Indah Cintaku

Indah Cintaku
Bab 16


__ADS_3

Fauzan : Sayang ...


Nadya : Iya ( tanpa melihat ke arah Fauzan )


Fauzan : Kamu tadi abis nangis ya ?


Nadya : Emm, engga kok. aku ga nangis


Fauzan : Sayang, aku kenal kamu itu bukan 1 atau 2 bulan. jadi sedikit banyaknya aku tau tentang kamu. kenapa ? orangtua kamu lagi ya ?


Nadya : enggak kok, Oh iya aku udah siap makan nih, kita ke kelas yukk ( katanya sambil membereskan bungkusan nasinya tadi dan mengalihkan pembicaraan )


Fauzan : Sini peluk aku


Nadya : Emm ? ( sambil melirik ke arah sekitar )


Fauzan : Gaada orang kok, sini peluk


Nadya memeluk Fauzan dengan sangat erat, bagi Nadya kehangatan tubuh Fauzanlah yang paling nyaman, bahkan lebih dari tempat tidurnya.


Fauzan : Kalo kamu lagi ada masalah, kamu cerita sama aku, jangan kamu pendam sendiri kek gitu. kalo masalah kamu, kamu pendam sendiri terus apa gunanya ada aku disini ?


Nadya : Iya, Maaf Yang


Fauzan : Yauda kali ini aku Maafin, tapi lain kali engga. Yauda jangan mewek lagi ahh, ntar cantik nya ilang loh. yauda kita ke kelas yukkk aku anter kamu ya


Nadya dan Fauzan memang satu universitas, tapi mereka beda jurusan dan beda kelas


Sesampainya di kelas Nadya

__ADS_1


Fauzan : Kamu gapapa disini sendiri ? atau mau aku temenin dulu ?


Nadya : Gapapa sayang aku sendiri aja


Fauzan : Ok kalo gitu, aku ke kelas ya. kelas aku di samping kelas kamu kok. kalo ada apa-apa panggil aku ya


Nadya : Iya Yang, Makasih ya


Fauzan : Iya ( sambil mengecup kening Nadya )


Tidak berapa lama kelas sudah di penuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi lainnya.


Oh iya, Nadya dan Rahmi beda universitas. tapi universitas mereka ga terlalu jauh kok.


Di kampus, Nadya berteman dengan teman yang tak jauh duduknya dari kursi Nadya. Namanya lndah, dia baik, dan juga ramah


Indah : Haii Nadya ...


Indah : kenalin aku indah ( sambil mengulurkan tangan )


Nadya : aku Nadya ( menjabat tangannya Indah )


Indah : Oh iya, salam kenal ya Nadya


Nadya : Iya, salam kenal juga Indah


Indah : Jam pulang nanti, mau makan di kantin dulu ga bareng aku ?


Nadya : Boleh

__ADS_1


Indah : Ok deh


Di tengah perbincangan Indah dan Nadya, Dosen masuk dan mengajar. Kelihatannya Dosennya baik, masih muda dan juga ganteng. Sepanjang perjalanan Dosen dari parkiran hingga ke kelas semua tatapan mahasiswi mengarah ke Dosen itu, bahkan saat mengajar. Entah mereka emang fokus sama semua apa yang di bilang oleh Dosen Aldi atau emang mereka hanya memperhatikan kegantengan Dosen Aldi.


Bagi Dosen Aldi, itu hal yang sudah biasa.


Dosen Aldi : Apa kalian mengerti ?


Semua terdiam, dan langsung mengalihkan pandangannya.


Tiba - tiba pandangan Dosen Aldi mengarah ke Nadya, karena hanya Nadya lah yang kadang memperhatikannya kadang juga tidak. Nadya beda dari yang lain.


Dosen Aldi : Heii, kamu ( menunjuk ke arah Nadya )


Nadya tidak menyadari bahwa dirinya di panggil, untungnya Indah segera memberitahu Nadya bahwa Nadya sedang di tanya oleh Dosen


Nadya : emm, ya Pak ? ( katanya spontan )


Dosen Aldi : siapa nama kamu ?


Nadya : Nadya Pak


Dosen Aldi : Apa kamu mengerti dengan apa yang barusan saya jelaskan ?


Nadya : Ya ( katanya yakin )


Dosen Aldi : Bisa bantu saya untuk menjelaskan kepada teman - teman kamu yang kurang mengerti ?


Nadya : Baik pak

__ADS_1


Dosen Aldi : Silahkan Maju


Nadya beranjak ke depan dengan yakin, meskipun terkadang Nadya antara memperhatikan dengan tidak. tapi dia tetap mendengarkan setiap kata yang di ucapkan oleh Dosen Aldi.


__ADS_2