Ikrar Cinta Sehidup Sesurga

Ikrar Cinta Sehidup Sesurga
Kejutan


__ADS_3

"Rey, apa benar yang dikatakan oleh Asti? Kamu memberi tiket masuk ke Gembiraloka Zoo dan satu ember ayam goreng KFC?" tanya yang terlisan disertai tatapan intens.


Reyhan melengkungkan bibir. Ia pun membalas tatapan dan menjawab pertanyaan yang terucap dari bibir sang kekasih. "Iya Yang. Hari ini merupakan hari yang teramat spesial. Jadi, tidak ada salahnya 'kan jika aku ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terkasih, terutama kamu Yang?"


"Maksudmu apa Rey? Hari spesial?"


"Hehem, bukankah hari ini kekasihku bertambah usia?" Reyhan mengerlingkan netra disertai lengkungan bibir yang masih setia menghiasi wajah tampannya.


"Jadi, kamu melakukan itu untukku Rey?"


"Tentu saja. Jika bukan untuk Sayang, untuk siapa lagi, hmm?"


Netra Anin berbinar. Ia merasa teramat bahagia tatkala mendengar ucapan Reyhan.


"Trimakasih Rey."


"Jangan berterimakasih dulu. Masih ada kejutan dariku, Yang."


"Benarkah?"


"Iya, Yang. Buruan naik! Pegangan yang erat!" titah Reyhan seraya bercanda.


"Belum boleh Mas Rey. Halalin dulu akuh! Baru dech ... aku mau pegangan yang erat." Bibir Anin mencebik diikuti tawa renyah Reyhan.


"Iya ... iya. Semoga Allah memberi keridhoan, sehingga kita bisa segera menjadi sepasang kekasih yang halal."


"Aamiin yaa Robb ...."


Reyhan, Dilan, dan Candra melajukan kuda besi menembus jalanan kota Jogja menuju ke suatu tempat yang kelak akan menjadi saksi bisu kisah cinta Reyhan Handyka Kurniawan dan Aninda Sukma.


....


"Surpriseeeee ...." Teriakan Candra, Dilan beserta kekasihnya, Naomi .... Naomi membawa kue ulang tahun yang bertuliskan "Happy birthday Ay". (Ay yang dimaksud bukan Ayu ya guys, tapi panggilan sayang ... Ayang 😁)


Speechless


Anin sangat terkejut, hingga bibirnya terkatup. Anin tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


Senyum terbit menghiasi wajah tampan Reyhan ketika melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh kekasihnya. Reyhan menggamit tangan Anin lalu menuntunnya ... duduk di atas tikar.


"Selamat ulang tahun Mbak Anin. Semoga hubungan Mbak Anin dan Mas Rey langgeng," doa tulus Naomi. Gadis yang berstatus sebagai kekasih Dilan itu, memberi pelukan.

__ADS_1


"Aamiin yaa Robb. Trimakasih Mbak Naomi." Bibir Anin melengkung. Netranya terbingkai binar bahagia.


Setelah Naomi melepas pelukan, Dilan dan Candra pun bergantian mengucap kata selamat beserta untaian doa tulus.


"Selamat bertambah usia Yang. Maaf, hanya ini yang bisa aku berikan untukmu," tutur Reyhan. Pria berwajah mirip oppa Korea itu mengeluarkan kotak kado dan bantal yang berbentuk 'LOVE' dari dalam paper bag.


Netra Anin semakin berbinar. "Rey, ini untukku?"


"Iya Sayang, tentu saja untukmu."


"Trimakasih, Rey. Aku boleh membuka kado darimu sekarang 'kan?" tanya yang terlisan disertai lengkungan bibir. Anin sudah tidak sabar ingin segera membuka kotak kado yang diberikan oleh Reyhan untuknya.


Reyhan menarik kedua sudut bibirnya dan mengangguk samar. "Boleh, Yang. Tapi, tiup dulu lilinnya. Dan jangan lupa, langit kan pinta pada Illahi .... ! Semoga harapan dan impian Sayang diijabah oleh-Nya."


"Aamiin yaa Allah," ucap Anin. Ia meraup udara sebelum meniup lilin-lilin kecil yang ditata melingkar di atas kue ulang tahun.


fuhhh ....


Satu tiupan gagal. Lilin yang tadinya mati ... menyala kembali.


fuhhh ....


fuhhh ....


