmu dan merasa tidak nyaman denganmu,"


ucap Panglima Cheng mengulurkan tangan kami, yang saling menggenggam erat.


"Apa kau juga ingin melihat hal yang lebih jauh lagi dari ini?" tanya Panglima Cheng.


Pangeran Yin tidak bisa menyerang Panglima Cheng, dan memtuskan untuk meninggalkan kami.


"Ingat kau harus tetap bersamaku, pernikahan yang sudah aku susun hanya untuk menutupi kebenaran jati dirimu, aku tidak ingin kau hidup di dunia mu yang kejam." Panglima Cheng memegang daguku.


"Maaf, malam itu aku tidak tahu kenapa aku menolak dan meluapkan amarahku.


"Aku tahu itu bukan dirimu,itu adalah pemilik tubuhmu saat ini yang tidak merelakan perasaannya terikat dengan pemuda lain, selain Pangeran Yin," Penjelasan panglima Cheng cukup membuatku semakin pusing.

__ADS_1


"Tenang di dalam pernikahan ini aku tidak akan melakukan hal yang terlalu jauh," ia melanjutkan penjelasannya saat aku menarik tangannya dan menjauhkannya dari dagukum


__ADS_2