Istri Somplak Tuan Rey

Istri Somplak Tuan Rey
Datang Ke Rumah


__ADS_3

Happy reading....


Tepat jam 19.00 malam, semua sudah siap di meja makan untuk makan malam. Di sana terlihat ada Silvia dan juga ibunya yang sedang menyiapkan beberapa makanan di atas meja bersama dengan pelayan yang lain.


Saat semua sudah siap, mereka pun mundur beberapa langkah menunggu tuannya selesai makan.


'Aduh, begini banget ya ternyata kerja sama orang kaya. Harus menunggu mereka makan dan harus berdiri seperti patung.' batin Silvia sambil menundukkan kepalanya.


Ibu Sari mendengar helaan nafas dari putrinya, kemudian dia menyenggol tangan Silvia. "Ada apa, Nak?" tanya Bu Sari sambil berbisik, karena tidak mau mengganggu kenyamanan di ruang makan tersebut.


"Silvia hanya bingung saja Bu, Ibu setiap hari seperti ini_ berdiri menunggu mereka makan? Kita seperti patung saja," jawab Silvia tak kalah berbisik.


Mendengar itu Ibu Sari malah terkekeh, "Namanya juga kita pelayan. Sudahlah diam, nanti kalau ketahuan tidak enak."


Mendengar itu Silvia pun akhirnya diam, hingga terdengar suara bel berbunyi, lalu dia pun izin untuk membukakan pintu tersebut.


Namun saat Silvia membuka pintu, alangkah terkejutnya ia saat melihat seorang wanita cantik dan juga seksi di hadapannya. Dia benar-benar kagum dengan kecantikan wanita itu, namun Silvia seperti pernah melihatnya, tetapi dia lupa di mana.


"Kau ini tidak sopan sekali, melihatku seperti itu! Bukannya mengijinkan orang masuk!" bentak wanita tersebut membuyarkan lamunan Silvia.


"Maafkan saya Nona. Silakan masuk, dan maaf, Anda mencari siapa, Nona? Biar saya sampaikan kepada Tuan dan nyonya."

__ADS_1


"Aku ke sini mau ketemu dengan Kekasihku, Reyhan." Wanita itu menatap angkuh ke arah Silvia dengan nada sedikit ketus.


"Baik Nona, sebentar biar saya panggilkan dulu." Silvia hendak pergi dari sana, namun tangannya ditarik kasar oleh wanita yang tak lain adalah Nagita.


"Tidak usah! Biar aku yang ke sana. Ada di mana dia?"


"Tuan muda ada di ruang makan, sedang makan malam bersama Tuan dan juga nyonya."


Tanpa menjawab, Nagita melenggang masuk ke dalam dengan gaya angkuhnya. Sedangkan Silvia hanya menggelengkan kepala sambil menutup pintu.


"Dih, dasar wanita sombong! Rumah dia bukan tapi berasa kayak bos. Tapi kok aku seperti kenal dengan wajahnya ya?" Silvia mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagu, dan dia baru ingat jika Nagita itu adalah model dan juga bintang iklan yang sering seliweran di layar TV.


"Oh iya, dia kan model yang sering berseliweran di TV itu, yang mengiklankan tentang lipstik. Pantas saja wajahnya sangat familia," gumam Silvia yang baru mengingat siapa Nagita.


"Malam semuanya," sapa Nagita.


Rey, Tante Mega dan juga Om Baim seketika menghentikan gerakan makan mereka, lalu menatap ke arah Nagita.


"Malam Nagita, kok kamu ke sini nggak ngabarin tante?" tanya Tante Mega yang pura-pura tidak tahu masalah tentang kisah percintaan putranya.


"Iya Tante, aku ke sini mau menemui Rey. Sayang, kita perlu bicara!" Nagita berjalan mendekat ke arah Rey lalu memegang pundak pria tersebut, namun segera ditepis kasar oleh Rey.

__ADS_1


"Don't touch me! Buat apa kamu ke sini? Pergi! Rumahku dan juga kantorku tidak pernah terbuka untukmu!" Rey berkata dengan nada yang sarkas tanpa menoleh ke arah Nagita sedikitpun.


Om Bima merasa heran dengan sikap putranya yang tidak biasanya bersikap kasar kepada Nagita. Biasanya dia akan bersikap sangat lembut dan penuh cinta.


Kemudian Om Bima menatap ke arah Tante Mega, dan wanita itu hanya menganggukan kepalanya dengan kecil sambil mengedipkan matanya, dan akhirnya Om Bima tahu jika ada masalah di antara mereka.


"Sayang, jangan kayak gitu dong. Kamu hanya salah paham, kita bicara empat mata ya!" pinta Nagita dengan nada yang manja.


Namun sekarang Rey tidak bisa lagi untuk dilumpuhkan dengan nada-nada manja seperti itu. Dia pun tersenyum miring sambil menaruh garpu dan juga sendoknya dengan kasar, sehingga menimbulkan dentingan yang cukup nyaring.


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku, hah! Apa yang inginkan?" ucap Rey menatap sinis ke arah Nagita.


Saat wanita itu akan menjawab ucapan Rey, tiba-tiba saja Om Bima menyela, "Rey, Nagita, sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian di taman sebelah, jangan di meja makan! Mama dan Papa sedang makan malam, jadi mohon pengertian kalian ya. Lagi pula kalian ini kan sudah dewasa, bisa menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik, bukan?"


Mendengar ucapan Papahnya, Rey akhirnya berjalan ke arah samping diikuti oleh Nagita. Sementara Silvia hanya menatap mereka dengan bingung, namun dia juga mengerti jika Rey dan juga wanita itu pasti sedang ada masalah.


"Bu, yang tadi itu kekasihnya Tuan Rey, ya?".tanya Silvia dengan nada berbisik kepada ibunya.


"Iya, dia Nona Nagita, seorang model. Kamu pasti pernah melihatnya kan di TV? Sudah nanti nggak enak kalau didengar tuan dan nyonya. Kita bahas nanti saja kalau sudah di kamar!"


Silvia menganggukkan kepalanya, namun dia juga sangat penasaran dengan kedua orang itu, karena terlihat sekali jika Rey tidak menyukai kedatangan Nagita.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2