
Besoknya Papa Nadya meminta Nadya untuk memanggil Fauzan datang ke rumah.
Nadya memberitahukan Fauzan lewat Chat
- Chat mode on -
Nadya : Yang, kamu lagi dimana ?
Fauzan : Lagi di kerjaan Yang, kenapa ?
Nadya : Yang, Papa tadi bilang sama aku katanya Papa minta kamu untuk ke rumah malam ini Yang. kamu bisa ga ?
Fauzan : Iya sayang bisa kok, Yauda nanti aku ke rumah yaa
Nadya : Iya sayang, hati - hati yaa
- Chat mode Off -
Tidak lama Fauzan pun sampai di rumah Nadya, Fauzan langsung mengetuk pintu.
Tok !! Tok !! Tok !!
Nadya : ( membuka pintu ) Haiii sayang ...
Fauzan : Haii Yang ...
Nadya : Yang, kamu pucat banget. kamu lagi sakit ya ?
Fauzan : emm ... engga kok Yang, mungkin aku agak sedikit kecapekan aja, makanya lemas juga sih
Nadya : Emm ... Yauda masuk dulu yukk. Mama sama Papa ada di dalam tuh nungguin kamu dari tadi.
__ADS_1
Fauzan : Emang ada apa Yang ? kok kayaknya penting banget ?
Nadya : Aku juga gatau Yang.
Nadya dan Fauzan masuk dan menemui Mama dan Papa Nadya
Nadya : Ma, Pa ini Fauzan udah datang
Papa Nadya : Fauzan, selamat datang kembali nak ( katanya dengan sangat bahagia )
Fauzan : Terimakasih Om
Papa Nadya : Kamu pasti bertanya - tanya ya kenapa Om manggil kamu kesini ? Om manggil kamu kesini karna Om ingin memberitahukan kalau kerja sama antara perusahaan Om dan perusahaan klien Om sangat berjalan dengan lancar dan keuntungan di perusahaan kita sangatlah meningkat. sepertinya kamu pembawa keberuntungan di perusahaan Om ya Fauzan haha. Ok sebagai ucapan terimakasih sekali lagi, kita malam ini makan di luar sekeluarga Ok. Bukan hanya kita tapi juga keluarga Aldi, karna Papa akan memberitahukan kalau Papa akan membatalkan perjodohan antara Nadya dan Aldi.
Nadya : Bener Pa ? ( katanya bahagia )
Papa Nadya : Iya sayang
Papa Nadya : Ayoo Fauzan sini, ini pelukan keluarga
Fauzan : Iya Om
Fauzan bimbang antara bahagia, takut, dan bingung bercampur menjadi satu. Fauzan tambah pucat
Papa Nadya : Fauzan, kamu kok pucat sekali nak ? apa kamu sakit ?
Fauzan : Emm ... engga kok Om, saya baik - baik aja. hanya sedikit lemas karena kecapekan
Papa Nadya : Kamu memang pekerja keras, Om tidak heran kenapa kamu bisa sampai kecapekan begini. tapi yang namanya kesehatan tetaplah harus di jaga, karena itu sangat penting. Ok ?
Fauzan : Iya Om
__ADS_1
Papa Nadya : Nanti setelah kita makan malam, Om bawa kamu berobat ya.
Fauzan : Tidak Om, tidak apa - apa. saya hanya butuh istirahat saja
Papa Nadya : Ingat ! tidak ada penolakan
Fauzan : Haha ... baiklah Om
Papa Nadya : Baiklah, kita berangkat sekarang ?
Nadya : Iya ayukk Pa
Fauzan sudah seperti anak sendiri bagi Papa Nadya. Sesampainya di restaurant Aldi dan Papanya sudah tiba di restaurant, mereka hanya berdua.
Papa Nadya : Haii ... apa kalian sudah lama menunggu ?
Papa Aldi : Belum, kami juga baru sampai kok. kalian duduk dulu. oh ya ini siapa ? ( melirik Fauzan )
Papa Nadya : Oh ya, kenalkan ini Fauzan calon suami Nadya
Papa Aldi : Hah ? calon suami ? ( katanya kaget ) bukankah kita sudah sepakat untuk menjodohkan anak kita ?
Papa Nadya : Emm ... Maaf, tapi aku rasa Nadya berhak memilih calon suaminya sendiri.
Papa Aldi : Jadi kamu yang telah berkhianat, Ok gapapa. Emang dia punya perusahaan apa sih ?
Papa Nadya : Orangtuanya punya perusahaan di bidang indofood dan sekarang orangtuanya sedang sibuk - sibuknya mengurus perusahaan mereka, dan Fauzan sendiri dia punya perusahaan di bidang parfum
Nadya, Fauzan dan Dosen Aldi hanya diam mendengar perkataan mereka
Dosen Aldi yang tadinya mendukung Nadya kini malah mengkhianati Nadya, Dosen Aldi membicarakan yang sebenarnya pada Papa Nadya
__ADS_1