Ijinkan Aku Menghapus Lukamu, Tuan Mafia.

Ijinkan Aku Menghapus Lukamu, Tuan Mafia.
Tugas baru


__ADS_3

"Tugas apa yang kamu berikan padaku?" tanya Amera.


"Membunuh,"


"Nggak, laku akan berhenti sesaat untuk membunuh." tegas Amera. Dia menghela napasnya. Menatap lekat kedua mata Raka dan Mike.


"Kamu tahu sendiri, aku akan segera menikah. Kamu pikir aku bisa keluar pergi begitu saja. Aku melakukan tugasku sendiri."


"Ra, ini penting," ucap Raka.


"Please.. Kali ini bantu kita. Bella akan bergabung jika dia sudah baik-baik saja." kata Mike.


"Ini bukan masalah Bella, atau siapapun juga. Aku tahu ini dari bos. Tugas penting yang akan menyerah nama banyak orang nantinya. Dan, juga pastinya bahaya." Amera mengerutkan bibirnya. Sembari menarik napasnya. Dia berusaha menjelaskan pelan-pelan pada dua rekan kerjanya.


"Kamu tahu aku menikah dengan anak siapa? Dan, tugasku bahkan lebih berat. Aku bekerja sendiri. Menanggung resiko sendiri. Jika aku salah bertindak sedikit saja. Nyawa aku yang akan melayang," kata Amera.

__ADS_1


Mike terdiam sesaat. "Benar juga apa yang kamu katakan. Tapi, aku tidak mau tahu. Ini tugas tentang keluargamu yang baru." mendengar hal itu Amera memincingkan matanya. "Keluarga baru?" tanya Amera memastikan.


"Iya, keluarga baru. Maksud kamu, calon mertuaku?"


"Yaps, tepat sekali. Aku juga berharap jika kamu mau bantu kita. Karena hanya kamu yang bisa masuk ke dalam rumahnya." Amera memainkan lidahnya di dalam mulutnya.


"Baiklah, tidak masalah!" ucap Amera.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Amera. "Hmm... Tapi, aku tidak janji akan."


"Tidak, tapi aku usahakan. Selagi tugasnya tidak terlalu berat. Jangan membunuh mereka," ucap Amera.


"Selidiki tentang keluarganya. Setelah itu laporkan semua gerak-gerik mereka. Ini adalah masalah besar. Mertua kamu sedang dalam pantauan. Tidak ada yang berani menangkap mereka. Merrka menyelundupkan berbagai jenis obat terlarang. Dan, ini mengakibatkan banyak sekali masalah di kota."


Amera memejamkan kedua matanya. Dia berusaha untuk tetap tenang kali ini. "Bisnis barang terlarang? Apa mereka juga ada hubungannya dengan pembunuhan-pembunuhan?" tanya Amera.

__ADS_1


"Entahlah! Aku juga tidak terlalu mengerti. Hanya saja kamu selidiki semuanya. Mereka juga membawa berlian paling langka yang ada di mesium. Tapi, kita tidak punya cukup barang bukti untuk menangkap."


Amera mengerutkan bibirnya. "Baiklah, aku akan menciba untuk membantu. Jika memang benar bisa. Aku akan segera memberi tahumu." ucap Amera.


"Lebih baik kalian pergi. Sebelum Deon tahu keberadaan kalian. Dia pasti akan curiga padaku." Amera beranjak berdiri. Dia segera mendorong temannya untuk keluar dari tempatnya.


"Baiklah, aku akan menghubungimu nanti. Jika kamu butuh bantuan Raka. Hubungi dia kapan saja." jawab Mike.


"Baiklah, aku akan hubungi Raka."


"Aku pergi dulu, Kamu jaga diri baik-baik. Jangan sampai tertangkap," timpal Raka.


"Baik!" jawab Amera. Raka dan Mike segera pergi meninggalkan Amera. Dia tidak mau menanggung terlalu banyak resiko lagi.


Amera berdesis pelan. Dia menggigit ujung ibu jari tangan kanannya. Dia merasa dirinya mulai kebingungan apa yang harus di lakukan.

__ADS_1


"Amara, bagaimana? Apa yang harus kamu lakukan? Aku mulai dari mana? Menyelidiki tugas dari bos? Atau, menyelidiki sendiri kasus kakakku? Atau, jangan-jangan bisnis ini ada kaitan dengan kematian kakakku?" Amera terus bertanya pada dirinya sendiri. Beberapa kali Amera berdecak kesal. Sembari memutar otaknya untuk berpikir lebih dalam lagi.


__ADS_2