Indah Cintaku

Indah Cintaku
Bab 5


__ADS_3

Nadia pulang dengan sedikit mempercepat langkahnya, takut hal yang tidak diinginkan terjadi. tetapi benar saja, ada 2 preman berbadan besar dan berotot mendekati nya.


" Preman 1 : Hai cantik. buru-buru banget sih, mau kita anterin ga ? " katanya menggoda


Nadia tidak menghiraukan pertanyaan kedua preman itu, ia terus berjalan tetapi ia tetap di jegat.


" Preman 2 : Mau kemana sih ? mending temenin kita yuk, nnti kita kasih lebih deh "


" Nadia : Apaan sih ? Tolong !! tolonggg !! " Nadia berteriak sekeras mungkin, berharap ada orang yang mendengar suaranya dan menolongnya.


Dan benar saja. seorang pria yang kebetulan lewat di jalan yang sama tempat Nadia digangguin oleh kedua preman itu. dia langsung menghajar preman-preman itu dan menyelamatkan Nadia. tangan sebelah kanan pria itu terluka karena menghajar kedua preman itu. siapa pria itu ?


Yaa ... dia adalah Fauzan. Si pria culun yang berhenti memperjuangkan cintanya, karena cintanya yang tidak pantas untuk diperjuangkan.


" Nadia : Fauzan ? " katanya kaget

__ADS_1


Fauzan hanya diam


" Nadia : zan, tangan lo.. " Katanya dengan khawatir dan memegang tangan Fauzan


" Fauzan : Aku gapapa kok. ( sambil melepaskan tangan Nadia dari tangannya.) lain kali, jangan jalan Sendirian apalagi ditempat sepi kek gini. Yauda, aku duluan ya. hati-hati pulangnya. " katanya cuek


" Nadia : Fauzan , tunggu ! "


" Fauzan : apa ? "


" Fauzan : Maaf, aku buru-buru. permisi " beranjak pergi


" Nadia : Fauzan.


gue minta maaf, lo jangan gini dong sama gue, jangan cuek. gue mohon balik lagi jadi Fauzan yang dulu. gue mohon zan. " matanya mulai berkaca-kaca

__ADS_1


" Fauzan : ( menghentikan langkahnya dan berbalik arah menghadap Nadia ) emang kalo aku berubah gini apa hubungannya sama kamu ? selama ini kamu kan yang mau aku ga ganggu hidup kamu lagi ? sekarang udah aku turutin. terus mau kamu apa ? Maaf ? aku udah maafin kamu. "


" Nadia : enggak ! lo belum maafin gue. kalo lo emang udah maafin gue, lo pasti ga cuek kek gini ke gue. yakan ? ( menangis ) please zan, gue mohon. balik ke sikap awal lo, gue ga ngerasa ke ganggu kok, justru gue malah senang. "


" Fauzan : udah ngomongnya ? Maaf ya Nad. aku ini bukan Fauzan yang dulu, yang bisa seenaknya kamu suruh ini itu. dan bodohnya aku, aku nurutin apa kata kamu. sejauh ini aku udah bersyukur banget akhirnya aku bisa bersikap kayak gini sama kamu, itu buat aku jadi lebih baik. jadi, tolong jangan jadi kamu yang terus ganggu aku. aku sangat-sangat merasa terganggu. kamu ga perlu capek-capek ngeluarin kata-kata manis kek tadi. aku tau, bagi kamu aku cuman pangeran kodok yang bermimpi bisa dapatin cewek secantik dan sekece kamu. yakan ? tapi aku malah bersyukur. bersyukur karna aku dijauhkan dari cewek sombong kek kamu. "


" Nadia : Zan, Maaf. jadi lo bener-bener dengar pembicaraan gue sama Rahmi waktu itu. gue ga bermaksud kek gtu zan. "


" Fauzan : terus kalo ga bermaksud kek gitu gmna Nadia ? haa ? aku tanya sama kamu. kamu nyia-nyia in orang yang tulus sama kamu, sampe kamu injak-injak harga dirinya apa aku masih harus bersikap normal ? haa ? " menangis


" Nadia : Maafin gue zan. ( semakin menangis) tolong kasih gue kesempatan buat perbaiki semuanya. gue mohon. gue gamau kita kek gini terus. " ( perlahan mendekati Fauzan dan memeluknya. )


Tapi ....


kalo lo emang bener-bener ga bisa maafin gue. gue ngerti.

__ADS_1


kalo lo maafin gue, lo biarin gue meluk lo untuk beberapa saat tapi kalo lo ga maafin gue lo bisa lepasin pelukan gue sekarang. "


__ADS_2