Istri Genit Mas Faaz

Istri Genit Mas Faaz
HARI PERTAMA


__ADS_3

Pagi ini Mey, bangun lebih awal, suasana hatinya begitu buruk sejak pertengkaran tadi malam dengan Faaz.


Jika bukan mengingat hari ini adalah hari pertama Mey magang di salah satu perusahan kesehatan, pasti Mey akan memilih menenangkan diri di tempat yang sunyi.


Tidak! Tidak! Mey tak boleh menjadi wanita yang lemah hanya karena ucapan menyakitkan dari seorang lelaki.


Dengan semangat yang dipaksakan, Mey tampak bersiap, ia mengenakan setelan blazer berwarna coklat dengan dalaman putih senada dengan warna celananya. Dengan rambut terurai, Mey, memoles wajahnya dengan make up tipis.


Sebelum beranjak pergi dari dalam kamar, Mey menoleh kilas kearah ranjang, ia menghela nafas, bahkan tadi malam Faaz memilih untuk tidur di luar, ia sama sekali tidak memperdulikan perasaan Mey.


“Ah sudahlah, aku akan semakin pusing jika terus memikirkannya,” ucap Mey yang kemudian berjalan keluar dari dalam kamar.


Mey, melangkah menuju lantai dasar, sebelum berangkat tentunya Mey wajib sarapan terlebih dahulu. Namun baru saja tiba di depan meja makan, Mey langsung bertemu dengan Faaz.


Wajah Faaz begitu dingin, pandangannya fokus menatap kearah surat kabar, meskipun menyadari akan kehadiran Mey, namun Faaz sama sekali tak perduli.


Mey memilih duduk sedikit menjauh dari lelaki tampan itu, bibi Ran .. yang juga berada di sana langsung bisa menyadari bahwa saat ini kedua majikannya tengah terlibat perang dingin.


Namun bibi Ran.. tak berani mengucapkan satu katapun, ia hanya menghidangkan sarapan pagi lalu kemudian pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.


Di saat sarapan, hanya keheningan yang menyelimuti pasangan suami-istri tersebut, tak ada satu pun diantara mereka yang sudi untuk membuka topik pembicaraan.

__ADS_1


Suasana begitu dingin, sampai akhirnya Faaz terlihat menyudahi sarapannya, lelaki tampan itu berdiri dan pergi berlalu begitu saja, meninggalkan Mey sendiri di meja makan, tanpa mengatakan apapun.


Mey yang kesal langsung membanting sendok dan juga garpu. Tangis Mey pecah, ia benci sikap dingin Faaz dan dia benci jika Faaz bersikap seolah tak memperdulikannya.


“Nyonya, apa anda baik-baik saja?” tanya bi Ran .. yang datang dengan tergesa-gesa tak kala mendengar suara sendok yang Mey sengaja membanting.


Mey langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia dengan cepat menyeka air matanya.


“Aku baik-baik saja bi, kalau begitu aku permisi dulu ya,” Mey beranjak berdiri.


“Tapi Nyonya, makanannya belum habis, bukannya hari ini adalah hari pertama nyonya magang, nyonya harus makan yang banyak biar ada tenaga.”


“Tidak apa bi, nanti aku akan lanjut sarapan di luar saja. Ya sudah, aku pergi dulu ya bi.”


***


Sementara Di Berbeda Tempat.


Di sebuah perusahan apoteker Rumah sakit Resmi, terlihat seorang pria dengan setelan jas bermerek memasuki gedung.


“Pagi pak!”

__ADS_1


“Pagi.”


“Selamat pagi pak!”


“Selamat pagi.”


Begitulah kiranya sapaan hangat dari beberapa karyawan, sepanjang lorong gedung bahkan lelaki tampan itu terus mengulas senyuman, ia begitu ramah meskipun itu pada bawahannya sendiri.


“Rudi, bagaimana apakah Nisa sudah bisa masuk hari ini?” ucap pria tampan itu menanyai Nisa—Sekretaris Pribadinya.


“Nisa belum bisa masuk kantor pak karena dia akan melahirkan lebih awal.”


“Apa? Nisa akan melahirkan lebih awal? Oh astaga, bagaimana ini, aku sangat membutuhkannya.”


“Bapak tenang saja, ada karyawan magang yang akan masuk hari ini, dia bisa menggantikan Nisa untuk sementara.”


“Astaga Rudi, bagaimana bisa kau menyuruh karyawan magang untuk menggantikan Nisa. Dia bahkan belum memiliki pengalaman bekerja, sudah carikan karyawan yang lain saja.”


“Tapi pak untuk saat ini karyawan yang lain sedang sibuk di bagian mereka masing-masing, dan mereka banyak yang tidak mau jika dialih tugaskan menjadi sekretaris sementara.”


Tbc.

__ADS_1


Yuks, kasih author amunisi semangat! jejak like dan komentarnya.


~ Happy Reading ~


__ADS_2