
Dinegara yang memiliki empat musim, terkenal dengan grup band-band yang mendunia, ada BTS, BIG BANG, BLACK PINK, masih banyak lagi grup band yang tak kalah terkenal.
Negara ini juga terkenal dengan operasi plastik nya, dikatakan, operasi plastik di negara ini sembilan puluh delapan persen persentase keberhasilan, dan hanya dua persen mengalami kegagalan. Bisa dibayangkan berapa banyak jumlah orang yang menginginkan cantik, awet muda seolah takkan luntur dimakan usia, mereka berbondong-bondong mendatangi negara ini.
Julukannya negara ginseng, mungkin pertanian ginseng terbesar ada disana ya, atau nama aslinya Korea Selatan, disalah satu klinik kecantikan swasta, seorang wanita tengah terbaring diranjang pasien.
Riska baru saja selesai merombak total seluruh bentuk wajahnya. Benar saja, seperti yang ditakutkan Adam dan Bram, Riska telah melakukan operasi plastik. "wajah yang lama sudah tidak memiliki tempat dinegara sendiri, selamat datang wajah baruku hhhhh hhhhh"
...****...
Jika Riska sendang tertawa menyeramkan seperti kunti, entah apa maksud dari tertawanya itu, mungkin kah Riska sedang merencanakan sesuatu, entahlah hanya Riska dan Tuhan yang tau.
Berbeda dengan seorang pria yang baru saja naik pangkat, Adam sudah mendapat Doble pangkat. Pertama seorang suami, kedua seorang ayah. Adam sedang bahagia- bahagianya, setiap malam Adam dengan senang hati membantu sang istri memberi ASI pada salah satu bayinya.
ASI Aruni sudah diperah menggunakan alat pemerah susu sapi, eh salah, maksudnya menggunakan alat pemerah khusus untuk ibu menyusui.
"Mas bos istirahat saja, biar aku yang kasih mereka susu"
"Tidak papa sayang, mas senang melakukannya"
"Memangnya mas bos tidak capek, siang kerja, malem masih bantuin aku ngasih susu kemereka"
"Tau tidak sayang, kegiatan seperti ini sudah lama mas impikan, direpotkan anak-anak, bagi seorang ayah adalah hal yang paling membahagiakan, dulu aku dan Bram hanya bisa menjadi pendengar cerita, bila teman-teman kami menceritakan tentang bagaimana mereka kurang tidur, kurang istirahat, karena membantu sang istri mengurus bayi mereka yang rewel ditengah malam, tapi justru yang terpancar dari wajah mereka itu senyum bahagia, walau mereka jadi papanda, karena memiliki lingkaran hitam disekitar mata mereka, hhhh.
Adam menceritakan keinginannya dulu, yang hanya bisa dia pendam dalam-dalam dihatinya. kini dia bisa menikmati, merasakan, melakukan, momen-momen seperti cerita yang dulu hanya bisa dia dengar.
"Terimakasih mas bos, sudah mau membantu aku mengurus anak-anak"
"Mereka itu anak aku juga loh sayang"
"Ya pokoknya terimakasih, walau bapak-bapak ini sedikit tua, tapi dia sangat sayang sama keluarga"
"Hemmm, berani sekali lagi bilang tua, hukuman menanti anda nyonya"
__ADS_1
Adam menarik turunkan alisnya, Aruni memalingkan wajah, pura-pura tidak melihat, si bapak-bapak ini kok mesumnya nggak ketulungan ya, gumam Aruni pelan.
"Aku dengar loh sayang"
"hhh dengar apa mas bos"
"hahaha, tunggu ya" Adam tertawa yang sengaja dia buat-buat.
Adam dan Aruni sepakat, siang anak-anak akan diurus oleh suster, malam hari mereka memilih mengurus sendiri anak-anaknya.
Tidak ada maksud lain, juga bukan tidak percaya pada kinerja para suster, hanya ingin merasakan jadi orang tua yang sesungguhnya, bangun tengah malam, mengganti popok, menyusui, menggendong mereka sambil menyanyikan lagu nina bobok.
