ISTRI KECILKU PENGOBAT LUKAKU

ISTRI KECILKU PENGOBAT LUKAKU
bab12


__ADS_3

"Sayang bangun, sayang jangan membuatku takut, kumohon, bangunlah sayang"


Adam mendekap erat tubuh istrinya dalam pangkuan, tidak perduli dengan sekitar, sungguh Adam sangat takut, dia sudah mencoba memberi nafas bantuan, menciumi seluruh wajah istrinya, mengguncang-guncang tubuhnya, tapi Aruni tidak merespon sama sekali.


"Pak bisa tolong cepat jalannya Pak"


"baik tuan"


"Bram tolong saya Bram, tolonglah saya Bram"


"tenanglah tuan muda, non Aruni akan baik-baik saja, saya sudah menghubungi pihak rumah sakit, mereka sudah menunggu kita"


Selama mengikuti Adam, Bram belum pernah melihat bosnya sekalut ini, bosnya bahkan bisa menangis bersimbah air mata terlihat pilu, dia juga tidak bisa berbuat banyak.


Bram harus menyelidiki kenapa bisa sampai terjadi kejadian ini, selama beberapa bulan ini penjagaan selalu ketat, tidak pernah kebobolan. Bram mengutuk dirinya sendiri, karena kelalaiannya istri tuan muda mengalami kejadian naas.


Baru saja sampai di rumah sakit Adam segera membopong istrinya sambil berlari, dia berteriak-teriak.


"Dokter Dokter, Dokter tolong selamatkan istri saya, tolong Dokter, tolong selamatkan istri saya"


Adam meletakkan istrinya di ranjang pasien yang sengaja sudah disiapkan untuk menyambut kedatangan mereka, perawat dan beberapa Dokter segera membawa istri dari bos rumah sakit keruang UGD.


"Baik tuan, serahkan nyonya pada kami" Kepala pihak rumah sakit berusaha menenangkan pemegang saham terbesar di rumah sakit ini.


"tenanglah tuan muda, nona pasti baik-baik saja"


Bram memapah bosnya duduk di kursi tunggu.


"Tuan muda, Tuan besar sedang dalam perjalanan kemarin" yang diajak berbicara tidak merespon.


"Bram apakah Aruni akan baik-baik saja, dia tadi pasti ketakutan, dia pasti kesakitan tadi, ini semua karena aku yang tidak mampu melindunginya"


Adam memukuli sendiri kepalanya.


"hentikan tuan muda, kalau nona Aruni melihat anda begini dia pasti akan sedih"


Bram mencoba menghentikan Adam yang menyalahkan diri sendiri.


"bagaimana keadaan anak papa Dam"


Papa Alif datang ke rumah sakit dengan tergesa-gesa, terlihat dari deru nafas yang memburu ngos-ngosan.


"nona Aruni sedang ditangani oleh Dokter tuan besar" Bram yang menjawab pertanyaan dari tuan besar, Adam sendiri seperti orang linglung, pandangan matanya kosong menatap pintu UGD.


"sebenarnya bagaimana kejadiannya, bagaimana menantu saya bisa terluka, Bram"

__ADS_1


Waktu dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Bram mengabari bos besar, juga meminta orang-orang kepercayaannya untuk membereskan keributan yang sudah terjadi dikantor.


Setelah menunggu lebih dari tiga jam, pintu ruang UGD akhirnya terbuka.


"Tuan Alif, Tuan Adam, Alhamdulillah nyonya sudah melewati masa kritis, janin dan nyonya muda terselamatkan, sebentar lagi suster akan memindahkan nyonya keruang rawat, tapi ada sedikit masalah, silakan tuan Alif atau tuan Adam ikut keruangan saya.


"Papa yang akan pergi keruang Dokter, kamu lihatlah anak Papa dulu Dam"


"baik Pa"


Adam masuk keruangan UGD, dia melihat istrinya terbaring lemah, selang infus tertancap di tangan kanan, ada penyangga leher yang terpasang, hatinya pilu, kalau saja dia ada didekat istrinya, mungkin kejadian naas itu tidak akan pernah bisa terjadi.


"suster kapan istri saya akan sadar"


"setelah obat bius habis nyonya pasti akan segera sadar tuan, beliau pingsan karena hampir kekurangan pasokan oksigen kedalam paru-paru, kami harus menggunakan obat bius, kami khawatir nyonya bangun dari pingsan ketika kami melakukan CT-scan MRI."


