Ikrar Cinta Sehidup Sesurga

Ikrar Cinta Sehidup Sesurga
Hari Spesial


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


Entah apa yang dirasa oleh Fahri tatkala menerima amplop dari Anin yang berisi sejumlah uang sebagai pelunas hutang. Yang terpenting bagi Anin, sekarang ia bisa bernafas lega sebab hutang yang menjadi beban selama ini telah lunas dan langkahnya kian terasa ringan untuk menapaki hari bersama seseorang yang teramat berarti, tentu saja Reyhan Handyka Kurniawan.


Ting ....


Suara notif pesan yang berasal dari benda pipih kesayangan Anin. Gadis yang kini berstatus sebagai calon istri Reyhan itu segera meraih benda pipih yang tergeletak di atas meja lalu membuka pesan yang ternyata dikirim oleh Fahri.


Jeng, aku sudah menerima amplop yang berisi sejumlah uang darimu.


Syukurlah.


Jeng, kenapa ... kamu mengembalikan uang ini?


Dulu, aku meminjam sejumlah uang itu darimu untuk membiayai sekolah adikku. Jadi, sudah sepatutnya aku mengembalikannya, Ri.


Tapi Jeng, aku tidak memintamu untuk mengembalikannya.


Trimakasih atas kebaikanmu. Aku akan merasa sangat terbebani hutang budi jika kamu tidak bersedia menerima uang itu, Tuan Muda Fahri.


Baiklah jika kamu memaksa, Jeng. Aku terima uang ini.


....


Anin merebahkan tubuh di atas ranjang sambil memainkan gawainya. Ia mengirim pesan berulang kali ke nomor ponsel Reyhan. Namun semua pesan yang ia kirim sama sekali tidak dibuka apalagi dibaca oleh pria berparas tampan itu. Bukan hanya mengirim pesan, Anin pun berkali-kali melakukan panggilan telepon. Zonk. Sekalipun, Reyhan tidak menjawab panggilan telepon dari Anin.


"Rey, kenapa tidak membalas pesanku? Apa yang terjadi padamu, Rey? Mungkinkah, rasa cintamu kini mulai memudar?" Anin mulai gelisah. Pikirannya tidak tenang. Ia teramat takut jika Reyhan akan meninggalkannya.


Ting ....


Suara notif pesan dari gawai yang sedari tadi digenggam oleh Anin.


Netra Anin berbinar tatkala membaca nama si pengirim pesan, Reyhan Handyka Kurniawan. Kekasih yang selalu dirindukan oleh Anin.


Maaf baru sempat membalas pesanmu, Yang.


Wajah Anin terhias senyum yang merekah. Irama detak jantungnya bertalu-talu saat ia membaca pesan yang baru saja dikirim oleh Reyhan.


Kenapa, baru membalas pesanku, Rey?


Maaf Yang, hari ini banyak sekali customer yang memesan undangan pernikahan. Jadi, aku harus bekerja lembur. Itu sebabnya, aku baru sempat membalas pesanmu, Yang.


Seharusnya, aku yang meminta maaf Rey, karena telah berpikir macam-macam tentangmu.


Jangan berpikir macam-macam Yang! Kamu percaya aku 'kan?

__ADS_1


Iya, aku percaya kamu Rey. Miss you.


Miss you too, Aninda Sukma. Aku rindu senyum manismu ... manjamu dan juga canda tawamu!


Tidak puas jika hanya saling berkirim pesan, Reyhan pun memutuskan untuk menelepon kekasihnya, Aninda.


Rembulan tersenyum tatkala menyaksikan dua insan yang saling berbincang, meluapkan rasa rindu meski berada di tempat yang berbeda.


....


Purnama telah berganti, tiada terasa usia Anin kini telah bertambah. Entah kado spesial apa yang telah dipersiapkan Reyhan untuk sang kekasih hati. Yang jelas, kado spesial dari Reyhan teramat berarti bagi Anin, dan sampai kapanpun tidak akan pernah terlupa.


Tepat pukul empat sore, seperti biasa ... Reyhan menjemput Anin di tempat kerja. Namun kali ini, ada yang berbeda. Reyhan menjemput Anin bersama Dilandeng, Naomi, dan Candra.


"Rey, tumben mereka ikut?" Anin membisikkan kalimat tanya yang hanya bisa didengar oleh Reyhan.


