
Nadia baru menyadari kalau dari tadi ia terus memikirkan Fauzan. " kenapa gue jadi mikirin Fauzan terus ihhh ? " katanya dalam hati dengan kesal
Bel pulang berbunyi, ini adalah hal yang paling ditunggu-tunggu semua murid. Nadia pulang dengan Rahmi, baru saja keluar melewati gerbang sekolah langkah Nadia dan Rahmi terhenti karna terhalang oleh tiga orang cewek cantik. wajah nya tidak asing, dia adalah murid dari seberang sekolah Nadia dan Rahmi. Mereka adalah musuh terbesar Nadia, nama mereka adalah Manda, sandra dan Diana.
" Nadia : Mau apa lo ? " katanya dengan tatapan yang tajam
" Manda : gapapa. gue kesini cuman mau nantang lo doang kok, jangan takut gitu dong " katanya dengan tertawa yang berarti meremehkan.
" Nadia : lo kalo mau nyari ribut gausah sama gue deh, cari yang lain aja. ga penting banget ngedengerin omongan receh lo "
" Manda : lo ga mau dengerin omongan gue ? atau karna lo takut sama tantangan gue ? "
" Nadia : gue ? takut sama tantangan lo ? emang sebesar apa sih tantangan lo itu haaa ? "
" Manda : setau gue, lo nyari pacar pemilihkan ? sampe-sampe dari sekian banyaknya cowok yang ngedeketin lo, lo tolak mentah-mentah. gue yakin sih, cowok yang lo tolak mentah-mentah itu gaakan mau lagi sama lo "
" Nadia : to the point aja deh "
" Manda : gue mau nantang lo, lo datang ke birthday party gue sabtu ini sama cowok lo. lo harus bisa buktiin kalo dia bener-bener cowok lo, bukan cuman pura-pura dan satu lagi harus yang ganteng yaa, nanti disana kita voting gantengan cowok lo atau cowok gue "
" Nadia : itu doang ? kurang kerjaan banget sih lo" ok. sabtu kan ? tunggu kedatangan gue . terus gaada hal yang spesial gitu ? "
__ADS_1
"Manda : ada dong. kalo lo menang gue bakal jadi pembantu lo selama 1 minggu. sebaliknya, kalo lo kalah lo yang jadi pembantu gue selama 1 minggu. gimana ? "
" Nadia : ok . sampai ketemu besok malam "
Nadia bingung harus gimana, dia benar-benar gatau siapa yang harus dia ajak untuk besok malam. Malam nya Nadia pergi kerumah Rahmi untuk meminta tolong dan berdiskusi tentang besok malam.
" Nadia : Rahmi, gimana dong nih ? gue harus apa ? siapa coba yang mau gue suruh buat jadi pacar pura-pura gue ? gue gamau lah jadi pembantunya selama seminggu, bisa hancur ke kece an gue. Rahmi bantuin gue dong "
" Rahmi : Duh ... gimana ya Nad ? gue juga bingung. Emm ... atau lo minta tolong sama putra aja temen kita kelas sebelah yang pernah nembak lo. "
" Rahmi : kalo candra ? "
" Nadia : gamau "
" Rahmi : leo deh "
" Nadia : gamau Rahmi " mempertegas ketidaksetujuannya.
__ADS_1
" Rahmi : terus siapa dong ? emm ... atau Fauzan aja gimana mau ga ? "
" Nadia : ( langsung melihat Rahmi secara spontan) Fauzan ?
" Rahmi : iya Fauzan. kenapa ? Lo mau nya Fauzan ? wah ... bener-bener nih anak udah jatuh cinta banget ya sama Fauzan ? sampe-sampe maunya cuman Fauzan doang hahaha ... " katanya meledek
" Nadia : ihh .. apaan sih mi ? iya. bisa sih, si Fauzan jadi pacar pura-pura gue.Tapi dia kan ... "
" Rahmi : culun ? Nad masalah culun itu gampang. kita bisa aja kan make over dia. "
" Nadia : iya sih mi. tapi, diakan masih marah sama gue. "
" Rahmi : gue yakin dia maafin lo kok, lo coba aja minta maaf ke dia. diakan sayang sama lo, coba aja yaa "
" Nadia : emm ... iya deh mi, gue coba minta maaf ya sama dia. Yauda gue pulang ya mi, gue takut kemalaman gue jalan kaki soalnya."
" Rahmi : loh, lo jalan kaki ? kenapa ga bawa mobil lo ? "
" Nadia : yaelah mi, dekat doang naik mobil. manja banget sih. "
" Rahmi : iya sih, terus lo mau gue antar pulang ga ? "
__ADS_1
" Nadia : gausah deh mi, gue bisa sendiri kok. yauda gue pamit yaa, byeee "
" Rahmi : Byee, Hati-hati yaa "