
Cahaya yang menyilaukan mata membuat Aruni tidak dapat melihat orang yang melambai-lambaikan tangan kearahnya, dia tidak bisa mendengar apa yang orang itu katakan.
Hingga perlahan-lahan cahaya itu meredup barulah Aruni dapat melihat orang itu siapa, akan tetapi kenapa malah semakin menjauh, mengecil dan menghilang, Aruni berteriak-teriak memanggil-manggilnya tapi suaranya kalah oleh suara kebisingan disekitar.
"ibuk, ibuk tunggu Aruni, Aruni ikut buk, ibukk"
Aruni berusaha untuk mengejar bayangan ibunya, tapi ibunya malah melambaikan tangan menyuruh untuk tidak mengikuti, Aruni dapat mengetahui dari gerakan mulut ibunya, dia terus berlari berusaha mengejar hingga bayangan itu mengecil dan menghilang.
Aruni terbangun dari tidurnya, keringat bercucuran memenuhi dahi hingga keleher, matanya basah dia tidak tau kenapa dia menangis, dia duduk mengumpulkan nyawanya yang berterbangan entah kemana.
Dia ingat, dia bermimpi bertemu ibuk, tapi ibunya malah berlalu pergi sambil melambaikan tangan dan menghilang. Hingga dia terbangun, samar-samar dia mendengar ribut-ribut diluar ruangan, dia bangun merapikan pakaian mengusap keringat dan air mata menggunakan tissue yang ada di meja sebelah ranjang.
Dia keluar mendapati kak Atin mondar-mandir di dalam ruangan ini, dia juga mendengar keributan yang berasal dari luar ruang kerja suaminya, ada beberapa orang yang sedang memaksa seseorang wanita untuk keluar dari kantor ini, Aruni tidak mengenal suara siapa saja.
Aruni mendekati kak Atin, tapi yang dipegang bahunya malah berjingkrak kaget, ya tentu saja kaget orang kak Atin sedang kebingungan, bagaimana cara untuk mengusir mantan nyonyanya, agar tidak menggangu maupun merusuh rumah tangga tuanya.
"kak! siapa yang ribut-ribut diluar"
"aduhh! ya ampun Aruni, bikin kaget kakak saja"
"itu yang ribut-ribut diluar siapa"
"itu bu Riska"
__ADS_1
"kenapa dia datang kesini"
Belum juga kak Atin menjawab, pintu sudah di gedor-gedor tapi bukan seperti digedor menggunakan tangan, melainkan seperti ditabrak menggunakan kekuatan seluruh tubuh, hingga gubrak, selot kunci pintu terlepas dan pintu terbuka lebar.
Entah dari mana datangnya kekuatan dari wanita ini, dia seorang diri menabrakkan tubuhnya kepintu, dan masih bisa menghalau dari cekalan tangan beberapa orang.
Aruni yang terkejut karena syok hanya mematung memegangi tangan kak Atin tanpa bisa berpikir dan berbicara, dia sedang mencerna apa yang terjadi hingga dia dikagetkan oleh sebuah tamparan keras yang terasa panas dipimpinnya, disusul cekikan dileher hingga tubuhnya terdorong hingga membentur dinding.
Aruni berusaha meronta mencari-cari benda apa saja yang dapat menolongnya , namun sialnya dia terdorong kedinding yang kanan kirinya jauh dari benda-benda dan sejenisnya. Kekuatan wanita yang tengah dirasuki entah mahluk apa tenaganya sangat kuat sekali, bahkan tarikan tangan dari kak Atin dan beberapa orang tidak mampu memisahkan atau menghentikan kebrutalan Riska.
Riska sudah merencanakan dari beberapa bulan ini, semenjak usahanya memohon dirumah mantan mertuanya beberapa bulan yang lalu gagal, tidak membuahkan hasil, dia masih terus berusaha. Dari memberi teror hingga sering mendatangi kantor, tapi semua berujung kesia-siaan tidak ada hasil. Bahkan sebelum mengenai sasaran sudah dihalau dari pengamanan yang berlapis-lapis.
Pengaman yang ditempatkan disekitar istri mantan suaminya begitu ketat, Riska sudah kehabisan akal dan dana untuk menyewa orang bayaran.
