
" Pria itu : Kalian siapa ? " katanya heran
" Nadia : Emm ... Saya yang tadi Mas tolongin ingat ga ? "
" Pria itu : Oh, Iya. Aku ingat"
" Nadia : Em ... Makasih ya Mas. Udah nolongin saya. Dan Maaf malah buat Masnya jadi yang dirumah sakit "
" Pria itu : Iya gapapa. Kamu gapapa kan ? "
" Nadia : Enggak kok. gapapa "
" Pria itu : Emm ... Syukur lah "
" Nadia : ( Hanya senyum ) "
" Pria itu : Ini Siapa ? " katanya sambil melirik cowok yang ada disamping Nadia
" Nadia : Oh ini, Pacar saya Mas. Namanya Fauzan "
" Pria itu : Ohh .. kalo kamu ? "
" Nadia : Aku Nadia "
" Pria itu : Emm ... Aku Nizam "
" Fauzan : Emm ... Mas. Masnya kan Udah sadar, pengobatan juga udah kita selesaikan. em .. boleh kami pamit pulang ? " katanya dengan wajah cemberut
" Nadia : Eh ... zan. Apaan sih ? setidaknya kita tunggu sampe keluarga nya datang "
" Nizam : Iya Gapapa kok Mas. Gapapa tinggal aja, keluarga aku udah mau datang kok. Makasih udah nungguin aku ya "
" Fauzan : Tuh ... Kamu dengar sendirikan katanya. Ayukk kita pulang Nad "
" Nadia : Aduh Mas, Maaf ya. Kalo gitu kita pamit. sekali lagi makasih udah nolongin aku" " Nizam : Iya sama-sama "
Nadia dan Fauzan keluar dari ruangan Nizam
Diperjalanan Nadia menanyakan tingkah aneh Fauzan di rumah sakit tadi.
__ADS_1
" Nadia : Fauzan ... Hey sayang. Kamu kenapa jutek banget tadi ? "
" Fauzan : Gapapa "
" Nadia : Dihhh ... Kok juteknya ke aku sih "
" Fauzan : Terus mau kamu kesiapa ? "
" Nadia : Sayang .... kamu kenapa sih ? " ๐ฃ
" Fauzan : Gapapa "
" Nadia : Tuh kan cuek banget " ditengah kebingungan Nadia ia terpikirkan sesuatu
" Nadia : Oh aku tau " katanya dengan tersenyum
" Fauzan : Tau apa ? "
" Nadia : Aku tau kenapa kamu kek gini "
" Fauzan : Kenapa ? "
" Fauzan : Enggak ! "
" Nadia : Duhh jutek banget sih pacar aku. Kamu bisa cemburu juga ya "
" Fauzan : Iya deh aku ngaku "
" Nadia : Tuh kan " tertawa kecil
" Fauzan : Ya abisnya kamu sih, siapa suruh perhatian banget kayak gitu ke dia ? aku ada disamping kamu loh "
" Nadia : Sayang ... aku perhatian sama diakan karena dia udah nolongin aku. ntar kalo dia kenapa-kenapa gimana ? "
" Fauzan : ( Hanya diam ) "
" Nadia : Udah ah ... Kamu jelek tau kalo cemberut kek gitu hahha ๐ Iya aku minta maaf ya udah buat pacar aku cemburu "
" Fauzan : Gamau ahh "
__ADS_1
" Nadia : Loh kok gamau sih ? ga boleh tau ga maafin orang ? "
" Fauzan : peluk dulu ๐ "
" Nadia : Iya sini aku peluk๐ค๐ค Udah jangan cemberut lagi ya sayang "
" Fauzan : Iya Yang "
" Nadia : Besok mau aku temeni ga terapi nya ? "
" Fauzan : Iya mau "
" Nadia : Ok deh "
Besok pun tiba
Nadia sudah berada di rumah Fauzan untuk menemani Fauzan terapi. Awalnya Nadia membiarkan Fauzan dengar Dokter spesialis nya. Jika Dokternya sudah pulang baru Nadia yang menemani Fauzan latihan. Tidak lama, akhirnya Dokter selesai dan pamit pulang.
" Dokter : Ok Fauzan. Terapi hari ini cukup. Kamu semangat terus ya, kemajuannya sangat cepat dan besar kemungkinan kamu akan berjalan lagi "
" Fauzan : Iya terima kasih Dok "
" Dokter : Yauda kalo begitu saya pamit dulu. cepat sembuh Fauzan"
" Fauzan : Makasih Dok "
Nadia menghampiri Fauzan yang masih berusaha berdiri
" Nadia : Perlu bantuan Mas ? "
" Fauzan : Sayang ... Kamu ngagetin aja sih "
" Nadia : Hehehe "
" Fauzan : Iya, bantuin aku ya Yang "
" Nadia : Iya. Yauda mulai pelan - pelan ya "
" Fauzan : Iya Yang "
__ADS_1
Fauzan kembali mendapatkan semangat nya, ia sangat bersungguh-sungguh dalam latihan agar ia dapat menemani dan mengantarkan pujaan hatinya itu kemana saja tanpa kursi roda.