
Dimalam yang sunyi, dibawah sinar bulan yang terang terdapat seorang pria culun yang sedang melamun. Namanya fauzan, umurnya 16 tahun. ya ... fauzan kelas 2 smk. ia menyukai teman satu kelasnya, Nadia.
" Nadia, harus dengan cara apalagi supaya aku dapatin cinta kamu ? beribu-ribu cara telah aku lakukan untuk membuatmu selalu mencintaiku, tapi semua sia-sia ku lakukan. aku selalu berkorban demi kamu tapi kamu tetap aja tidak peduli sama aku. apalagi sekarang semenjak kamu tau kalau aku suka sama kamu. kamu malah manfaatin aku dalam hal apapun dengan mengatas namakan bukti pengorbanan aku ke kamu, tapi aku tetap diam, itu semua aku lakuin sebagai bukti cinta aku ke kamu." kata fauzan sambil melihat bintang dan pasrah
Ditengah melamunnya fauzan, ia melihat ada bintang jatuh. sesuai kepercayaan, saat kita melihat bintang jatuh kita berharap akan sesuatu yang baik, sesuatu yang baik itu akan terjadi. fauzan pun langsung meminta keinginannya.
" aku minta suatu saat nanti Nadia bisa mencintai aku seperti aku mencintai dia, Aamiin " katanya penuh harap
karena sudah terlalu malam, fauzan pun tidur dengan perasaan yang bimbang dan penuh berharap, " semoga harapanku terkabul " katanya dalam hati.
Hari esokpun tiba, Fauzan terkenal dengan kepintarannya, selain pintar dan ramah ia juga rajin. itu yang membuat para guru menyukainya.
__ADS_1
bertepatan hari ini adalah pelajaran wali kelasnya ia sudah mempersiapkan segalanya untuk belajar di meja tempat ia duduk, dari pulpen, stipo, penggaris, buku catatan, dan tak lupa pula buku pelajaran wali kelas nya sudah ia keluarkan dari dalam tas, serta buku latihan sekaligus PR yang akan dikumpulkan hari ini.
bu' siska pun masuk dan langsung menyuruh murid nya untuk mengumpulkan tugas.
" Bu Siska : Selamat pagi anak-anak" kata bu' Siska penuh semangat
" Murid : Pagi bu " jawab murid nya yang tak kalah semangat
"Murid : Sudah bu"
Terlihat seorang gadis cantik sedang khawatir akan sesuatu, yaa ... dia adalah Nadia, Nadia tidak membawa buku tugas yang diberikan oleh wali kelas nya minggu lalu. ia pun mengeluh dan mencoba meminta solusi dengan teman sebangkunya.
" Nadia : Aduh, gimana nih ? aku lupa bawa buku bu' Siska, pasti bu' siska marah deh sama aku, aku lihat punya kamu ya Rahmi " kata nya pada teman sebangku nya dengan cemas
__ADS_1
" Rahmi : sepertinya sudah tidak sempat deh Nad, bu' Siska nyuruh ngumpul sekarang " .
Ekspresi wajah Nadia langsung berubah menjadi cemberut dan khawatir, Tanpa sengaja fauzan mendengar pembicaraan antara Nadia dan Rahmi, fauzan tidak tega melihat Nadia penuh cemas seperti itu. tanpa pikir panjang fauzan langsung mengubah nama dibuku nya menjadi Nadia, dan ia sudah menebak dialah yang akan dihukum oleh wali kelasnya itu.
" Bu Siska : bukunya kenapa hanya ada 32 ? kalian 33 siswa kan ? siapa yang tidak mengumpulkan tugas ? " kata bu' siska dengan heran
Karena merasa nama Fauzan lah yang tidak ada di deretan buku itu, ia mengakuinya dengan jujur pada wali kelasnya itu.
" Fauzan : saya bu " katanya dengan gugup dan ketakutan
" Bu Siska : kenapa kamu belum siap PR Fauzan ? tidak biasanya kamu seperti ini, apa kamu ada masalah ? " tanya bu' Siska penuh perhatian
" Fauzan : Tidak bu'. hanya saja saya lupa mengerjakannya "
" Bu Siska : Hmm ... baiklah, tidak apa-apa. tetapi hukuman tetaplah hukuman. jika ibu' tidak menghukum kamu maka tidak adil bagi teman-teman kamu kan ? "
__ADS_1
" Fauzan : Baik bu "