Istri Genit Mas Faaz

Istri Genit Mas Faaz
MENYEMBUNYIKAN


__ADS_3

Mey terlihat telah keluar dari kamar mandi, yang entah mengapa Faaz mulai mengabaikan, siapa itu "My Be" yang menelpon istrinya. Entah sampai kapan, Faaz mulai melunakkan hati kemanjaan istrinya yang telah kembali pulang.


Faaz memang menatap Mey, masih kekanak kanakan. Tapi ia yakin, Mey perlahan akan berubah dan dewasa. Sehingga ia memahami arti dalam bahtera yang mereka jalani adalah sebuah keutuhan dan cinta yang erat. Entah mengapa Faaz takut, jika Mey semakin jauh.


"Sayang, nasi goreng sudah siap. Ayo selagi hangat!" senyum Faaz.


"Makasih, mas tapi kenapa cuma satu piring?" ucap Mey, yang saat itu menaruh handuk, setelah mengeringkan rambutnya.


"Aku sudah kenyang, tapi jika kamu memaksa kita makan berdua saja."


"Heuumph! Mas, kamu benar benar manja." gerutu Mey, yang saat itu memakai piyama bertali satu, menghampiri suaminya.


Hingga saat itu, Mey merasa hidupnya tidak bisa menebak. Sosok suaminya itu selalu galak, marah marah dan membuat Mey merasa tak nyaman. Tapi saat ini, melihat Faaz memperlakukannya memang selalu di anggap ia mirip mendiang sang papa, yang ketika ia malas dan meminta dibuatkan makanan kesukaannya. Faaz tak pernah menolak, sehingga Mey kala itu mendekat dan duduk mengambil sendok garpu.


Bismillah! Aaaakh ...


"Mmmmh .."


"Gimana..?"


"Enak mas, udangnya aku mau yang besar."


Faaz terlihat seperti menyuapi seorang anak, perlahan suapan itu habis. Sehingga Faaz, senyum dan menyentuh bibir Mey, dengan tangannya.


"Dasar bocil! Makan saja bisa menempel nasi di bibir." lirihnya.


"Heuuumph! Aku bukan bocil Faaz." gerutu Mey.


"Hehehe .. Aku bercanda sayang. Habis kamu lucu, sampai kapan kamu seperti ini makan."


Tak ada habisnya saat Faaz menasehati cara makan Mey yang berantakan. Seolah Mey tak terima, bahkan saat Faaz mengambil sapu dan menyapu lantai, ada beberapa nasi yang bececeran. Hal itu, memang Mey selalu malas dan meninggalkan sisanya disana.


"Lain kali cara makan, di atur agar rapih ya bocil!" ledek Faaz.


"Auuuh .. akh, kalau gitu aku mau tidur duluan." sebal Mey.


"Ey! Habis makan sayang. Jangan dulu tidur!"

__ADS_1


"Kenapa emangnya ...?"


"Latihan bikin anak dulu, bersiaplah!" senyum Faaz, yang saat itu meletakkan sapu.


Oh ..astaga! Latihan bikin anak, tunggu dimana pil kb aku letakkan ya?! sibuk Mey. Yang jika Faaz meminta jatah, ia selalu saja mencari air putih dan segera meminumnya.


"Ah ini dia, aduh tunggu ini tgl berapa ya. Aku jadi blank gini, yang mana aku ambil." cercah Mey, yang saat itu salah ambil tanggal dan meminum pil kb, hanya karena Mey belum siap punya anak.


Faaz yang saat itu telah kembali, ia membuka kaosnya dan mengenakan boxer saja. Menatap ponselnya yang berdering.


Tlitht!


"Sayang, aku angkat telepon dulu ya." melirik Mey, yang duduk tegang di ranjang king size.


Heeuuumph!!


Faaz yang sedang menerima panggilan, Mey menatap setiap inci seluruh milik Faaz. Ideal ya! Bisa dibilang pria ideal, tapi entah kenapa Mey jadi memikirkan Brian. Ia pun menatap ponselnya dan melihat banyak pesan. Mey membulatkan matanya ketika notif pesan yang tiba muncul.


