
Aku membeli semua barang yang begitu sangat menawan, sampai melupakan semua yang ku takutkan. Alerd sangat baik kepadaku, ia terus menjagaku, dan tidak melepaskan genggaman eratnya, aku tampak seperti anak kecil.
" Ngomong - ngomong apa kau suka dengan hal yang berkaitan tentang Korea?" Tanya Alerd padaku yang sedang sibuk menjilat ice cream.
Aku mengangguk, dan kembali melihat ke depan.
"Aku sangat suka pada Baekhyun, D.O, dan sangat suka menonton drama Korea, sejak aku masih hidup. Dulu aku selalu menyisihkan waktu menonton, atau mendengar musik Korea," kataku setengah menunduk.
Bagaimana jika aku merubah wajahku seperti mereka, apakah kau juga akan menyukaiku seperti kau menyukai mereka?"
"Dasar aneh, kamu dengan mereka tentu saja berbeda,"jawabku lirih dan melepaskan genggaman tangannya, dan di saat itu kakiku lemas dan menabrak seseorang, dan orang itu dengan sigap menarik tanganku. Aku menatapnya bersamaan dengan ingatan menyedihkan yang muncul, orang yang aku kagumi sejak 12 tahun yang lalu. Akhirnya dapat bertemu secara langsung, meskipun menyakitkan.
Dan orang yang datang dikala aku sudah tidak bernyawa, dan terperangkap di dunia yang tak terlihat. "Maafkan aku, seharusnya aku pacarku dengan baik," kata Alerd merebut diriku. "Terimakasih," sambung Alerd lagi. "Oh iya, maaf kan aku juga," kata pemuda manusia itu, sembari membereskan bunga mawar yang ia bawa yang saat ini sudah berhamburan.
__ADS_1
"Seharusnya aku yang meminta maaf,"kataku sambil membantunya merapikan bunga tersebut, tetapi dengan satu tangan.
"Kalau boleh tahu untuk apa bunga sebanyak ini?" Tanyaku.
"Ini untuk calon istriku," katanya.
"Sungguh beruntung calon istrimu, dia pasti sangat menyukainya, jagalah ia dengan baik," ucapku lirih karena merasa ia akan menjadi milik orang lain.
"Ayolah jangan ikut campur urusan manusia, sebaiknya kita segera pergi ke Seoul ku dengar hari ini ada konser," kata Alerd memelukku, dan dengan kecepatan cahaya kami sudah sampai di Seoul dan menyaksikan konser yang begitu megah. Aku berteriak kegirangan, dan saat ada kesempatan meminta tanda tangan artis favoritku.
"Apakah masih ada yang ingin kau lakukan di sini?" Tanya Alerd saat konser sudah usai. "Bagaimana kalau kita melihat taman sakura, aku tidak tahu tempatnya di mana tapi aku sangat ingin pergi memetik kelopak bunga sakura,"kataku setengah memohon.
"Bisa ngga pohon bunga sakura ini kita bawa ke Alam kita,"tanyaku lagi.
__ADS_1
"Ternyata kamu bodohnya sejak mengalami kecelakaan, bunga sakura disini semuanya berasal dari dunia kita," kata Alerd menatapku aneh.
"Tetap saja di sini sangat berbeda dengan di alam kita," kataku lagi.
Lalu Alerd dengan sihirnya memanggil mobil mewah untuk kami kendarai.
"wow sangat mewah," kataku mengelus mobil tersebut. Dan dari dalam aku melihat seorang supir berwajah menyeramkan membuka kaca jendela mobil.
"Ayo cepat masuk," Alerd mendorong tubuhku sehingga aku kini sudah berada di dalam mobil.
"Kenapa tidak memberikan kabar jika ingin kemari, kau mengganggu waktu tidurku," kata sopir itu.
"Teruslah menyetir dengan baik jangan marah - marah," kata Alerd.
__ADS_1