Riska menggunakan segala cara apapun akan dia lakukan tidak perduli apa resikonya, hingga dia melihat pergantian sip para pengawal, mereka sedang berbincang-bincang dengan sesama rekan sehingga keadaan sedikit lengah, dan Riska menggunakan kesempatan itu untuk menyelinap masuk kedalam kantor.
Mungkin Tuhan juga sedang membantunya, hingga dia bisa sampai kelantai atas dimana ruangan mantan suaminya berada tanpa ketahuan pengawal lain.
Dia bisa langsung tau dimana letak ruang kerja mantan suaminya karena dulu dia juga sering datang kekantor ini.
Dengan perjuangan yang begitu besar dia dapat melawan beberapa orang yang kebetulan mengenal Riska, mereka berusaha menghentikan mantan istri bosnya, dari membujuk baik-baik hingga menyeret secara paksa, tapi wanita yang mungkin sudah dirasuki mahkluk astral atau gondoruo siang bolong itu berhasil menepis tangan-tangan dari beberapa orang.
Tidak mungkin Riska memiliki tenaga yang begitu kuat kalau tidak kerasukan saiton atau sejenisnya.
__ADS_1
Riska berhasil mendobrak pintu dengan menabrakkan tubuhnya menggunakan kekuatan penuh. Pintu terbuka lebar, dia melihat wanita kecil dengan perut buncitnya, sedang melongo memegangi tangan pelayanan yang dulu pernah melayaninya.
Tidak membuang kesempatan, Riska segera melayangkan tamparan menggunakan kekuatan penuh, lalu didorongnya tubuh kecil itu kesisi dinding yang jauh dari segala benda.
Dia sudah sangat memperhitungkan langkah yang harus dilakukan, Riska tersenyum puas melihat wanita kecil itu meronta, tangannya mengais-ngais mencari sesuatu.
Tawanya memenuhi ruangan melihat wanita kecil itu terkulai, entah itu pingsan atau mati, matanya menangkap ada cairan berwarna merah keluar dari kaki wanita kecil yang terkulai itu, dan plak plak serta tarikan keras pada rambutnya, tubuhnya melayang membentur tembok.
Wakil sekretaris yang tadi iku menghalau Riska, tapi tidak berhasil, dia panik luar biasa melihat mantan istri bosnya berhasil mendobrak pintu, dia sudah diperingatkan dari semenjak bosnya sering mengajak istrinya kekantor, untuk tidak membiarkan siapapun masuk mengganggu istrinya, kecuali ayah dari bosnya.
Wakil sekretaris segera berlari menuju ruang rapat yang letaknya lumayan jauh, dia tidak perduli, dia menerobos masuk, begitu dia masuk semua mata tertuju ke arahnya, dia tidak memperdulikan itu, dia segera mendekati Sekertaris dan memberi tahu kejadian yang sedang terjadi.
Sekertaris langsung bangkit dari duduknya dan memberi tahu kepada Adam bahwa nyonyanya sedang dalam bahaya.
Adam mendengar istrinya dalam bahaya, hanya kata-kata itu yang dapat ditangkap kedalam otaknya, dia segera berlari keluar menuju ruang kerjanya, tanpa memperdulikan rekan bisnisnya yang memperhatikan dengan keheranan.
Betapa syoknya Adam, dia melihat istrinya terkulai, leher sedang dicengkeram, darah merembes keluar dari sela-sela pahanya.
Tanpa pikir panjang, dia melayangkan pukul keras disisi pipi bagian belakang atau lebih tepatnya mendekati telinga, dan menarik rambut dengan keras , melemparkan kesembarang arah.
Adam segera membopong tubuh istrinya, dia berlari menuju lift yang diikuti oleh sekertarisnya, Adam sangat takut, ketakutan yang belum pernah dia rasakan, dia tidak menyadari kalau air matanya sudah keluar dari kelopak mata, lift yang sedang ditunggu juga seperti ikut meramaikan suasana, begitu lambat, ingin rasanya dia menghancurkan lift itu menggunakan granat, dia sudah bersiap-siap untuk berlari menuju kearah jalan darurat, menggunakan tanggan, dan terdengar ditelinganya suara ting, pintu lift terbuka.
padahal kan lift tidak tau menau semua urusan manusia, dia hanya menjalankan tugas sebagai mana mesin sensor menggerakkannya, dasar Adam nya saja yang sedang dilanda gempa, maaf🙏
__ADS_1