Istri Somplak Tuan Rey

Istri Somplak Tuan Rey
Pernikahan dan Mantan Tak Di Undang


__ADS_3

Happy reading....


Hari yang ditunggu pun telah tiba, saat ini adalah hari pernikahan antara Silvia dan juga Rey. Tidak banyak tamu yang datang, hanya beberapa dari kolega bisnis saja, sebab nanti malam baru akan datang.


Rey sedang duduk di salah satu kursi di hadapan penghulu, karena Silvia sudah tidak memiliki Ayah jadi diwakilkan oleh pamannya.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, Reyhan Wiratama, dengan Silvia Maharani dengan mas kawin satu set berlian dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Silvia Maharani, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana saksi, sah?"


"Sah!" jawab semua orang.


Rey menarik nafasnya dengan dalam, dia tidak menyangka jika hari ini pria itu bergelar menjadi seorang suami pada wanita yang tak pernah ia cintai.


Rey berpikir, pernikahan yang begitu mendadak pada akhirnya tidak akan berakhir bahagia. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa menolak permintaan kedua orang tuanya.


Tak lama Silvia turun di gandeng tante Mega dan bu Sari. Wanita itu memmakai kebaya putih dengan singer Sunda. Dia benar-benar sangat cantik, membuat semua mata tertuju dan menatap ke arahnya dengan.


Rey bahkan sampai menganga, tidak menyangka jika Silvia bisa secantik itu. Dia merasa seperti melihat seorang bidadari yang baru saja turun dari khayangan.


'Kenapa dia bisa berubah cantik dan anggun seperti itu?' batin Rehan tanpa berkedip.


"Kedipkan matamu Rey! Nanti lalat masuk, mulutnya juga ditutup!" bisik Papa Baim di telinga Rehan.

__ADS_1


Membuat pria itu seketika menutup mulutnya dan mengedipkan matanya beberapa kali. Sementara kedua orang tuanya hanya terkekeh saja saat melihat reaksi Putra tampannya tersebut.


Setelah pemasangan cincin dan meminta restu dari kedua orang tua, saat ini Silvia dan juga Reyhan tengah berada di atas pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari semua tamu undangan yang ada.


'Ya ampun! Apa begini jadi pengantin? Kalau gitu, aku tidak mau nikah dua kali deh. Capek banget berdiri dari tadi. Rasanya kakiku pegel kayak mau patah, mana sepatunya tinggi banget lagi!' gerutu Silvia di dalam hati.


Dia yang sudah tidak tahan pun akhirnya duduk di kursi, membuat Rey seketika menatapnya dengan heran, kemudian dia pun duduk di samping sang istri.


"Hai gadis alien, tamunya belum berhenti mengucapkan selamat, main duduk-duduk aja."


"Bido ah. Kaki ku pegel tahu Tuan arogan. Memangnya berdiri dengan sepatu tinggi kayak gini nggak pegel apa!" kesal Silvia sambil memijat kakinya.


Sementara ada seorang wanita yang datang dan dia melihat pernikahan Rey serta Silvia, membuat tangannya seketika terkepal dengan sorot mata yang tak suka melihat kebahagiaan keluarga Rey.


"Jadi karena wanita itu dia memutuskan ku? Dengan alasan aku yang selingkuh. Padahal dia yang sudah mempunyai wanita lain!" geram Nagita


Kemudian dia berjalan mendekat ke arah pelaminan, dan melihat itu Rey sangat terkejut, karena sama sekali ia tidak mengundang Nagita.


"Halo sayang," ucap Nagita sambil memeluk tubuh Rey.


Semua mata tamu undangan menatap ke arah pelaminan, karena mereka semua tahu jika Nagita adalah kekasihnya Rey. Makanya mereka saat datang ke pernikahan itu merasa kaget saat melihat jika bukan Nagita lah pengantin wanitanya.


"Jaga sikapmu Nagita! Aku sudah menikah," ucap Rey dengan dingin.


