
Hari-hari damai dijalani sepasang suami istri yang tengah menanti kelahiran sang buah hati, sinar matahari pagi selalu setia menyinari seluruh alam semesta, memberi vitamin D bagi mahluk hidup yang membutuhkan , suara merdu kicauan burung menjadi lagu alami, terdengar ditelinga seorang wanita hamil yang tengah duduk rebahan, perut besar yang dibuka dihadapkan pada matahari.
Siapa lagi kalau bukan Aruni, setiap pagi Adam akan mengajak istrinya berjemur. Ternyata tidak hanya bajunya saja yang harus dijemur, bahkan perut istrinya juga harus di jemur. Tapi tentu saja berbeda maksudnya, kalau pakaian dijemur biar cepat kering, tapi kalau perut istrinya yang dijemur bertujuan, calon anaknya ikut menyerap vitamin D yang diberikan secara gratis oleh Tuhan.
Bukannya Adam tidak mampu membelikan segala macam vitamin untuk istrinya, tapi tentu saja apapun yang diberikan oleh Tuhan tentu lebih murni dari vitamin buatan manusia.
Adam yang berubah menjadi lebih cerewet, atau bahasa moderennya posesif. Tidak membiarkan Aruni lepas dari pandangan matanya. Kemanapun dia pergi pasti akan membawa istrinya.
Aruni yang menikmati seluruh perhatian dan cinta dari suaminya, tidak merasa terbebani atau terkekang, dia justru sangat bersyukur mendapat curahan cinta yang begitu luar biasa.
Kehamilan Aruni baru memasuki bulan kelima, parut Aruni sudah terlihat besar sekali. Mungkin karena dia bertubuh mungil, jadi sudah terlihat kelelahan, susah bergerak.
Rencananya bulan depan baru akan melakukan USG. Sehabis berjemur Adam akan mengajak istrinya berjalan mengelilingi rumah mereka, satu putaran.
"sudah capek sayang?, ayo kalau begitu kita istirahat sebentar terus mandi, mas nanti jam sebel ada rapat penting"
"mas bos boleh tidak kalau hari ini aku tidak ikut pergi kekantor"
Aruni sudah mengedip-ngedipkan mata dengan imut, berharap hari ini dia bisa tinggal dirumah bercengkrama dengan kak Atin, tapi malah tidak membuat Adam terpengaruh, justru dia langsung terlihat lesu dan cemberut.
"sayang mas tidak bisa konsentrasi kerja kalau tidak melihatmu sebentar saja"
"tapi aku sangat bosan mas bos di sana sendirian, mas bos kan bisa vidio call sama aku nanti kalau mas bos kangen"
"tidak, aku tidak mau, ya sudah aku batalkan rapat pentingnya"
"idih manjanya, sudah tua juga masih suka ngambek, sudah tidak usah telfon sekertaris mas bos, sekarang ayo kita mandi terus berangkat kekantor"
__ADS_1
"terimakasih sayang" Adam sudah menciumi seluruh wajah istrinya, dari wajah ciumannya turun hingga ke perut besar istrinya.
"anak ayah ayo kita mandi terus berangkat kekantor"
"mas bos boleh tidak kalau aku ajak kak Atin, buat teman ngobrol?"
"ya baiklah, asal nyonya suka"
Apakah ada yang tanya, kenapa tidak sarapan pagi dulu, kok habis mandi langsung berangkat kerja, tentu saja setiap berjemur pagi, Adam akan mengambil sepiring besar potongan aneka macam buah, dia akan menyuapi istri dan juga menyuapi mulutnya sendiri.
Bisa dibayangkan bagaimana indahnya hidup Aruni, duduk rebahan di kursi jemur, kursi yang seperti dipinggir kolam renang itu loh, terus memamerkan keindahan perut besarnya yang memancarkan cahaya berkilau kilauan terkena cahaya matahari, memakai kacamata hitam, disebelahnya ada suami yang merangkap pelayanan yang sedang menyuapi buah-buahan, cuma sayang tidak memakai bikini, coba kalau pakai, pasti sudah seperti turis yang berjemur diemperan, bukan dipantai ya.
