
Setelah makan malam, menu reguest menantunya, yaitu sayur rawon, tempe goreng ditambah sambel, pless jeruk nipis, yang dimasak mbok Kem, menu ala-ala kampung tapi nikmatnya luar biasa menurut lidah papa Alif, mereka bertiga berangkat kerumah sakit, memeriksakan kandungan Aruni.
Sebenarnya makan malam mereka masih terlalu sore, jam enam sore mereka sudah selesai makan, tapi kalau menunggu pulang dari rumah sakit baru makan takutnya kemalaman, tidak bagus juga kalau makan malam terlalu malam, sebab akan mengganggu pencernaan, karena jarak antara makan dan istirahat malam terlalu dekat.
Papa Alif juga harus tepat waktu minum obat, jadi beliau tidak boleh minum obat kalau perut dalam keadaan kosong.
Tiba dirumah sakit mereka tidak perlu mendaftar, hanya perlu mengkonfirmasi, pada petugas pendaftaran, bahwa mereka sudah melakukan pendaftaran online atau sudah membuat janji dengan dokter kandungan.
Salah satu suster yang bertugas dibagian pendaftaran, mengintruksikan pada mereka bertiga untuk menunggu didepan pintu nomer yang disebutkan oleh suster, karena masih ada beberapa pasien yang mau memeriksakan kandungan, dan berulah tiba giliran Aruni.
Sebenarnya Adam bisa saja menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan pelayanan eklusif, supaya tidak ikut antri seperti sekarang ini. Tapi papa Alif sangat menekankan dalam didikannya terhadap Adam, tidak boleh menggunakan kekuasaan untuk menekan orang lain, atau mengganggu jalannya peraturan yang berlaku.
Anda belum tau ya Papa Alif, bagaimana dulu putra anda menekan dan mengancam menantu anda, agar mau menikah dengannya. Kalau anda sampai tau mungkin anda akan jantungan.
Begitu sederhana dan rendah hati Papa Alif, bahkan hanya sedikit pegawai dirumah sakit yang tahu, kalau Papa Alif juga pemegang saham terbesar dirumah sakit ini.
Sebenarnya ada bagus dan buruknya tidak mempublikasikan kekuasaan, hal baiknya, Papa Alif dapat melihat atau mengetahui sepak terjangnya dan cara kerja bawahnya tanpa mereka sadari, baik atau buruk. Tidak dengan sengaja dibagus-baguskan cara kerja mereka didepan Papa Alif, dan tidak akan ada Papa Alif yang diperlakukan dengan istimewa karena kedudukannya. Hal buruknya adalah, setiap komplainnya, teguran, ataupun ide dari beliau akan lama mendapat respon dari para pegawai yang bernaung dibawah perusahaan atau saham kepemilikannya, karena sedikit orang yang mengetahui kedudukan dan kekuasaan beliau.
Ok kita kembali kedalam antrian, yang sudah tiba giliran nama ibu Aruni yang mendapat panggilan. Mereka bertiga sama-sama masuk kedalam, disambut dengan ramah oleh seorang Dokter dan seorang suster, suster mempersilahkan Aruni untuk menimbang berat badan dulu sebelum melakukan USG kandungan, dengan menggunakan panggilan ibu, karena siapa saja wanita yang melakukan pemeriksaan kandungan sudah pasti akan menjadi calon ibu.
Tibalah Aruni yang disuruh berbaring diranjang pasien, dioleskan gel khusus USG, dan perut bagian bawah yang digosok melingkar-lingkar menggunakan alat yang seperti alat pencukur jenggot laki-laki menurut pendapat Adam, hingga timbullah suara cetuk cetuk cetuk cetuk dilayar monitor yang ada diruangan itu. Semua itu tidak lepas sedikitpun dari pandangan mata Adam.
__ADS_1
Adam begitu takjub mengetahui bahwa didalam perut istrinya ada kehidupan darah dagingnya yang sedang berkembang. Dia sangat bahagia melihat calon anaknya dilayar monitor, maklum inikan pengalaman pertama Adam, sipria lapuk yang sedang berbunga-bunga, karena sebentar lagi akan naik pangkat menjadi calon ayah.
Papa Alif juga tidak kalah antusias, beliau menanyakan bagaimana keadaan calon cucunya, padahal kan calon cucunya baru segede biji jagung.