Reyhan mengedikkan bahu."Entahlah. Mungkin, mereka ... sekedar ingin tau tempat kerjamu Yang," kilah Reyhan.


Netra Anin berotasi sempurna tatkala pandangannya tertuju pada taksi yang berhenti di pinggir jalan.


"Mbak Anin ...," pekik Asti dan Azizah.


"Azizah, Asti, Ibu ...."


Anin berjalan mendekati taksi yang ditumpangi oleh ibu dan kedua adiknya.


"Kami mau ke Gembiraloka Zoo, Mbak. Mas Rey yang memberi kami tiket masuk ke Gembiraloka Zoo. Calon suami Mbak Anin juga memberi kami satu ember kecil ayam goreng KFC," sahut Asti dengan wajah yang berbinar.


Anin mengerutkan dahi sehingga kedua pangkal alisnya saling bertaut. "Akh yang bener, As?" tanya Anin tidak percaya.


"Beneran Mbak. Kalau nggak percaya, tanyakan langsung pada Mas Rey!" titah Asti sambil menunjuk Reyhan dengan gerakan dagunya.


"Kami berangkat dulu, Mbak? Selamat bersenang-senang bersama Mas Rey dan teman-temannya," sambung Asti disertai senyuman yang merekah.


"Iya As, jaga ibu dan Azizah ya!" Anin mengusap jilbab yang dikenakan oleh Asti.


"Iya Mbak. Asti akan menjaga Ibu dan Azizah," sahut Asti.


"Selamat bersenang-senang Mbak Anin," pekik Azizah.


"Iya Sayang. Selamat bersenang-senang juga adik comel."


"Kami berangkat dulu ya Ndhuk," tutur ibunda Anin sebelum taksi yang mereka tumpangi melaju.


"Injih, Bu."

__ADS_1


Pandangan netra Anin tidak beralih hingga taksi yang membawa ibu dan kedua adiknya tak terlihat.


.


.


"Rey, apa benar yang dikatakan oleh Asti? Kamu memberi tiket masuk ke Gembiraloka Zoo dan satu ember ayam goreng KFC?" tanya yang terlisan disertai tatapan intens.


Reyhan melengkungkan bibir. Ia pun membalas tatapan dan menjawab pertanyaan yang terucap dari bibir sang kekasih. "Iya Yang. Hari ini merupakan hari yang teramat spesial. Jadi, tidak ada salahnya 'kan jika aku ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terkasih, terutama kamu Yang?"


"Maksudmu apa Rey? Hari spesial?"


"Hehem, bukankah hari ini kekasihku bertambah usia?" Reyhan mengerlingkan netra disertai lengkungan bibir yang masih setia menghiasi wajah tampannya.


"Jadi, kamu melakukan itu untukku Rey?"


"Tentu saja. Jika bukan untuk Sayang, untuk siapa lagi, hmm?"


Netra Anin berbinar. Ia merasa teramat bahagia tatkala mendengar ucapan Reyhan.


"Trimakasih Rey."


"Jangan berterimakasih dulu. Masih ada kejutan dariku, Yang."


"Benarkah?"


"Iya, Yang. Buruan naik, Yang! Pegangan yang erat ya!" titah Reyhan seraya bercanda.


"Belum boleh Mas Rey. Halalin dulu akuh! Baru dech ... aku mau pegangan yang erat." Bibir Anin mencebik diikuti tawa renyah Reyhan.


"Iya ... iya. Semoga Allah memberi keridhoan, sehingga kita bisa segera menjadi sepasang kekasih yang halal."


"Aamiin yaa Robb ...."


Reyhan, Dilan, dan Candra melajukan kuda besi menembus jalanan kota Jogja menuju ke suatu tempat yang kelak akan menjadi saksi bisu kisah cinta Reyhan Handyka Kurniawan dan Aninda Sukma.


🍁🍁🍁🍁


Bersambung....


Mohon maaf yang teramat sangat, author belum bisa UP ICSS setiap hari sebab ingin meng-end kan MjB terlebih dahulu.😊🙏


Trimakasih bagi readers yang masih bersedia mengunjungi ICSS meski tulisan author masih seperti remahan. 😁


Dan .... banyak cinta dari author teruntuk readers ICSS 💞💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


Sambil menunggu UP ICSS, kunjungi juga karya author yang lain 😘



__ADS_2