
Nadya : Engga, ga mungkin kek gitu.
Dosen Aldi : kalo kamu ga percaya kita tanya langsung aja sama Papa kamu. mungkin mereka punya jawaban yang sama.
Nadya : Yauda yukk
Dosen Aldi dan Nadya keluar dari kamar. Dengan Nadya yang masih lemas, Nadya jalan dengan sangat perlahan. Dosen Aldi ingin membantu tetapi ia teringat dengan kata - kata yang baru saja di ucapkan Nadya Tadi.
Nadya : Ma, Pa
Papa Nadya : Wah, kalian sudah kompak saja ya. Papa senang melihatnya
Nadya : Pa, ada yang mau aku dan Aldi tanyakan
Papa Nadya : Ya, silahkan saja
Nadya : Pa, aku dan Aldi sudah sepakat untuk membatalkan perjodohan ini. kami punya pilihan kami masing - masing Pa.
Papa Nadya : Benar Aldi ?
Dosen Aldi : Iya Om
Papa Nadya : apa kamu sudah menanyakan ini sebelum sama Papa kamu ?
Dosen Aldi : Sudah Om
Papa Nadya : Lalu apa kata Papa mu ?
Dosen Aldi : Papa bilang Papa ga bisa membatalkan perjodohan ini karena ini bagian dari impian Papa dan Om untuk menjodohkan kami sejak SMA
__ADS_1
Papa Nadya : Lalu kamu bilang apa ?
Dosen Aldi : saya hanya diam Om, karena takut menyakiti perasaan Papa saya.
Papa Nadya : Bagus.
Nadya : Pa, tapi pa ...
Papa Nadya : Nadya ! Papa sudah bilang sama kamu gaada pembatahan !
Nadya : Papa egois ! aku benci sama Papa
Nadya pergi ke arah luar rumah dengan menangis. Ia mencoba menghubungi Fauzan dan untungnya Fauzan langsung mengangkat telpon Nadya
- telepon On -
Fauzan : Nadya, kamu kenapa sayang ? ada yang nyakitin kamu ?
Nadya : Bukan cuman nyakitin Yang, tapi semua nyiksa aku. Papa dan Mama ku sendiri yang ngebuat aku ngerasa seperti di penjara, harus ngikutin semua kemauan mereka.
Fauzan : Sayang ... heii .. kamu tenang dulu ya. Sekarang kamu siap - siap kita ketemu di taman tempat biasa kita, Ok. kamu hati - hati ya
Nadya : Iya Yang
- Telepon Off -
Nadya masuk kembali ke rumah dan ke kamar tanpa menghiraukan Mama, Papa dan Dosen Aldi.
lalu Nadya kembali keluar dengan pakaian yang sudah rapi.
__ADS_1
Papa Nadya heran dan menanyakan Nadya akan pergi kemana
Papa Nadya : Nadya, kamu mau kemana Nadya ?
Nadya tidak menghiraukan Perkataan Papa nya, Nadya lewat seperti tidak ada orang. Nadya sangat kesal dengan Papa nya. mungkin dengan sikap Nadya yang sedikit lebih keras Nadya berharap Papa nya akan berubah.
Nadya pergi menemui Fauzan, dengan mata yang masih sembab.
Fauzan : Hai ... sayang
Nadya : Hai ... Yang
Fauzan : Ok, kamu cerita sama aku sekarang
Nadya : Bawa aku pergi Yang, bawa aku pergi kemana pun kamu mau. aku mohon, aku ikut sama kamu
Fauzan : Yang, kok kamu ngomong nya gitu sih ? ada apa ?
Nadya : perjodohan aku sama Dosen itu ga bisa di batalin Yang, aku gamau di jodohin sama dia. ( menangis )
Fauzan : ( hanya diam dan berpikir ) Yang .... aku mau nanya deh sama kamu. Dosen itu baik kan sama kamu ?
Nadya : Iya, dia emang baik. tapi aku ga ada rasa apa - apa sama sekali ke dia.
Fauzan : Yang, setelah aku pikir - pikir kayaknya kamu terima aja deh perjodohannya.
Nadya : ( Nadya terkejut dengan kata - kata Fauzan ) Maksud kamu Yang ?
Fauzan : Yang, hidup kamu akan lebih terjamin kalo kamu hidup sama dia. kamu bisa miliki apapun yang kamu mau.
__ADS_1