Sedangkan Pak Dokternya sendiri menanggapi semua pertanyaan yang dijawabnya sambil tersenyum. Sedikit banyak Pak Dokter mengetahui bahwa Papa Alif, beliau adalah pemegang saham dirumah sakit ini, tapi Dokter itu tidak menyangka bahwa Papa Alif yang mempunyai saham tersebar diberbagai bidang dan perusahaan, memiliki kekayaan yang berlimpah tapi beliau begitu rendah hati dan sangat sopan.
Adam sendiri sebenarnya juga rendah hati, tapi orangnya yang terlalu cuek, jadi terkesan sombong. Adam terlalu cuek dengan pendapat orang lain diluar sana tentang dirinya, tapi kalau sudah dekat dan cocok dengan orang tersebut, dia akan berisik nempel terus dengan orang itu.
Contohnya dengan Aruni istrinya, kalau ada lem yang bisa digunakan untuk merekatkan manusia yang bisa dicopot tempel, mungkin dia akan menempelkan Aruni diwaktu waktu tertentu.
Sepulang dari pemeriksaan, Adam mengantar Papa Alif pulang kerumah, mereka tidak bisa menginap karena besok Adam ada banyak sekali pekerjaan.
Papa Alif juga bersikeras tidak mau tinggal dengan mereka berdua, dengan alasan tidak mau meninggalkan rumah yang penuh kenangan dengan almarhumah mamanya Adam.
Karena rumah Papa Alif tergolong rumah lama, sehingga fungsi ruangan tidak sesuai dengan kebutuhan.
Adam ingin melihat papanya bahagia, bisa melihat dan bermain dengan cucunya setiap hari, menghabiskan hari-hari tuanya dengan dikelilingi, anak, menantu, dan cucu-cucunya.
Papa Alif sebenarnya juga sangat kasihan, sejak mama meninggal, beliau hanya tinggal dengan mbok kem pelayanan tua yang sudah sangat lama bekerja dengan beliau, satunya lagi asisten rumah tangga yang belum lama bekerja dirumah ini, untuk membantu pekerjaan mbok kem, karena mbok kem sudah agak sepuh, dan seorang sopir yang merangkap membersihkan taman dan kebun belakang rumah.
Adam dan Aruni tiba dirumah pukul sembilan tiga puluh menit, setelah mereka mampir diminimarket, membeli susu ibu hamil, juga membeli kebutuhan yang lain.
__ADS_1
"sayang ayo jalannya hati-hati, sini aku gandeng tanganmu"
"tidak apa-apa mas bos, aku ini tidak sakit, aku cuma hamil, tidak perlu digandeng gandeng"
"iya sayang tapi harus hati-hati jalan menaiki tangganya"
"iya iya, maaf mas bos, jangan cemberut lagi, aku hanya malu dilihat kak Atin, seperti terlalu manja, cuma hamil saja pakek dituntun tuntun jalannya"
Aruni lupa kalau Adam sudah sangat lama menantikan kehadiran seorang anak, kedepannya dia akan lebih berhati-hati.
Sebelum benar-benar mencapai pintu kamar, Adam berteriak seperti kebiasaan sekarang, dia meminta kak Atin untuk membawakan termos air yang berisi air panas serta gelas dan sendok.
"sayang tunggu aku mandinya"
Sesudah menyuruh kak Atin, menaruh dimeja gelas termos dan air panas, Adam mengikuti istrinya yang sedang mondar-mandir mengambil baju ganti mereka.
"sayang, tadi kan Dokter bilang kalau kandungannya sudah aman, aku bolehkan minta jatahku"
"tapi harus pelan-pelan loh mas bos, tidak boleh seperti biasanya"
"iya iya sayang aku akan pelan-pelan melakukannya"
__ADS_1
Dokter memang mengatakan kalau kandungan Aruni sudah memasuki bulan ketiga, kalau menurut perhitungan Dokter, jadi aman-aman saja kalau melakukan hubungan suami istri, asal tidak gusrah gusruh. Tapi seingat Aruni dirinya baru telat dua minggu, apa mungkin perhitungan kedokteran dan hitungan ora biasa berbeda ya, Aruni pun tak tau, tapi memang waktu menikah Aruni dalam masa subur, karena pada waktu itu dia baru dua Minggu setelah datang bulan.