ISTRI KECILKU PENGOBAT LUKAKU

ISTRI KECILKU PENGOBAT LUKAKU
bab15


__ADS_3

"Tuan Adam, anda sungguh seperti yang dirumorkan banyak orang, muda tampan kaya raya, yang paling penting sangat cerdas.


Saya mewakili ayah saya untuk bersulang dengan Anda, semoga kedepannya ada kesempatan membina kerjasama antara dua perusahaan kita."


"terimakasih nona, anda terlalu memuji"


"bersulang"


"mari nona saya permisi , mau menemui rekan yang lain"


"Bram, apakah kau mengenal perempuan yang tadi"


"dia putri dari pemimpin perusahaan group LS tuan muda"


"cih, sungguh menjijikkan, apakah operasi plastik di Korea sangat murah Bram?"


"mungkin tidak memerlukan biaya tuan muda" Bram menjawab tanpa ragu dengan tertawa.


"mungkin juga bedak satu kilo habis dalam satu kali pemakaian tuan muda hhh"


"hati-hati Bram, kau bisa mendapatkan spesies yang seperti itu"


"ihhhh amit-amit"


Bram begidik ngeri sendiri


mereka berdua sama-sama berjalan menemui rekan-rekan bisnis yang lain.


Tiga jam sebelumnya


"Sayang masih ingat kan, kemaren mas bilang, malam ini mas tidak bisa makan malam di rumah, mas harus menghadiri acara pertemuan dengan para pembisnis yang diadakan setiap satu tahun sekali".


"iya ingat"


"terus kenapa dari tadi cemberut terus"


"tidak kenapa-kenapa"


"apa tidak ingin mas menghadiri acara?"


"tidak kok"


Hari ini, setelah dua Minggu berlalu, Aruni kembali melakukan pemeriksaan tulang leher, juga melepas gips, Dokter mengatakan sudah sembuh total, tapi tentu dilarang menggerakkan secara kasar.


Papa Alif tidak bisa ikut serta, karena beliau sedikit kurang enak badan, jadi mereka berdua menyuruh Papa untuk istirahat di rumah.

__ADS_1


Jam lima sore Adam dan Aruni sudah tiba kembali di rumah, Adam belum berani mengajak sang istri untuk sering keluar. Jadi selesai pemeriksaan dan sekalian konsultasi ke dokter kandungan, Adam membawa sang istri pulang kerumah tanpa mampir kemana-mana.


Bram sendiri tidak bisa mengantar tuan mudanya, karena akhir-akhir ini dia disibukkan lawan bisnis yang merusuh, walau bukan masalah besar tapi cukup merepotkan.


"sayang dirumah saja ya, jangan keluar"


"iya mas bos aku tahu"


"Pa aku berangkat ya, Papa sudah mendingan"


"iya Papa baik-baik saja, kamu pergilah, hati-hati, jangan minum terlalu banyak Dam"


"memangnya disana ada minuman ya, terus banyak perempuan cantik-cantik ya, haaa mas bos aku ikut ya"


"memangnya apa yang kamu pikirkan sayang"


"nanti mas bos kaya yang diTV atau dinovel itu, mas bos dijebak mengunakan anggur, terus bangun-bangun mas bos sudah telanjang tidur dengan wanita lain"


"cletak, jangan kebanyakan nonton drama Korea sayang, kan jadi sensitif begini"


"aduh, sakit mas bos" Aruni menggosok kening, berpura-pura kesakitan, padahal kan Adam tidak mungkin menyentil kening sang istri dengan keras, mana tega dia menyakiti pujaan hatinya.


"sudah ya, sini mas peluk senbantar, ingat harus makan yang banyak"


Adam memberi kecupan pada sang istri, dia tau istrinya takut karena di acara-acara seperti ini banyak sekali orang-orang yang berniat jahat dengan lawan bisnisnya.


Tibalah Adam diluar gedung hotel bintang lima, tempat acara berlangsung, Bram sudah menunggu didepan parkiran mobil, mereka memang tidak berangkat bersama, sehabis makan siang Adam menjemput sang istri untuk pemeriksaan ulang, sementara Bram masih dikantor menyelesaikan beberapa urusan, sehingga dia berangkat sendiri dari kantor.


Mereka berdua baru saja masuk sudah disambut oleh putri dari group LS, sungguh kesengajaan yang terlihat.