Oh astaga Brian! Dia mencariku, dan kerumah mama?! Benak Mey. Yang saat itu juga bringsut, ketika Faaz kembali. Mey meletakkan ponselnya setelah menghapus chat Brian.


"Kenapa, kamu habis hubungi siapa, kok tegang?" senyum Faaz yang tiba saja menatap istrinya itu.


"Ah, aku balas chat mama. Aku lupa kabarin mama, kalau malam ini aku pulang dengan mas." kilah Mey, mengumpat.


"Mey! Aku mau kita berbaikan, melupakan masalah kemarin. Aku akan menunggu kesiapan kamu menantikan anak. Karena aku tidak ingin kehilangan kamu Mey. Janji sama aku, apapun itu jaga hatimu untuk aku. Jangan nodai kepercayaan aku!"


Deuugh!


Perkataan Faaz membuat Mey, merasa tersindir. Apakah Faaz sudah tahu, atau ini merupakan firasat. Mey juga bingung dengan isi hatinya, tapi ia tidak mengelah jika hatinya saat bertemu Brian. Ia kembali menaruh rasa, bukan hal yang mudah jika Brian kembali dengan perasaan yang sama, pada Mey. Mey hanya tahu, ia dan Brian dulu saling mencintai dan kembali bertemu, perasaan mereka masih sama. Mey dan Brian menerima apa adanya Mey, yang telah menikah tapi Brian masih mengharapkannya seperti dulu.


"Mey, kamu dengar aku bicara?"


"Ya mas Faaz... Kenapa?" tanya balik Mey.


"Kenapa kamu kok diam?"


"Mas, aku hanya terharu saja."

__ADS_1


Reflek ketakutan Mey, ia langsung memeluk Faaz tanpa kaos. Hingga desiran Faaz yang saat itu time yang tepat, ia mulai mencium aroma tubuh istrinya setiap inci. Mey, yang hanya menelan saliva dan terkejut hanya bisa diam ketika Faaz sudah merubahnya membawanya ke surga dunia.


Dan ketakutan Mey saat itu, terlupakan begitu saja. Membuat Mey masih mencari, meyakini jika cinta sejati yang ia tahu adalah mereka yang saling mencintai, dan Mey yakin cinta sejatinya hanya pada Brian. Hanya saja karena perjodohan membuat Mey terikat pada sosok pria yang telah jadi suaminya ini.


Esok Paginya :


Mey yang telah bangun, ia membuka matanya. Ia sudah melihat Faaz rapih dengan kemejanya.


"Kamu udah bangun?" celoteh Mey.


"Hari ini aku akan terbang ke singapore. Temanku sesama dokter, membutuhkan bantuan. Maaf! Hari ini hari libur, aku tidak bisa menemani kamu."


"Mas Faaz kok ga bilang, seenggaknya aku bisa mempersiapkan diri. Lihat! Masa aku antar kamu dengan kucel gini, sementara kamu wangi." omel Mey.


"Kamu sudah terlalu lelah semalam! Mas ga akan lama, paling lama tiga hari."


"Haaah. Apa .. 3 hari, baiklah mas. Aku bersiap ke kamar mandi. Aku antar mas sampai depan ya?!"


"Istirahat lagi saja sayang! Kabarkan mas jika kamu ingin bertemu teman! Pulang ke rumah ini, sebelum pukul 4 sore."


Mey perlahan senyum, setelah Faaz pamit dan mengecup keningnya. Entah mengapa saat punggung Faaz menghilang, Mey merasa bersalah karena telah menduakan hatinya, apalagi menyalahgunakan kepercayaan suaminya.


"Maafkan Mey .." lirihnya, penuh bimbang, lalu menarik selimut lagi.


Tlith!


Tiba saja dering ponsel Mey berdering. Mey meraihnya dan itu adalah nomor "My Be"


Brian? Sepagi ini dia nelpon aku ..


Tbc.


Dukung terus IGM FAAZ--- Author sedang crazy Up judul : Pegantar Box Jutawan & Hasrat Cinta, usahakan end akhir bulan ini. Yuks mampir sambil tunggu lanjutan!!


Stay terus kisah Dokter Faaz Ya! Akan delay Up, karena proses kontrak.


--- Happy Reading All ---

__ADS_1


__ADS_2