Ijinkan Aku Menghapus Lukamu, Tuan Mafia.

Ijinkan Aku Menghapus Lukamu, Tuan Mafia.
Kenyataan 2


__ADS_3

Tubuh Bella gemetar hebat. Napasnya terasa semakin sesak. Seperti penderita asma. Kedua mata Bella mulai berkaca-kaca. Hatinya bagikan di tumbuk bebatuan sangat besar. Lalu di sayat-sayat sakit tapi tak berdarah. Jantungnya seketika melemah. Bella membalikkan badannya, air mata itu mulai tak tertahankan. Rasa sakitnya merasuki hatinya, melilit jantungnya. Dia yang begitu percaya pada kekasihnya. Begitu yakin jika dia sangat mencintai dirinya. Tapi, apa balasannya. Dia bersama dengan wanita lain.


Kepercayaan di hancurkan begitu saja. Dan, hubungan lama semuanya hancur akibat perselingkuhan.


Dan, ini alasan dia kenapa hubungannya sama sekali tidak di publish tidak ada orang yang tahu tentang hubungannya. Bella menarik napasnya dalam-dalam. Rasa marah dan emosi hatinya. Ingin sekali menghancurkan semuanya yang ada di depannya. Bella mengepalkan tangannya sangat erat. Mencengkeram ujung bajunya membentuk sebuah gumpalan kecil di tangannya.


Bella menelan ludahnya yang sudah payah. Sembari menahan rasa tangis yang ingin selalu  keluar dari kedua matanya. Merasa tidak bisa menghilangkan rasa sakit hatinya. Bella menunduk sejenak. Dia merenggangkan kepala tangannya. Perlahan tangan lelaki laki itu 


Alex yang mengerti kesedihan Bella. Dia memegang pundak Bella. "Bella," panggil lirih Alex.


"Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Alex.


Bella menarik napasnya dalam-dalam. Dia berusaha untuk tetap tenang. Dia mengatur perasaannya. Emosi hatinya yang semakin menguras hatinya. Bella menyeka air matanya dengan punggung tangannya. Menelan ludahnya susah payah. Dia menghela naoansya. Berusaha ubtuk tetap tersenyum.


"Jangan terlihat patah hati. Kamu bisa balas dia lebih menyakitkan nanti. Atau, kamu biarkan saja dia bermain dengan selingkuhannya. Anggara saja kamu tisak tahu. Biarkan dia melakukan permainannya. Sekarang, kamu ikuti permainan dia. Ikuti alurnya. Jangan terlihat lemah," ucap Alex.


"Lain kali, jika kamu pacaran dengan seorang laki-laki jangan terlalu pakai hati. Jika status kamu masih pacaran. Belum menjadi suami istri."


"Sekarang, gimana?" tanya Bella. Dia mengangkat kepalanya. Menatap kedua mata Alex. Kedua mata itu saling tertuju satu sama lain.


"Lakukan seperti apa yang aku katakan. Jika kamu lemah, hatimu masih memaafkannya. Dia akan melakukan itu berkali-kali." Alex terus mencoba memberikan nasehat pada Bella.


Bella menghela napasnya. Kedua matanya menatap mata Alex. Dia melihat jelas  dari matanya. Sebuah kejujuran terpancar di sana.


"Iya, aku tahu." Bella menghela napasnya. Dia kembali membalikkan badannya. Dengan raut wajah hang berbeda. Kedua matanya menatap kedepan. Meski hatinya teramat sakit. Bella masih tetap menatap ke arah kekasihnya.


"Kamu aku tetap disini, atau kamu pergi menghampirinya?" tanya Alex.


Bella yang terlihat sangat bingung. Dia harus menyiapkan hati sekuat baja. Agar bisa tetap tegar di depan kekasihnya. "Aku akan datang menghampirinya," ucap Bella tanpa ragu.


Alex tersenyum tipis. Dia menganggukan kepalanya. Merasa jika apa yang di katakan oleh Bella itu benar.

__ADS_1


"Tapi, kamu kuat, kan?" tanya Alex. Dia menepuk pundak Bella. Mengerutkan keningnya. Saya melihat ekspresi wajah Bella. Dia tahu dia menahan rasa sakit hatinya. Tapi, dia juga harus menerima kenyataan.


Bella mencoba menarik dua sudut bibirnya. "Iya, aku kuat. Tenang saja," ucap Bella. Dia menghela napasnya. Menguatkan hatinya. Dengan penuh keberanian. Bella perlahan mulai melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri. Mendekati kekasihnya.


"Hai," sapa Bella. Dia memberikan senyum tipisnya.


Kedua mata laki-laki itu seketika membulat seketika. Mendengar suara yang sangat tak asing baginya. "Siapa?" tanya wanita yang berada di depan laki-laki itu.


Bella menarik salah satu tempat duduk tepat di samping Mike. Kekasih Bella, sekaligus boss intelijen. Dia adalah anggota intelijen yang di segini. Bahkan diam-diam juga menarik hati dengan Amera. Namun Amera yang tidak suka dengannya. Dia selalu menghindar. Amera lebih suka menyendiri dari pada harus berhadapan dengan laki-laki yang membuat kepalanya tambah pusing.