Hari-hari bahagia selalu menemani keluarga Adam, tidak terasa anak-anak sudah berumur tujuh bulan. Hari ini dirumah besar yang baru selesai direnovasi, sedang riuh banyak orang-orang datang menghadiri acara tujuh bulan usia sikembar, atau kalau orang Jawa bilangnya mitoni, kayaknya 😬, sekaligus acara tasyakuran Adam sekeluarga akan tinggal dirumah Papa Alif mulai sekarang.
"Wah lucunya sikembar, siapa nama mereka jeng" Salah satu istri dari sahabat Adam, menggendong salah satu dari sikembar.
"Yang ada di gendongan mbk, namanya Atha Malik Suseno, kalau yang saya gendong ini, namanya Athar Ahmad Suseno.
"Karena kita yang setiap hari merawat mereka, jadi kita paham mbk, yang mana Atha dan Athar"
"Iya jeng, kalau tidak dilihat dari dekat pasti salah memanggil nama mereka"
Para wanita asik bercanda, dan bermain dengan sikembar. Sedangkan para pria, mereka duduk-duduk di taman bersama Papa Alif, tidak tau apa yang mereka bicarakan, mungkin mereka membicarakan bagaimana cara menaklukkan lawan bisnis dengan dua kata, kamu KO!.
Acara berlangsung sangat meriah, banyak sekali istri-istri dari sahabat Adam maupun saudara-saudara, dari Papa Alif atau saudara dari almarhum mama, memuji ketampanan sikembar.
"Sayang anak-anak sudah mengantuk kayaknya, tumben mas gendong kok rewel gini"
Karena para wanita sedang menikmati hidangan, jadi Adam sengaja mengambil alih, tapi baru digendong sebentar, Athar sudah merengek, tidak mau diam.
"Oh iya mas bos, sudah jangan dua siang, waktu mereka tidur siang,___ sus tolong sikembar sudah rewel itu, mau tidur kayaknya"
"Sayang apa mereka sudah makan"
__ADS_1
"Siapa mas bos"
"Suster"
"Ya sudahlah, mana mungkin aku tidak memperdulikan orang-orang kita". Begitulah Aruni, bila orang berbuat baik terhadapnya, maka dia akan membalas berkali-kali lipat kebaikan, terhadap mereka, bahkan Aruni akan menganggap mereka keluarga sendiri. Sangat polos kan Aruni, padahal ada sebagian orang, berbuat baik yang ada tujuan lain.
"Sudah tuan, kami sudah makan, tadi non Aruni menyuruh kami makan duluan, bahkan mereka semua belum pada makan, kamilah yang mencicipi duluan makanannya hh"
"Ya sudah kalau begitu, tolong jaga anak-anak dan tidurkan mereka ya"
"Baik tuan"
Suster mengambil alih sikembar, membawa kekamar untuk ditidurkan. Adam ikut bergabung dengan para suami yang sedang diladeni oleh para istri, mengambilkan hidangan.
"Papa mau nambah lagi tidak nasinya"
"Tidak ndok, ini sudah cukup"
"Kalau mas bos, mau nambah lagi tidak"
"Mau sayang, nambah anak satu lagi" hhhhhhhhh, semu orang yang sedang menikmati hidangan, jadi tertawa mendengar gombalan lelaki yang dulunya dingin ini.
"Iss , iya nanti aku bikinin, tadi mbok kem sudah beli terigunya"
hhhhhh mereka semua tertawa terbahak-bahak, bisa juga ya nyonya muda ikut mengimbangi gombalan suaminya.
"Iya non, ada apa" mbok kem yang mendengar namanya disebut, jadi lari dari dapur sambil mengelap tangannya keclemek yang dia gunakan.
"Tidak ada apa-apa mbk, maaf ya sudah mengagetkan simbok"
"hhh tidak apa-apa non, mbok kira tadi dipanggil, wong namanya kuping tua ya non, pendengarnya sudah berkurang" mbk kem berlalu kedapur melanjutkan pekerjaannya.
Acara terus berlangsung hingga jam empat sore, tamu satu-persatu mulai berpamitan pulang. Papa Alif sudah pamit sejak jam tiga tadi, raga sudah tua, tidak bisa kalau tidak tidur siang.
__ADS_1