Indah Cintaku

Indah Cintaku
Bab 11


__ADS_3

Windy membatalkan niatnya untuk pergi keluar Negeri. dan ia langsung menghampiri Fauzan. benar saja Fauzan nekat dan berusaha lompat dari pinggiran jembatan.


" Nadia : Fauzan " sambil memeluk Fauzan dari belakang


" Fauzan : Nadia ? kamu ngapain disini ? pergi !! lepasin aku ! "


" Nadia : Enggak ! aku gamau lepasin kamu sebelum kamu berhenti lakuin hal bodoh kek gini " Menangis


Nadia menarik perlahan Fauzan agar Fauzan jauh dari jembatan


" Nadia : Zan, kamu kenapa ngelakuin ini ? "


" Fauzan : Kenapa ? kamu masih nanya kenapa aku ngelakuin hal kek gini ? ini karna kamu ! kamu kan tau gimana aku tanpa kamu, aku ga bisa Nad. tolong ngertiin aku ! kalo kamu pergi aku bener-bener ga punya semangat hidup lagi " Menangis


" Nadia : Sayang ... Hey ... kamu ga boleh ngomong kayak gitu. kamu masih punya mama kamu, masih punya keluarga kamu "


" Fauzan : Pelengkap hidup aku itu kamu Nad. kamu ngerti ga sih hah ? kamu sekarang udah ninggalin aku, aku ga punya semangat lagi " Menundukkan kepala dan menangis putus asa


" Nadia : Kalo aku balik lagi sama kamu apa kamu masih ga punya semangat hidup lagi ? emm ? "


" Fauzan : Maksudnya ? " mengangkat kepalanya dan menatap Nadia

__ADS_1


" Nadia : Iya. Kamu bilang semangat hidup kamu aku kan ? sekarang aku ada disini sama kamu. kamu jangan lakuin hal bodoh kek gini lagi ya "


" Fauzan : Kamu kenapa pergi ? "


" Nadia : Kamu ingat. aku pernah bilang kalo setelah lulus aku bakal ngelanjut kuliah diluar negeri ? "


" Fauzan : Iya ? karna itu ? kok kamu ga bilang aku sih ? aku kan udah jadi salah sangka sama kamu "


" Nadia : Gapapa sayang. aku mutusin buat ga jadi kuliah diluar Negeri aku disini aja nemenin kamu"


" Fauzan : Yang ... Maaf " Menangis dan merengek


" Nadia : Hey ... kenapa gitu ? Gapapa sayang. aku juga maunya sama kamu terus kok, jagain kamu, ngerawat kamu selalu sama kamu "


" Nadia : Gapapa sayang. kita pulang sekarang ? "


" Fauzan : Iya ayukk "


" Nadia : Kursi roda kamu mana Yang ? "


" Fauzan : Itu diseberang Jalan Yang. Tadi aku tinggal disana terus aku ngesot kesini berharapnya pas aku ngesot nyebrang ada yang nabrak. eh ternyata gaada karna sunyi hehe gatau deh kenapa sekarang jadi ramai padahal tadi sunyi banget"

__ADS_1


" Nadia : Emm ... Yauda bentar aku ambil dulu ya "


Nadia pergi mengambil kursi roda Fauzan. setelah dapat kursi rodanya ia kembali menyebrang menghampiri Fauzan.


saat ia kembali menyebrang jalan, tiba-tiba ada mobil mengarah ke Nadia dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Fauzan terus memanggil Nadia untuk memberitahukan ada mobil yang mengarahnya. tetapi Nadia tidak mendengar karna ramainya kendaraan.


Sedikit lagi mobil itu mengenai badan Nadia ada seorang pria yang menyelamatkan Nadia. Tetapi pria itu sempat mengenai mobil itu hingga ia pingsan dan mengalami cedera ringan dibagian lengannya.


Mama Fauzan yang dari tadi menemani anaknya disebrang jalan melihat kejadian itu Mama Fauzan langsung menghampiri Nadia dan menelepon ambulan.


10 menit akhirnya ambulan datang dan membawa pria itu kerumah sakit. Nadia dan Fauzan serta Mama Fauzan juga ikut kerumah sakit memastikan bahwa pria itu baik-baik saja.


Tidak lama ... Dokter keluar dari ruangan pria itu. Nadia langsung menanyakan keadaannya.


" Nadia : Dok ... Gimana keadaan pria itu ? "


" Dokter : pria itu tidak apa-apa hanya saja mengalami shok dan cedera ringan "


" Nadia : apa pria itu sudah sadar dok ? "


" Dokter : sudah "

__ADS_1


" Nadia : Boleh kami menjenguknya ?"


" Dokter : Iya Boleh, silahkan "


__ADS_2