Ijinkan Aku Menghapus Lukamu, Tuan Mafia.

Ijinkan Aku Menghapus Lukamu, Tuan Mafia.
Pengumuman pernikahan


__ADS_3

“Jangan banyak bicara, cepat tarik mundur pasukanmu,” pekik Amera.


“Baiklah, kalian semua mundur. Kita bisa serang mereka lain kali.” Laki-laki itu mulai memimpin para pasukannya untuk segera mundur dari sana. Beberapa orang mulai mundur, meletakkan semua senjatanya di lantai. Salah satu anggota geng yang di pimpin Delmon. Mereka membersihkan semua senjata yang ada di lantai. Dan, segera membawanya pergi. Sementara laki-laki yang mencoba menyerang Dion tadi. Tidak berhenti terus menatap Amera. Terlihat jelas dari wajahnya. Dia sangat mengincar Amera untuk menjadi salah satu bagian darinya. Atau, memilih untuk membunuhnya. Dengan wajah penuh rasa kecewa. Mereka segera pergi dari sana.


Keadaan yang semula sangat kacau. Semua tamu ketakutan. Dan, beberapa tamu laki-laki mereka bingung harus berbuat apa tanpa senjata sama sekali. Dan, Amera memulai awal keberanian melawan.


Setelah melihat semuanya sudah pergi. Amera melangkahkan kakainya mendekati Dion. Dia menepuk pundak Dion menyadarkannya. Dion masih memejamkan matanya. Memaksa untuk menolak kehadiran Adella yang selalu merasuki pikirannya.


“Dion, kamu kenapa?” tanya Amera. Mengamati raut wajah Dion. Tubuh Dion gemetar. Amera yang terlihat panic. Dia mengambil satu gelas jus di belakang Dion.


“Minumlah!” pinta Amera.


“Dion, hanya menggelengkann kepalanya. Tidak, biarkan aku diam dulu. Aku ingin menghilangkan rasa trauma ini,” Ucap Dion.


 


**


“Semuanya sudah berakhir. Ada beberapa orang yang sangat special hari ini. Dia akan mengumumkan sesuatu. Kalian harus mengapresiai. Keturunan dari ketua akan segera hadir,” ucap seorang mc, yang mulai berbicara saat semua sudah berakhir. Para geng mafia yang menyerang semuanya sudah pergi dengan senjata yang sudah di taruh di bawah. Semua orang terlihat sangat antusias dengan semuanya. Mereka mulai kembali menikmati pesta. Tanpa ada rasa takut sama sekali. Semua orang tahu, jika apa yang di lakukan Delmon semuanya sangat baik. Dia mengadakan peseta dengan keamana tinggi. Bahkan meskipun terdengar beberapa tembakan di luar rumah Dion. Semua orang yang ada di dalam rumah terlihat sangat santainya. Seolah sudah sangat terbiasa dengan hal itu.


Di luar keributan terjadi. Para anggota geng mafia saling bertempur, adu senjata satu sama lain. Sementara Delmon dia memerintahkan semua penembak jitu yang tersebar di setiap sudut rumah untuk membantunya. Delmon yang sudah merasa lega dengan situasi yang sudah mulai kondusif lagi. Delmon melangkahkan kakinya keluar dari tempat persembunyiannya. Dia berjalan menuju kea car pestanya lagi. Berjalan naik ke atas panggung. Semua orang menyambut kedatangannya dengan tepuk tangan yang sangat keras.

__ADS_1


“Kita akan mendengarkan semua dari ketua, dia yang akan mengatakan kabar bahagia ini.” Sang Mc berjalan mendekati Delmon. Memberikan pengeras suara padanya.


“Baiklah, karena sudah tenang sekarang. Aku juga berterima kasih pada Amera. Wanita yang dengan beraninya melawan geng mafia sendiri. Bahkan dia menyelamatkan nyawa anakku. Aku sangat mengapresiasi waniat tangguh satu ini,” ucap Delmon. Semua mata tertuju pada Amera. Termasuk juga Delmon. Mereka bertepuk tangan dengan keberanian Amera.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Dion lirih. Melirik kea rah Amera. Kenapa bisa kamu melawannya. Bahkan lamu tidak takut mereka menembakmu?” Dion semakin penasaran dengan Amera. Dia ingin sekali tahu lebih jauh siapa Amera.


“Tenang saja, aku hanya wanita biasa yang hanya melatioh beladiriku agar jauh lebih baik,” jawab Amera. Dia mengedipkan salah satu matanya.


