Istri Genit Mas Faaz

Istri Genit Mas Faaz
MULAI SAYANG


__ADS_3

Ke Esokan Harinya.


Mey kemudian duduk di samping Faaz, Mey merasa begitu penasaran dengan kejutan yang akan Faaz berikan padanya.


“Mana kejutannya?” tanya Mey dengan manja.


Faaz meraih sebuah amplop yang berisi dua lembar kertas dari dalam sana.


“Ini kejutannya, lihatlah!”


Mey meraih amplop tersebut dan melihat isi di dalamnya, dalam beberapa detik Mey tampak terdiam, Mey bahkan sampai membungkam mulutnya tak percaya.


“Maldives?”


“Yaaaa!”


“Kamu mau ajakin aku ke Maldives, ini serius?”


Ternyata, isi dari amplop tersebut adalah dua tiket penerbangan menuju Maladewa.


“Yaaa. because it is your dream!”


“Yes it’s my dream .. Tapi tunggu dulu deh, kamu tahu dari mana kalau aku pengen banget ke Maldives?”


“Aku selalu tahu apa yang kamu inginkan dari dulu Mey."


“Wait, kamu bilang kamu selalu tahu apa yang aku inginkan. Itu artinya dari dulu kamu uda banyak cari tahu tentang aku?”


“Ya, bahkan jauh sebelum pak Denis meninggal dan mungkin jauh sebelum kamu mengenalku, aku sudah banyak mencari tahu tentang kamu Mey,” jelas Faaz.


Berhasil membuat Mey terpanah. “Tapi kenapa?”


“Karena aku sudah mencintaimu dari dulu, aku telah jatuh hati padamu Mey!”


Deg.


Mey termangu, namun di sisi lain ia juga merasa begitu terharu dengan apa yang Faaz ucapkan. Ternyata alasan kenapa Faaz sangat setuju dengan wasiat perjodohan itu karena ia telah jatuh hati pada Mey sejak dulu.

__ADS_1


“Aku pengen peluk kamu deh,” ucap Mey dengan mata berbinar.


Saat itu pula Faaz langsung merentangkan kedua tangannya.


Dengan penuh haru Mey menghempaskan tubuhnya kedalam dekapan hangat sang suami. Hari ini Mey berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan mulai belajar untuk mencintai Faaz meskipun itu akan membutuhkan waktu yang panjang.


Namun mungkinkah kisah cinta Faaz dan juga Mey akan terus berjalan mulus seperti sekarang? bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa awal pernikahan yang bahagia bukanlah akhir dari sebuah kisah cinta yang sesungguhnya. Namun justru itu semua adalah awal dari segalanya.


Hari Berganti Bulan Ke Tahun.


Setelah lulus dari kuliahnya. Faaz memang menunda anak sampai Mey lulus. Sehingga kala ini hidup mereka amat bahagia layaknya orang pacaran.


Satu Tahun Pernikahan.


Mey, memarkirkan mobil sedannya di dalam garasi, di saat yang bersamaan pula, pandangan wanita cantik itu beralih menatap kearah jam tangan yang sedang ia kenakan.


“Aduh, uda jam sembilan pasti mas Faaz bakal marah banget aku pulang jam segini,” ucap Mey.


Karena terlalu asik pergi bersama Sheila dan Marsha membuat Mey, lupa waktu. Mey berharap Faaz tidak akan memarahinya.


Dengan satu helaan nafas, Mey pun melepaskan seat belt yang sedari tadi melingkar ditubuhnya. Mey berjalan turun dari dalam mobil.


Disaat Mey memasuki ruang tamu, ia tak menemukan keberadaan siapapun di sana.


“Kemana Faaz, biasanya kalau aku pulang telat dia uda nungguin di ruang tamu sambil berdiri, apa dia uda tidur?” tebak Mey yang terus berjalan.


Sampai akhirnya Mey melewati halaman belakang. Langkahnya pun seketika terhenti, tak kala melihat seperti ada sesuatu yang berbeda di taman belakang rumahnya.


Mey melangkah keluar dan berjalan menuju taman, Mey terkejut ketika melihat banyak sekali lampu dan juga taburan mawar berbentuk hati.


Sebuah meja makan dilapisi kain putih juga ada di sana, tak hanya itu banyak pula hidangan makan malam yang tersaji di atas sana.


Mey menatap sekelilingnya, ia tak menemukan keberadaan siapapun.


Hingga tiba-tiba!


“Aku sudah menunggu lama,” ucap seseorang dari arah belakang.

__ADS_1


Mey langsung menoleh ke asal suara tersebut dan saat itu pula ia melihat kehadiran Faaz yang tampak rapi dengan kemeja putih.


“Mas Faaz, kamu yang siapkan semua ini?” tanya Mey.


Faaz menghela nafas, ia berjalan mendekat kearah istri kecilnya itu.


“Jika bukan aku, lalu siapa lagi. Pasti kamu lupa kan ini tanggal berapa?” ucap Faaz sembari mengangkat kedua alisnya.


Mey, tampak terdiam sejenak, ia bahkan masih belum mengerti akan maksud ucapan sang suami.


“Ini tanggal 17 november, memangnya ada apa?” jawab Mey


Faaz mendengus kesal, pandangannya juga beralih kearah lain. Bahkan Mey sama sekali tidak mengingat apapun.


“Mas Faaz aku.....oh astaga, ya ampun!” sambung Mey yang akhirnya mulai mengingat sesuatu, Mey bahkan terlihat menepuk pelan jidatnya.


“Sudah ingat sekarang?”


“Iya aku ingat, hari Anniversary pernikahan kita kan? Mas, I’m soryy, aku benar-benar lupa,” ucap Mey.


Merasa bersalah Mey pun langsung mengeluarkan jurus andalannya yaitu bermanja dibahu sang suami, yang akhirnya berhasil membuat Faaz luluh.


“Maafin aku yah, pleasee!”


“Oke, tapi aku mau mulai sekarang kamu harus lebih perduli lagi tentang hari-hari penting kita, mengerti!"


“Iyaaaa suamiku, tapi ngomong-ngomong kamu beneran nyiapin semua ini untuk aku?” sambung Mey sembari menatap sekeliling.


“Yaa, just for you!” jawab Faaz seraya mengecup lembut dahi Mey. Sangat Romantis!


“Sweet banget sih kamu!”


“Yasudah ayo kita makan malam, makanannya sudah dingin karena menunggu kamu yang terlalu lama.”


“Iya suamiku ganteng."


Mey an Faaz kemudian makan malam bersama, keduanya saling berbincang singkat sampai makanan mereka habis, Faaz tampak menyapu pinggir bibirnya dengan tisu dan mulai menatap Mey dengan raut wajah yang serius.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2