
Ku menatap awan dan merasakan rasa yang tidak asing yang jika diresapi seakan aku meninggalkan kisah dari bagian dimensi lain.
"Nona waktunya hampir habis, kita harus segera berangkat," suara lembut dan penuh kesopanan mengusik rasa tersebut dan terlupakan.
Ku berbalik dan menatap wajah lembut gadis muda tersebut dan tersenyum, namun ku sulit berbicara. Sudah beberapa hari sejak aku terbangun dari mimpi yang mengerikan dan panjang aku kehilangan kemampuan dalam berbicara.
Aku segera berjalan menuju kereta yang ditarik kuda putih dan hitam, dan gadis lembut tersebut mengangkat ujung gaun sutra ungu yang ku kenakan. Dan seorang kusir membantuku menaiki serta masuk ke dalam kereta disusul oleh gadis muda tersebut.
"Nona, anda harus minum obat terlebih dahulu, agar nona bisa segera sembuh dan lekas berbicara lagi. Aku tahu nona pasti merasa bersalah karena selama ini nona selalu marah dengan menggunakan suara nona, namun saat nona diam seperti ini membuat aku menjadi khawatir, " kata gadis itu sembari memasukkan obat ke dalam mulutku, dan tangannya dengan sigap memberikan air putih ke dalam mulutku.
"Kemana kita akan pergi?"tanyaku tiba - tiba aku mampu berbicara.
Gadis lembut tersebut terkejut dan tersenyum serta memeluk diriku.
"Syukurlah akhirnya nona bisa berbicara, tuan pasti tidak akan kecewa dan kalian memang ditakdirkan untuk bersama," kata gadis lembut tersebut.
__ADS_1
"Ditakdirkan?" Tanyaku lagi yang tidak mengerti kenapa ingatanku menghilang, namun merasa jika diriku adalah orang yang berbeda.
"Apakah selain kehilangan suara, selama ini nona juga kehilangan ingatan? Namun kemarin nona selalu membicarakan tuan, dan tidak sabar untuk bertemu dengannya," kata gadis lembut tersebut menjelaskan.
Aku mengernyitkan dahi, lalu tersenyum.
"Maukah kamu menjelaskan tentang diriku?" Tanyaku terdengar aneh.
Gadis lembut tersebut terdiam sejenak. "Mana mungkin saya berani menilai nona, saya hanya budak,"katanya penuh ketakutan.
"Hari ini adalah pernikahan nona dengan panglima Yin, panglima yang begitu sangat nona cintai dari belia, sejak kecil kita bertiga sering bermain bersama. Nona adalah orang yang begitu baik, sedari kecil tapi sejak kalian berpisah nona berubah menjadi gadis yang begitu kasar dan suka membuat orang terluka dengan kata - kata nona. Sedangkan panglima Yin saat ini terkenal sebagai panglima berdarah dingin dan ditakuti di negeri ini.
Tapi aku yakin kalian bukanlah orang jahat.
Tiba - tiba kereta berhenti dan disertai suara pedang beradu dan dihiasi dengan suara darah mengalir, kami terkejut dan gadis muda tersebut keluar dari kereta dan aku yang menyaksikan begitu banyak darah berhamburan di tanah, apalagi melihat seorang gadis muda yang membantuku terbunuh di depanku membuatku sulit bernafas, dan mataku redup, tertutup dan gelap. Di kegelapan tersebut ku masih mendengar susulan pedang beradu kembali, dan merasakan tubuhku diangkat dari dalam kereta.
__ADS_1
Entah sejak kapan aku tertidur kembali, seakan tidak memiliki jiwa dan tersesat. Dan berharap kembali pada kehidupan yang normal saat terbangun nanti. Namun, saat ku buka mata ku lihat seorang wanita paru baya membuka gorden sutra lembut yang tertiup angin. Saat aku ingin membuka mata, dan bangkit tiba - tiba ada seorang pemuda masuk ke dalam ruangan, dengan beberapa pengawal.
"Tuan, apakah tidak masalah membawa orang yang bukan dari dunia kita ke dalam kediaman Tuan?" Tanya wanita paruh baya tersebut.
"Jangan khawatir, anda hanya perlu merawatnya dan jangan sampai rahasianya terbongkar di dunia kita," kata pemuda tersebut sembari aku merasa ia duduk di samping tubuhku dan memegang tubuhku.
"Aku sangat menantikan kedatangannya ke dunia ini namun sayang dia tidak bisa membawa tubuhnya ke dunia ini, dan malah terjebak di dalam tubuh wanita yang dicintai oleh musuhku,"kata pemuda tersebut, tentu saja saat mereka berkata seperti itu para pengawal di suruh ke luar dari ruangan.
Pemuda tersebut meninggalkan ruangan setalah mengelus keningku. Aku menjaga posisiku agar tetap terlihat belum sadarkan diri.
"Gadis baik kenapa kau harus berada diantara para monster mengerikan di dunia asing. Maafkan aku yang tidak bisa membuatmu kembali ke duniamu, mungkin inilah takdirmu, sebagai gantinya aku akan berusaha melindungimu dari mereka, sampai aku menemukan cara untuk mengembalikanmu," kata wanita paruh waktu tersebut.
Lalu, aku bangkit dan langsung memecahkan vas bunga, dan mengambil salah satu serpihan vas bunga tersebut, serta dengan singap menodongkannya pada wanita paruh waktu tersebut.
"Apa maksudmu? Dunia lain? Monster?"tanyaku. Wanita tersebut diam sejenak, tersenyum, dan terlihat pasrah. "Tidak heran jika tuanku sangat menyukaimu, sebagai seorang manusia kau cukup berani,"kata wanita tersebut memegang serpihan kaca, dan membuat tangannya mengeluarkan darah, dia tahu kelemahan ku dan saat melihat darah mengalir kepalaku berat, tubuhku lemas, dan aku kembali terjatuh di dalam kegelapan.
__ADS_1