Istri Genit Mas Faaz

Istri Genit Mas Faaz
SALAH DIDIKAN


__ADS_3

Aku ga sangka deh! kita bakal ketemu satu pasien, kamu Tau Faaz. Tuan Grey, itu pasien VVIP yang keren. Anehnya dia hanya mau aku yang datang ke rumah, eh ga sangka kita terlibat dalam satu pasien, di rumah sakit ini.


Faaz terus mendengarkan cerita Naila, sesama dokter itu membuat Faaz, kembali dekat meski sebatas sahabat. Faaz sedikit canggung, kala Naila pernah menyatakan perasaannya. Tapi ia teteplah profesional, meski ia bersama Naila karena terlibat satu pasien VVIP. Tetap saja pikiran Faaz, berada di Mey, entah kenapa istri manjanya itu sulit dihubungi, tidak seperti biasanya.


"Kamu sudah menangani Tuan Grey, sejak kapan Naila?"


"Sejak aku mau pindah ke tempat terpencil, nyatanya selama dua bulan aku bertemu di rumah sakit Ternate, lalu ia hanya berkunjung gitu, tinggal tetap ya di Singapore ini! di sana tempat lahirnya keluarga mereka. Lucu ya! konon pasien itu hanya ada dua yang ia percaya, yaitu kita sekarang!" bisik Naila, dengan tawa renyahnya.


"Wah, serius. Pantas saja saat mereka memanggil kita, ia membayar satu kunjungan seharga mobil Alphard! kaya, unlimited pasti dia."


"True! nyatanya kita dokter yang bukan Abal Abal Faaz! kita juga merawat pasien dengan detail tanpa celah iming iming rumah sakit yang meminta kita memanipulasi pasien, mendiagnosa sakit pasien diluar jalur. Kamu tahu kan Faaz, virus kemungkinan akan mendunia, yang membuat seluruh dokter terikat. Maka dari itu, aku ingin punya klinik sendiri dan tetap jadi dokter jujur dan ramah pastinya." senyum Naila, membuat Faaz ikut senyum senang.


Faaz dan Naila, saat itu menuju sebuah kantin. Mereka makan bersama, dan benar saja mereka bersama hanya sebatas pekerjaan, meski tidak ada yang tahu perasaan Naila beberapa bulan lalu membuat Faaz merasa bersalah, tampak dari Faaz jika Naila sudah move on, atau ia saja emang menyembunyikan rapat.


"Faaz, aku tahu kamu. Kamu kenapa, apa ada masalah or ada problem? kamu baik baik aja kan. Aku harap kamu bahagia dengan Mey, kamu jangan merasa bersalah karena aku pernah nyatakan cinta. Kita tetap sahabat kan! selain rekan dokter yang solid." ucap Naila bagai kereta.


"Ah hahahaha, benar Naila. Aku kali ini sedang memikirkan Mey, hari ini sulit sekali di hubungi, aku bingung kenapa hatiku ga tenang ya. Bahkan aku sudah menuruti kemauannya untuk menunda mongmongan, entah kenapa Mey semakin hari tidak pernah lagi meneleponku lebih dulu." jelas Bram.


"Bram, apakah dia kuliah lagi. Mungkin low baterai, atau sibuk. Positif lah! ini bukan Faaz yang aku kenal, bukannya soal cinta kamu dingin cuek." tawa Naila, yang sudah hafal Faaz.

__ADS_1


Faaz hanya tersentuh, benar adanya Naila, ia bisa berfikir baik. Tanpa melupakan seseorang yang sedang memperhatikan kedekatan Faaz dan Naila. Dan mereka kembali melanjutkan makan di kantin itu.


Sehingga di balik punggung, ada seseorang yang memerhatikan mereka tanpa disadari Naila dan Faaz.


'Apakah mereka ada hubungan di masa lalu?'


'Tidak Tuan Grey! Dokter Naila dan Faaz sudah bersahabat, sesama rekan dokter yang solid di rumah sakit center medical, ia terkenal. Mereka berteman baik, justru dokter Naila menyukai dokter Faaz, tapi ditolak karena menikah dengan wanita bernama Mey, yang terbilang muda.' jelas asisten Grey, yang di kursi roda merasa tertarik pada dokter cantik itu.


Grey pun mengangguk, ia berharap kedepannya Naila tidak pernah bersemi di saat, mereka berdua terlibat cinta lokasi disini. Bahkan asisten di samping Grey, memberi biodata Faaz di masa lalu hingga kini.


***


Sementara dengan Mey, Mey terlihat ditarik oleh sang ibu. Mey tak suka atas pemikiran ibunya yang berlebihan, apalagi saat ini ibu Mey, merasa putrinya terlewat batas pergi dengan bukan muhrimnya tanpa suaminya tahu atau mengabarkannya.


"Mey, kenapa kamu bawa Brian kemari?"


"Bu, ayolah terima kerjasama temen Mey. Perusahaan papa ga boleh diambil ahli, biar Brian bantu, kerjasama bareng. Lagian kalau Faaz tahu, dia pasti ngerti kok. Semua demi keluarga kita, perusahaan papa kan satu satunya sumber kehidupan ibu. Mey kan ga bisa kasih materi yang cukup setelah menikah."


"Mey, sadar nak! apapun langkahmu. l Suamimu harus tahu, gimana perasaan kamu kalau suami kamu jalan dan dekat kaya kamu sama nak Brian. Ibu rasa aneh, sikap kalian berdua bukan kaya temen. Mey, dewasalah nak, jangan kecewakan Faaz dan mertua kamu yang baik."

__ADS_1


"Ibu mikirnya berlebihan deh, ga asik. Mertua apanya yang baik, orang maksa Mey lahir hamil, terus Mey harus diam di rumah ga punya karir cemerlang. Ogah deh, Mey ga suka dilarang."


"Cukup Mey! ibu rasa mertuamu benar, ibu salah mendidik kamu. Sekarang kamu suruh Brian pulang, ibu belum sepakat atas tawaran teman kamu. Suruh dia pulang!" teriaknya, bergema dan meninggalkan Mey.


Mey sendiri bingung, kenapa ibunya menangis dan bentak dirinya hanya karena bela Faaz dan mama Kelly mertuanya itu.


Tak lama suara Brian tiba dibelakang Mey, membuat Mey ikut kaget.


"Ada apa Mey ..?" cetus Brian, membuat Mey menoleh senyum.


"I-ituu ..." lirih Mey, sedikit bingung.


TBC.


Up Lagi Awal Bulan Ya All!!


Author sedang menamatkan judul : HASRAT CINTA.


CRAZY UP : PENGANTAR BOX JUTAWAN.

__ADS_1


Yuks mampir sambil tunggu kisah Mey dan dokter Faaz.


__ADS_2