"baik, tidak apa-apa"


"silahkan ikuti kami tuan, kami akan memindahkan nyonya keruang rawat inap VIP."


Adam berjalan disebelah ranjang sambil memegangi tangan istrinya, sekertaris Bram mengikuti dari belakang.


"Pa bagaimana?, apa yang Dokter katakan"


"sekarang ceritakan kenapa menantu Papa bisa mengalami kejadian seperti ini"


"Orang-orang kita baru saja melaporkan, Riska menyelinap masuk ketika pergantian sip, tidak ada yang menyadari hingga dia berhasil masuk sampai dilantai atas, bahkan dia dapat mengalahkan beberapa orang yang menghalangi dia mendobrak pintu"


"kurang ajar, beraninya dia mencelakai anak kesayangan Papa"


"sebenarnya apa yang Dokter katakan Pa"


"anak Papa tulang lehernya bergeser, tenggorokan bagian dalam bengkak akibat tekanan yang terlalu besar"


"ini semua salah Adam Pa, kalau Adam tidak meninggalkan istri Adam pergi rapat, pasti perempuan itu tidak akan bisa mencelakai istri Adam"


Adam menangis diperlukan Papa Alif, Papa Alif tidak menyalahkan Anaknya.


"kita jadikan sebagai pelajaran kejadian ini, toh anak dan calon cucu Papa baik-baik saja sekarang, kedepannya harus dibereskan Dam masalah ini, jangan biarkan anak Papa ketakutan lagi"


"baik Pa"


Papa Alif duduk disebelah ranjang menantu kesayangannya.


Bram masuk ke dalam setelah menerima telepon, ditengah-tengah pembicaraan mereka tadi, telepon Bram berbunyi, sehingga dia keluar menerima telepon agar tidak menggangu pembicaraan kedua bosnya.

__ADS_1


"tuan muda, Riska diselamatkan oleh segerombolan orang ditengah-tengah perjalanan"


"siapa"


"mereka semua menggunakan topeng , mengganti plat mobil dengan plat palsu"


"nampaknya sudah ada yang tidak sabar untuk bergerak, kita kekantor Bram, perketat penjagaan"


"Pa tolong jaga istriku ya, ada yang harus diselesaikan di kantor"


"ya pergilah, selesaikan masalah ini, jangan sampai membahayakan menantu kesayangan Papa lagi"


Setelah memberi tahu Papa Alif, hanya Dokter dan perawat pribadi yang akan merawat istrinya, Adam meninggalkan rumah sakit bersama Bram, rupanya lawan bisnisnya sudah gelisah, beraninya terang-terangan bertindak dibawah hidungnya.


"tuan muda, apakah anda ada firasat terhadap tuan Stef, tidak mungkin beritanya begitu cepat tersebar, tidak ada yang tau kita akan mengirim Riska pergi"


"ya aku juga, memikirkannya"


Rupanya tuan Stef, lawan bisnis yang hari ini rapat diperusahaan Adam bermuka dua, dia bertindak seolah-olah ikut prihatin atas kejadian yang menimpa istri dari lawannya.


Stef sudah lama sering adu argumen dengan Adam, perusahaan Adam selalu memenangkan tender proyek yang menjadi target perusahaan Stef.


Kebencian yang tertumpuk sekian lama akhirnya meletus pada kemenangan tender bernilai triliunan yang dimenangkan oleh perusahaan Adam.


"kita selesaikan rapat kerja hari ini, selidiki mata-mata yang disusupkan diperusahaan kita Bram"


"baik tuan muda"


Tiba dikantor Adam masuk keruangan kerja, dia mendapati, kak Atin duduk ketakutan didekat wakil sekretaris.


Melihat tuanya datang kak Atin bergegas berdiri menghampiri, dia bersimpuh di hadapan Adam.


"tuan maafkan saya, kalau saja bisa bertindak lebih cepat , non Aruni tidak akan celaka"


"sudah mbak, berdiri dulu, ini juga bukan kesalahan mbk Atin"


"bagaimana keadaan non Aruni tuan"


"istriku dan calon anakku juga baik-baik saja sekarang, tapi untuk sementara waktu mungkin masih belum bisa menelan makanan"


"siapa yang menjaganya tuan, apakah tuan besar sudah tau"


" Papa yang menjaga mbak, sekarang mbak Atin pulang kerumah dulu biar diantara oleh supir"


"baik tuan"

__ADS_1


__ADS_2