"mari bersulang tuan Adam, semoga kerjasama kita suskses"


"bersulang"


"semoga sukses tuan Hendra"


Adam dan Bram berbincang-bincang, dengan para pembisnis lain, banyak juga yang menawarkan anak gadis atau saudara perempuan mereka pada Adam dan Bram untuk menjalin pernikahan bisnis.


padahal mereka jelas-jelas tau kalau Adam sudah beristri kembali, tapi kebanyakan dari mereka tidak pernah melihat, Adam membawa sang istri ke acara-acara penting.


Sehingga mereka berspekulasi pernikahan Adam tidak bahagia.


Padahal kan, Adam tidak mau membawa sang istri ke acara-acara yang dipenuhi orang-orang munafik dan bermuka dua itu, sebenarnya dia tidak mau sang istri yang begitu polos, lugu, tercemari oleh polusi manusia jahat dan rusak.


"tuan muda, kenapa dari tadi kita tidak melihat orang-orang dari perusahaan Stef, hadir disini"

__ADS_1


"aku juga tengah mencari-cari Bram"


"apakah mereka tengah mempersiapkan, peperangan dengan kita"


"mungkin saja, tapi umpan kita juga sudah dimakan Bram"


"ya anda benar, dengan ketidak hadiran mereka pada acara besar ini, siapapun juga tau mereka dalam keadaan sulit, dan tengah mempersiapkan goncangan besar.


"tunggu sedikit lagi bukti yang kita miliki akan menjadi kuat, saat itulah kita bisa membasmi dari akar-akarnya Bram"


"ya tuan muda"


mereka melanjutkan berjumpa dengan rekan lainnya, berbincang-bincang, bertukar pendapat, dan saling bertukar ide-ide lainnya.


Banyak sekali perempuan-perempuan cantik yang sengaja dibawa oleh setiap perusahaan, mereka sengaja dipekerjakan untuk menggait lebih banyak rekan bisnis ataupun target.


Setiap bersulang dengan sesama rekan bisnis, Adam maupun Bram hanya meneguk anggur satu tenggukan kecil, hanya untuk berbasa-basi saja.


Adam sangat risih dengan para wanita yang dengan sengaja meliuk-liukkan tubuh dihadapannya, tak jarang dia menyodorkan Bram, maju didepannya sambil setengah berbisik di belakang Bram "buat kamu saja, aku sudah kenyang dirumah"


pukul dua belas malam Adam berpamitan dengan rekan-rekan bisnis, acara masih terus berlangsung, biasanya acara satu tahun sekali ini akan berlangsung hingga pagi.


Akan banyak sekali para pembisnis muda-muda yang minum sampai mabuk berat ditemani para wanita cantik, hingga tidur bersama. Adam sangat menghindari hal seperti ini terjadi.


"tuan muda saya akan menginap dirumah"


"ya menginap lah"


tiba dirumah Adam melihat lampu dikamar masih menyala, dia segera berlari menuju kemar, tidak menjawab ucapan selamat istirahat dari Bram.


"sayang kok belum tidur" Adam melihat istrinya masih bergerak-gerak dibawah selimut yang menutupi seluruh tubuh.


"mas bos sudah pulang" Aruni segera bangkit dari tidurnya.


"kenapa belum tidur hem, kamu habis menangis sayang"


Adam melihat ada jejak air mata yang masih terlihat.


"tadi kenapa mas bos aku telpon tidak diangkat-angkat"


"maaf sayang, tidak sopan kalau kita lagi berbincang-bincang dengan rekan bisnis, terus telpon ku berbunyi terus, mas tadi sengaja matikan telponnya"


"biasanya juga tidak dimatikan hiks hiks huaaa" Aruni menangis lagi, dia tadi berusaha menghubungi sang suami, tapi dihubungi berkali-kali tidak terhubung juga panggilannya, sehingga dia berpikiran yang tidak-tidak.


"eh eh kok nangis lagi, sudah sudah, jangan nangis lagi, mas di sana tidak berbuat yang tidak-tidak sayang, percayalah, ini lihat mas, masih utuh kan, tidak hilang secuilpun kan"

__ADS_1


"huaaa huaaaa" bukanya diam Aruni malah menangis dengan keras, untung setiap ruangan didesain kedap suara.


__ADS_2