Mike menggerakan kepalanya pelan. Dia menoleh ke arah sumber suara. Kedua mata itu seketika membulat sempurna. Kedua bola mata hitam itu seketika mau keluar dari kerangkanya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Mike.


Wajah Mike mulai panik. Dia tak menyangka. Bella ada di sampingnya.


"Bukannya tadi kamu bilang akan pergi?" tanya Mike.


Mike memejamkan kedua matanya sejenak. Dia berusaha untuk tetap tenang. Mike menarik bibir bawahnya seidk8t masuk ke dalam. Dia mulai panik menghadapi situasi seperti ini.


Bella menarik sudut bibirnya. Dia menoleh ke arah wanita di sampingnya. Tersenyum ramah dengannya.


"Tenang saja, aku hanya temannya. Teman satu kerjaan," ucap Bella.


Kedua mata Mike melebar. Dia tidak menyangka jika Bella mengatakan hal itu.


"Iya, kan. Kita hanya teman?" tanya Bella. Menarik salah satu alisnya ke atas. Sudut bibir ikut tertarik. Mike masih terdiam. Kedua matanya menatap tak percaya pada Bella.


"Sekarang katakan dia benar teman kamu atau bukan?" tanya orang di depannya. Mike menggelengkan kepalanya. Kedua nata itu tidak berhenti menatap ke arah Bella. Dia menggekrkan kepalanya pelan. Menatap jenasah wanita yang ada di depannya.


"Sebelumnya, aku minta maaf!" ucap Mike. "Dia pacar aku!" lanjutnya.

__ADS_1


Wnaita itu bangkit dari duduknya. Dia meraih satu gelas minuman yang masih tersisa di depannya. Mencengkeramnya, lalu mengguyurkan minuman itu tepat di wajah Mike.


"Pembohong!" umpat kesal wanita itu.


Bella menyaksikan pertengkaran itu. Dia tidak berani berbicara apapun.


"Tidak, mulai sekarang dia bukan lagi pacarku. Dia hanya teman kerja. Tidak lebih." Bella, kembali menatap Mike. Kedua mata mereka saling tertuju satu sama lain.


"Percuma, laki-laki seperti dia tidak perlu lagi di pertahankan. Pembohong, jika memang kamu tidak suka jangan ucapkan janji palsu. Jangan bermain dengan hati," pekik wanita itu tidak terima. Dia berjalan mendekati Mike. Dan, sebuah tamparan sangat keras mendarat tepat di pipi kanan Mike.


"Kita putus!" pekik wanita itu. Mengeraskan suaranya. Dan, langsung beranjak pergi tanpa banyak berdebat dengan Mike. Sementara Mike dia tidak mau kehilangan Bella. Dia meraih tangan Bella. Mengeluarkan wajah memelasnya.


Mike meraih kedua tangan Bella yang berasa diatas meja. Dia menggenggam kedua tangan Bella sangat erat. Kedua mata itu menatap begitu dalam mata Bella. Berharap ada kesempatan lagi untuknya.


"Bella, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu bilang seperti itu. Aku tidak mau pisah denganmu. Aku masih ingin bersama denganmu. Tolong beri aku kesempatan," ucap Mike. Dia menyesali semuanya.


"Maaf!" Bella menarik kembali tangannya dari cengkeraman kedua tangan Dion. "Tidak ada kata maaf untuk perselingkuhan. Tapi, aku masih menghargai kamu sebagai boss aku," jelas Bella. Meskipun hatinya merasa sangat sakit. Dia tidak rela kehilangan. Namun semuanya sudah terlanjur. Dia tidak bisa memaafkan semuanya.


"Makasih atas waktunya selama ini," ucap Bella. Dia bangkit dari duduknya.


"Alex, ayo kita pergi," pinta Bella. Dia berjalan menjauh dari Mike.


"Baiklah!" Alex melangkah di belakang Bella.


"Bella, beri aku kesempatan," teriak Mike. Dia bahkan tanpa malu mengatakan hal itu di depan semua orang.


Bella tidak pedulikan Mike. Dia terus berjalan keluar dari restaurant itu. walaupun banyak pasang mata yang menatap ke arahnya. Bella tidak peduli. Dia tidak bisa menahan air matanya lagi. Bella segera berjalan lebih cepat menuju ke mobil Alex. Dengan segera Alex membukakan pintu mobilnya. Dia tahu apa yang ada di pikiran Bella saat ini.


Bella masuk ke dalam mobil, Alex. Dia meluapkan tangisannya. Menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Alex yang duduk di kursi pengemudi. Dia melirik ke arah Bella.

__ADS_1


"Kenapa dengan wanita tulus seperti dia taoi malah dia sia-siakan? Apa dia benar-benar merelakan kepergian kekasihnya? Apa aku coba dekati dia? Tapi, gimana jika dia menolakku? Lagian ini bukan situasi yang tepat. Atau, aku perlu mendekati dia perlahan.


__ADS_2