“Tidak, mungkin!”


“Kenapa juga tidak mungkin. Semua yang aku katakn itu mungkin. Dan, aku bisa tunjukan padamu. Bagaimana jika kamu melawan aku nanti.” Amera menarik salah satu alisnya ke atas.


“Tidak ada wanita biasa yang belajar beladiri cuma-cuma. Aku yakin kamu bukan orang sembarangan. Apa kamu juga salah satu dari anak ektua mafia?” tanya Dion.


“Aku akan mengumumkan sebuah perniakahan ayang akan di adakan buoan ini. Karena pernikahan di hari ini di undur. Kita harus mendapatkan kabar duka dari  Adella. Dia tidak bisa di selamatkan.” Delmon memasang wajah sedihnya.


“Karena itu, aku akan mengumumkan perniakahan Dion dengan seorang wanita yang sudah aku pilihkan untuknya. Aku tidak mau jika Dion terus merasa sedih karena kehilangan sosok wanita yang sangat dia cintai. Aku tahu dia sangat mencinta Adella. Tapi, sebagai ayahnya, saya tidak bisa melihat Dion tidak punya semangat hidup. Dia harus bangklit dengan kebahagiaaan baru.”Delmon sedikit mengerasakan suaranya.


“Apa yang ayah katakan, masih dalam suasana duka. Keanpa dia berbicara seperti itu. Apalagi di hari dimana aku akan melakukan pernikahan dengan Adella. Namun semuanya batal,” gerutu Dion. Amera yang mendengar Dion terus menggerutu tak jelas. Dia hanya diam, tanpa berani mengatakan sebenarnya pada Dion. Sesekali Amera hanya melihat wajah Dion dari samping.”


Maaf, aku benar-benar sudah menghancurkanku. Aku membunuh kekasihmu. Dan, sekarang aku harus menandatangani perjanjian. Aku harus membuat kamu suka denganku. Malang sekali nasibku harus terus berhubungan denganmu, gerutu Amera dalam hatinya.

__ADS_1


“Amera, aku mau pergi.” Dion melangkah beberapa langkah mendekati Amera. Dan, berbisik pelan padanya. “Kamu mau pergi atau tidak?” tanya Dion.


Amera melebarkan matanya, dia melirik sekilas kearah Dion. “Apa yang kamu katakana?” tanya Amera.


“Kamu mau pergi atau tidak?”


“Kemana?” Amera memincingkan matanya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi Dion terus menatap ke arahnya. Dan, meraih pergelangan tanganya.


Sementara Delmon, dia juga menatap ke arahnya. Dia tidak berhenti berbicara di depan semua orang. “Buruan, ikut aku. Aku tidak mau jika mendengar kabar pernikahanku. Aku tidak bisa,” ucap Dion. Wajahnya terlihat mulai memohon padanya.


“Baru saja mengumumkan perniakahan. Tapi, sepertinya mereka sekarang sudah sangat dekat.” Delmon menatap kearahnya.


Kedua mata Dion melebar seketika. Saat semua mata tertuju padanya. Dia melirik kearah Alice.


“Jadi, aku menikah denganmu?” kata Dion. Dia terbungkam seketika tak percaya. Antara marah, dan tidak terima begitu saja. Jika harus di jodohkan dengan seseorang. Dia juga belum bisa melupakan Adella.


“Kenapa kamu diam saja? Cepat katakan. Apa yang sebenarnya terjadi. Cepat katakan padaku. Aku tidak terima jika kamu membohongiku. Mendekatiku hanya karena tujuan ini,” ucap Dion. Wajahnya terlihat sangat kecewa dengan apa yang di katakan oleh ayahnya. Dia juga kecewa dengan Amera. Dion mengertakkan giginya, menaham amarah. Kedua mata Dion menatap kearah Amera.


Amera masih terdiam, dia tidak mau berbicara banyal Tapi semua ini adalah kenyataan. Dia tidak bisa jujur dan tidak bisa bohong padanya


“Amera, cepat katakan,” pekik Dion.

__ADS_1


“Kami dengan senang hati mengumumkan pernikahan Dion dan Amera, akan kami majukan 1 bulan lagi.” Suara keras Delmon membuat Amera dan Dion menatap ke arah Delmon. Dion berdengus kesal. Dia membalikkan badannya dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Apa yang harus lakukan sekarang? Dion sepertinya sangat kecewa dneganku. Apa Dion akan setuju dengan perniakahan ini? Entahlah!.


__ADS_2