
Fauzan pergi meninggalkan kelas, Nadia bingung kenapa malah Fauzan yang dihukum tetapi sebenarnya Nadia sudah mengetahui bahwa Fauzan lah yang berkorban untuknya lagi. dengan mengubah nama buku Fauzan menjadi Nadia, di sisi lain Rahmi (teman sebangku Nadia) selalu memberikan penjelasan kenapa Fauzan bisa sebesar itu berkorban untuk Nadia
" Rahmi : Nad, lo lihat tuh Fauzan lagi-lagi berkorban buat lo, coba deh sekali-sekali lo lihat ke dia. dia itu sayang banget sama lo Nad." kata rahmi menjelaskan dengan sungguh-sungguh
" Nadia : apaan si Rahmi ? kok malah belain cowok culun itu ? ini bukan karna lo sukakan sama dia ? kalo suka gapapa juga sih, ambil gih " kata Nadia dengan sedikit sombong dan langsung mengalihkan pembicaraan
2 jam berlalu, pelajaran bu' siska selesai.
tampak dari wajah Fauzan ia sedang menahan diri untuk tetap berdiri di lapangan.
tetapi semakin ia berusaha semakin sakit kepalanya hingga akhirnya Fauzan pusing dan pingsan.
Fauzan langsung dibawa keruang UKS, perawat yang di tugas kan disana langsung mengoleskan minyak angin pada bagian kening Fauzan, dan juga di hidung.
Fauzan akhirnya sadar, ia melihat di sekeliling nya. Fauzan sedikit terkejut melihat wanita yang berada disamping kanan nya. yaa ... dia Nadia
__ADS_1
"Fauzan : Nadia ? " katanya dengan semangat dan senyuman yang manis
" Nadia : Gimana keadaan lo ? " dengan berpura-pura perhatian
" Fauzan : udah lebih baik kok, karna ada kamu disini"
" Nadia : ehh, jangan ke PD an deh, gue kesini cuman mau bilang makasih karna tadi lo udah nolongin gue, meskipun jadinya elo yang dihukum, dan ...
maaf, jdi buat lo kek gini "
" Fauzan : (" emm ... senangnya diucapin makasih sama bidadari akuu" katanya dalam hati)
" Nadia : (" aduhh ... mulai ke PD an beneran deh ni anak, cari alasan aja deh biar cepat-cepat pergi dari sini" katanya dalam hati)
emm ... seneng yaa ? yauda deh, gue kan udah ucapin makasih, lo juga udah sadar kan, gue balik kekelas yaa .. dahh " katanya sambil beranjak pergi
__ADS_1
Fauzan sangat senang, ia langsung semangat dan memutuskan untuk pergi ke kelas, berharap bidadari nya mau ngobrol lagi dengannya. didepan pintu kelas Fauzan mendengar pembicaraan seseorang, suara itu tidak asing baginya.
Fauzan membuka sedikit pintu dan melihat Nadia sedang berbicara dengan Rahmi
" Rahmi : Nad, lo sehat kan ? ada angin apa nih kok lo tumben ngucapin makasih sama sih Fauzan ? "
" Nadia : iya mi. habis nya yaa, gue tuh kasian banget sama dia terlalu berharap sama gue. lagian yaa, siapa sih yang mau sama cowok culun kek gitu ? tadi itu gue terpaksa aja ngucapinnya " katanya tanpa merasa bersalah
" Rahmi : ya ampun Nad, lo jahat banget sih" katanya dengan sedikit tertawa
" Nadia : lagian dia sih terlalu berharap banget, cowok kek gitu pantesnya dikerjain tau gak ? "
" Rahmi : dikerjain gimana maksud lo ?"
" Nadia : iya, gue mau buat dia baper sebaper-bapernya habis itu gue bilang deh ke dia ( lo itu harusnya sadar diri dong, cewek cantik kek gue itu cocoknya sama pangeran. tapi elo juga pangeran sih, pangeran kodok yang bermimpi )" katanya sambil tertawa terbahak-bahak dan diikuti oleh Rahmi.
__ADS_1
Fauzan yang terus mendengarkan langsung patah semangat dan kecewa tanpa terasa air matanya mulai jatuh membasahi pipi, padahal ia sudah terlalu berharap ada kemajuan pendekatannya dengan Nadia karna kejadian PR tadi ternyata tidak sama sekali.
Fauzan mengambil nafas panjang dan membuangnya secara perlahan, dihapusnya air mata dan mencoba untuk setenang mungkin, ia berfikir inilah saat nya ia harus mundur dari perjuangan cintanya. Fauzan menyerah untuk mendekati Nadia dan berjanji tidak akan ikut campur lagi tentang Nadia.