"Ups! Sorry. Hai, aku Nagita, wanita yang mempunyai hati Rey. Dan Rey, apakah karena dia kamu meninggalkanku? Kamu menuduhku selingkuh, tapi ternyata kamu sendiri yang sudah mempunyai wanita lain?" ujar Nagita dengan nada yang sinis dan tatapan tajam ke arah Silvia.

__ADS_1


Wanita itu hanya diam saja, ingin melihat reaksi dan juga apa yang Nagita ingin lakukan di pernikahannya.


"Jangan pernah membolak-balikkan fakta! Di sini kamu yang bersalah, dan kamu menuduhku? Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini! Karena ini adalah acara spesialku, dan aku tidak mau adanya pengganggu dan juga parasit dalam rumah tanggaku, paham!" ujar Rei dengan nada yang tegas.


Nagita memutar bola matanya sambil mendengkus dengan kasar, kemudian dia melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap sinis ke arah Silvia.


"Aku masih sangat mencintai kamu sayang. Dan aku yakin kok, di hati kamu itu masih ada aku," ujar Nagita sambil menunjuk dadah Rey. "Dan pastinya aku sangat yakin, kamu akan tetap memilihku, dan dia hanya akan menjadi bahan pelampiasanmu saja. Kita lihat nanti! Aku yakin kok, kalau kamu masih mencintaiku. Dan pasti kamu akan kembali kepadaku," sambungnya lagi dengan nada yang begitu percaya diri.


"Ckckck! Kamu itu terlalu percaya diri sekali Nagita, kalau aku masih akan kembali kepadamu. Untuk apa? Aku menikahi dia, mungkin dia kastanya jauh di bawah kamu, tapi sifatnya tidak semenjijikan dirimu!" Rey mengapit pinggang Silvia, membuat wanita itu tersentak kaget dengan gerakan posesif dari suaminya.


Silvia tersenyum tipis, dia merasa akan seru jika mengerjai wanita yang berada di hadapannya yang sudah mengacau di acara pernikahannya bersama dengan sang suami.


"Mbak ini tidak tahu malu sekali ya? Hanya mantan saja, tapi berlaganya masih memiliki tempat di hati suami saya? Jika memang suami saya ini masih mencintai Mbak, tidak mungkin dong dia menikah dengan saya, dan saat ini berada di pelaminan? Jadi, sebelum Mbak sendiri merasa malu, lebih baik keluar sekarang! Pintu ada di sebelah sana!" kata Silvia sambil menunjuk pintu keluar.


Semua tamu undangan pun berbisik-bisik tentang kehadiran Nagita, dan kepercayaan diri wanita itu. Sementara Silvia tersenyum sinis saat melihat wajah malu dari Nagita. Dia benar-benar puas sudah membuat Skak wanita itu.


Sementara Rey dan kedua orang tuanya tidak menyangka jika Silvia bisa berkata selantang itu di hadapan banyak orang. Dia memang sengaja berkata dengan nada yang sedikit meninggi, agar semua tamu mendengarnya dan membuat Nagita tidak mempunyai muka lagi.


"Awas ya! Kalian akan merasakan akibatnya. Dan aku tidak akan pernah melepaskanmu begitu saja Rey! Aku akan hancurkan keluarga kalian!" ancam Nagita dengan nada yang sedikit berbisik.


"Jika kau berani melakukan itu, kau sendiri yang akan hancur Nagita! Kau tidak akan pernah mendapatkanku lagi, dan aku tidak akan pernah mau kembali ke wanita yang menjijikan seperti dirimu, paham!" jawab Rey dengan suara yang tegas, sambil mencengkram lengan Nagita dengan kasar.


Setelah itu Nagita pun pergi dari sana diiringi sorak-sorai tamu undangan yang mencemoohnya, karena tak tahu diri.


"Huuuh! Mantan lupa daratan!" teriak salah satu tamu undangan.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2