Anin menyerah. Usahanya untuk meniup lilin-lilin kecil itu gagal. Ia teramat malu sebab disaksikan puluhan pasang mata.


Reyhan, Candra, Dilan, dan Naomi ... tergelak melihat ekspresi wajah Anin.


"Sudah menyerah Yang?" tanya Reyhan tanpa memudarkan tawanya.


"Sudah. Aku sudah menyerah Rey. Kalian pasti mengerjaiku, ya 'kan?" Bibir dibuat mengerucut, seolah menunjukkan ekspresi kesal bin sebal.


"Tapi, kamu senang 'kan Ay?"


"Ay?" Anin mengerutkan dahi.


"Ay ... Ayang." Reyhan memasang senyum termanis diikuti tatapan penuh cinta.


"Cieeee ... cieee .... Kalian memang cucok," timpal Dilan yang sukses menoreh rona merah di wajah Anin.


"Mbak Ay, ehh ... Mbak Anin, aku bantu mematikan lilinya," ucap Candra seraya menawarkan diri.

__ADS_1


Senyum terbit menghiasi wajah Anin ketika mendengar ucapan Candra. "Wahhhh, trimakasih banyak Mas Cand."


"Aku bantuin juga Ay," sahut Reyhan. Anin mengangguk ... mengiyakan ucapan Reyhan.


Reyhan dan Candra mulai mengambil satu persatu lilin-lilin kecil yang masih berdiri gagah di atas kue ulang tahun lalu mematikan apinya dengan cara mencelupkan lilin-lilin tersebut ke dalam gelas yang berisi air.


"Nah ... sekarang potong kuenya donk Mbak Anin!" pinta Naomi.


"Iya buruan potong kuenya! Udin nggak sabar akuh." Suara Dilan terdengar kemayu. Anin teramat heran, kog bisa-bisa nya ya ... gadis secantik Naomi terjerat pesona seorang Dilan-deng. 🙄


Anin meraih pisau lalu perlahan memotong kue ulang tahun pertamanya. Selama ini, Anin belum pernah mendapatkan kue ulang tahun dari siapapun di hari lahirnya. Dan, baru kali ini ia mendapatkannya. Rasa haru bercampur bahagia, itulah yang tengah dirasakan oleh Anin saat ini.


"Rey ini untukmu." Anin menyuapi Reyhan potongan kue yang pertama.


Pandangan netra para pengunjung rumah makan tertuju pada ke so sweetan sepasang kekasih, Reyhan dan Anin.


Anin kembali memotong kue ulang tahunnya. Lantas ia bagikan pada ketiga sahabat Reyhan dan semua pengunjung rumah makan. Doa dan ucapan trimakasih terlantun dari bibir semua para pengunjung rumah makan.


Meski terkesan sangat sederhana, nyatanya kejutan yang diberikan oleh Reyhan mampu melukis senyum bahagia di wajah Aninda Sukma. Seorang gadis yang telah beberapa kali mengalami kegagalan cinta sebelum bertemu dengan Reyhan Handyka Kurniawan.


Di dalam benak, Anin tak henti-hentinya mengucap syukur atas anugerah cinta terindah yang diberikan Illahi untuknya dengan menghadirkan seorang Adam, Reyhan Handyka Kurniawan. Dan di setiap sujudnya Anin selalu meminta, semoga Reyhan-lah jodoh yang dipersiapkan Allah untuknya.


Puas menikmati kue ulang tahun, Anin, Reyhan, dan ketiga sahabatnya mulai melahap nasi dengan lauk bebek goreng, plecing kangkung, dan sambal terasi.


Anin mengurungkan niatnya untuk segera membuka kotak kado yang diberikan oleh Reyhan. Ia akan membuka kotak kado tersebut, setibanya di rumah.


Entah, kado spesial apa yang diberikan Reyhan untuk Anin. Yang jelas bukan berupa perhiasan yang mampu menyilaukan mata. Namun, perhiasan yang mampu mengingatkannya pada Illahi.


Rumah makan plecing kangkung ... menjadi salah satu tempat yang tidak akan pernah terlupa. Sebab di tempat itulah, pertama kali ... seorang Aninda Sukma mendapat kejutan yang istimewa dari sang kekasih di hari ulang tahunnya.


🍁🍁🍁🍁


Bersambung....


Mohon maaf, author baru bisa UP lagi. Mohon maaf juga jika bertebaran typo. 😅🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like.


Beri komen, gift, atau vote jika berkenan.


Trimakasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2