Indah Cintaku

Indah Cintaku
Bab 3


__ADS_3

Fauzan langsung masuk ke dalam kelas tanpa menghiraukan Nadia dan Rahmi. tentu saja Nadia dan Rahmi bingung dengan sikap Fauzan yang dingin, karna tidak biasanya Fauzan seperti itu dia selalu ceria di depan Nadia, meskipun ceria nya itu mengganggu Nadia.


" Nadia : kenapa tuh anak ? tumben diam ada gue ? " katanya dengan heran


" Rahmi : gatau tuh, emm ... atau jangan-jangan dia dengar pembicaraan kita Nad. "


" Nadia : gatau ahh, bodo amat. besok juga balik lagi kesikap awal"


 


Hari esok tiba, Fauzan masih tetap sama dengan sikap nya yang pendiam dan dingin. jam istirahat saat Fauzan pergi ke kantin, ia melewati Nadia yang masih berada ditempat duduknya dengan tidak melihat Nadia sedikitpun.


 


Nadia dan Rahmi semakin bingung dengan sikapnya Fauzan, ada rasa kehilangan saat Fauzan bersikap seperti itu. yang biasanya Fauzan selalu mengganggu Nadia, ini menyapa saja juga tidak.


Nadia tidak nyaman dengan sikap Fauzan yang seperti ini, Nadia membuat rencana untuk menguji kepedulian Fauzan terhadapnya. Ia berpura-pura jatuh didepan Fauzan saat Fauzan pergi ke kantin.


" Nadia : Aduh. .. " katanya dengan berpura-pura kesandung dan menjatuhkan dirinya .


 Terhenti langkah Fauzan tetapi ia hanya menoleh kearah Nadia dan melanjutkan jalannya ke kantin.


 


Nadia masih belum menyerah, ia melanjutkan rencana kedua dengan meminta bantuan kepada teman cowok nya untuk mengganggunya, Nadia berharap semoga Fauzan datang dan menyelamatkannya.


" Nadia : kalian apaan sih ? ngehalangi jalan gue ? awas ga ? " katanya dengan mengeraskan sedikit suaranya agar Fauzan mendengar.

__ADS_1


" Teman cowoknya : ok, tapi lo harus bayar dulu. jalan disini ga gratis tau ga ? "


Fauzan lagi-lagi hanya menoleh dan ia malah pergi dari kantin, ia malah merasa terganggu dengan adanya adegan yang dibuat oleh Nadia.


Tetapi sesungguhnya, jauh didalam lubuk hati Fauzan yang paling dalam. ia sangat berat untuk tidak peduli dengan Nadia. Fauzan merasa bahwa dia telah menyakiti dirinya sendiri, tetapi jika dia melanjutkan perjuangannya untuk Nadia, dia justru menyakiti hatinya.


Nadia menyerah, ia masih tidak bisa mengembalikan sikap Fauzan seperti semula.


Nadia pergi ke taman sekolah, melamun dan duduk sendirian.


" Fauzan ..


kenapa lo berubah gini sih ke gue ? kenapa sikap lo jadi dingin gini. gue mau lo yang dulu zan, lo yang selalu mengganggu gue, yang selalu peduli sama gue, bahkan sampai hal kecil sekalipun. " kata Nadia dalam hati


< Teringat >


" Nadia : apaan sih lo ? "


" Teman cowoknya : minta duit dong "


" Nadia : enak aja minta duit ! lo pikir gue emak lo apa ? "


" Teman cowoknya : cepat ! sebelum gue berbuat kasar sama lo " katanya membentak


( Fauzan datang menyelamatkan Nadia )


" Fauzan : Fauzan datang ... jeng jeng jeng ... " katanya dengan sangat semangat dan ceria

__ADS_1


" Teman cowoknya : siapa lo ? "


" Fauzan : kamu ga perlu tau siapa aku, yang penting kamu jangan ganggu bidadari aku dong, kamu berani nya sama cewek ? banci dong " katanya dengan sedikit tertawa


" Teman cowoknya : apa lo bilang gue banci ? kalo gue banci lo apa dong ? malah nada bicaranya lembut banget lagi pake aku, kamu. geli gue ... udah culun jelek lagi" katanya sambil tertawa terbahak-bahak


" Fauzan : enak aja bilangin aku jelek. udah Nadia kamu pergi aja biar aku yang ngurus cowok ini." katanya teriak pada Nadia


" Nadia : ok "


Akhirnya Fauzan lolos dari cowok-cowok itu meskipun ia terluka dibagian tangan dan kakinya.


Ditengah lamunan Nadia, ia dikejutkan Rahmi


" Rahmi : woyy !!!


melamun aja sih, mikirin Fauzan ya ? "


" Nadia : iya " katanya spontan


" Rahmi : cieee ..... " Rahmi mencoba menjaili Nadia yang sedang galau.


" Nadia : apaan sih mi ? aku itu cuman bingung aja kenapa Fauzan sikapnya dingin banget sama aku " katanya sedih


" Rahmi : lah kamu sendiri kenapa coba jadi mikirin dia ? mulai suka ya ? "


" Nadia : apaan sih ? iya juga ya, ga penting banget sih aku mikirin dia, udah ah masuk kelas yukkk " katanya mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


__ADS_2