Hari ini Aruni mengajak kak Atin ikut kekantor, dia sudah memberi tahu untuk menambah seporsi bekal, malamnya mereka berencana untuk menginap dirumah Papa. Tiba dikantor baru pukul sembilan tiga puluh menit, masih ada waktu satu jam setengah sampai waktu rapat tiba.
"mbak, bekal boleh ditaruh dimeja dulu, mbak Atin boleh nonton TV diruang tunggu yang ada disebelah, nanti jam sebelas tolong temani istri saya ya"
"baik tuan"
"siap kak"
Adam menggandeng tangan istrinya masuk kamar yang ada didalam ruang kerjanya, dia rindu, sudah empat hari dia tidak menengok anaknya.
"sayang kangen"
Adam sudah usel-usel didada Aruni, tangannya aktif kemana-mana.
"lah, sekarang kan orangnya sudah berdiri didepan mas bos, kok masih kangen"
__ADS_1
Aruni paham maksud suaminya, dia senang menggoda lelaki matang yang suka uring-uringan bila tidak melihat dirinya sehari saja, dia sendiri tidak paham apa yang menarik dalam dirinya, hingga suaminya begitu mencintainya.
Bila suaminya sedang ngambek tidak mendapatkan apa yang diinginkan, dia akan bertingkah lucu. Aruni juga tidak bisa berbuat apa-apa, bila mereka terlalu sering melakukan hubungan suami-istri, Aruni jadi mengeluarkan flek bercak darah, Dokter mengatakan bahwa itu bukan masalah besar, tapi bila sering terjadi bisa berakibat buruk bagi ibu dan janin.
"sayang aku akan melakukan dengan pelan-pelan, boleh ya?, hanya sebentar saja sayang"
Aruni menahan senyum, tapi tangannya sudah bergerak melepaskan semua yang dia kenakan, Adam tentu saja menyambutnya dengan suka cita, ini juga bukan pertama kali mereka melakukan dikantor, sehingga Aruni sudah terbiasa, mereka berdua melakukan dengan pelan-pelan, hingga Aruni tertidur karena lelah.
Waktunya ternyata sangat tepat, selesai Adam membersihkan diri, membantu istrinya berpakaian, tepat pukul sebelas siang.
"masuk mbk, tolong jaga istriku ya mbk, biarkan dia tidur, jangan biarkan siapapun masuk, ingat ya mbk"
"baik tuan"
Atin menunggu didalam ruang kerja tuanya, dia sengaja mengunci pintu, dari berita yang sering dia dengar dari pak Darman, Riska mantan istri tuanya masih sering mendatangi kantor, tapi sebelum benar-benar berhasil masuk, sudah diusir oleh satpam.
Untuk menghilangkan rasa jenuh, mengusir rasa ngantuk, Atin membuka Hp membaca novel online, baru membaca beberapa bait, dia mendengar suara gaduh diluar, dia kenal itu suara siapa. Untung Atin cerdas, tadi dia sudah mengunci pintu, kalau tidak pasti Riska sudah menerjang masuk.
"mas, mas Adam tolong buka pintunya mas, tolong beri aku kesempatan untuk berbicara mas"
Riska berteriak-teriak sambil menggedor-gedor pintu, meminta untuk diberi kesempatan berbicara,
Atin takut suara bising diluar mengganggu tidur Aruni, tapi dia juga tidak berani membuka pintu, untuk menghentikan teriakan mantan nyonyanya.
Atin tidak mau mengambil resiko apalagi Aruni sedang hamil, bila dia membuka pintu dan Riska lepas kendali, mencelakai Aruni, saat itu kata maaf pun tidak ada gunanya.
Semakin lama gedoran pintu semakin menjadi keras suaranya, dari dalam terdengar, Riska diluar bertengkar dengan beberapa orang.
__ADS_1
"ibuk jangan membuat kami susah, ibuk segera keluar dari kantor ini, kalau ibu tidak mau dengan cara halus, kami terpaksa harus menyeret ibu keluar kantor ini"
"jangan coba-coba, memperlakukan saya dengan buruk, saya ini nyonya kalian, cepat buka pintunya, dimana Presdir kalian"