Istri Somplak Tuan Rey

Istri Somplak Tuan Rey
Tuan Gorila


__ADS_3

Happy reading...


Saat ini Silvia tengah kebingungan, apakah dia harus tidur satu ranjang bersama dengan Rey atau tidak? Sedangkan pria itu sedang duduk sambil bersandar di ranjang dan memainkan ponselnya.


Melihat Silvia tengah gelisah, Rey pun paham apa yang ada dalam pikiran wanita itu. "Tidurlah di ranjang! Aku yang akan tidur di sofa."


Mendengar hal tersebut Silvia segera menggelengkan kepalanya. "Tidak Tuan. Biar saya saja yang tidur di sofa. Tuan tidur saja di ranjang!"


Namun Rey tidak peduli, dia mengambil bantal lalu berjalan ke arah sofa. "Pergilah atau ku cium kau di sini!" ancam Rey.


Silvia langsung lari ke arah ranjang saat mendengar ancaman dari pria tersebut, dia benar-benar takut jika Rey akan menciumnya.


"Jangan berani-berani mesum ya Tuan! Walaupun kita sudah menikah, ingat! Saya tidak mencintai Anda, begitupun dengan Anda bukan? Jadi jangan pernah ada--"


"Hubungan suami istri, begitu maksudmu? Memangnya kenapa? Kita ini sudah sah di mata hukum dan agama. Jadi kalaupun aku bermacam-macam kepadamu, itu tidak akan dosa dan tidak akan salah. Sudahlah, daripada kau membuat tensiku naik, lebih baik istirahat! Aku lelah," ujar Rey dengan ketus.


Kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas sofa, padahal sofa itu lebih pendek dari tubuhnya, sehingga membuat kaki Rei menggantung, tetapi pria itu tidak ada pilihan lain.


Saat ini yang ada dalam benak Rey hanyalah tidur. Karena dia benar-benar kelelahan menghadapi acara yang sejak tadi pagi tidak ada hentinya.


Tepat jam 02.00 pagi Silvia terbangun, karena dia merasa haus. Kemudian wanita itu melirik ke arah sofa dan kasihan saat melihat Rey tidak mengenakan selimut. Lalu wanita tersebut berjalan ke arah lemari dan mengambil selimut, kemudian dia menutup tubuh Rey.


'Anda benar-benar tampan Tuan, sayang Anda itu menyebalkan!' gerutu Silvia.


Setelah itu dia kembali ke ranjang untuk melanjutkan tidurnya.


.


.

__ADS_1


Seperti biasa, Silvia bangun saat adzan subuh. Walaupun dia baru tertidur beberapa jam, tapi wanita itu sudah terbiasa bangun pagi dan langsung membersihkan diri, setelah itu menunaikan shalat subuh.


Wanita tersebut tidak sadar jika sedari tadi Rey sudah terbangun dan tengah memperhatikan dirinya yang sedang menunaikan shalat.


'Entah, aku pun tidak tahu kapan terakhir aku menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim?' batin Rey.


Setelah selesai Silvia melipat mukenanya, dan dia menengok ke arah Rey yang masih menutup matanya. Padahal pria itu sudah terbangun.


"Ya ampun! Apa anak orang kaya nggak pernah bangun subuh ya untuk menunaikan shalat?" gumam Silvia, kemudian dia duduk memperhatikan wajah Rey. "Sebenarnya Tuan Rey tampan, sayang, kenapa setiap dia bangun mulutnya itu bagaikan emak-emak yang sedang menawar dagangan di pasar? Cerewet banget."


Rey yang mendengar itu pun menjadi kesal, dia ingin sekali langsung membuka matanya tapi itu tidak dilakukannya.


"Aku mimpi apa sih semalam? Kenapa aku bisa menikah sama Tuan Arogan seperti dia? Biasanya setiap wanita pasti akan senang menikah dengan orang kaya, tapi kenapa aku malah tersiksa? Apalagi dia sudah mencuri kesucian pipiku. Jangan sampai mencuri kesucian yang lain!" gerutu Silvia.


Kemudian dia berjalan ke arah balkon untuk menatap langit yang masih gelap, karena matahari belum menunjukkan sinarnya.


Sementara Rey membuka mata, tangannya terkepal dengan wajah yang ditekuk. "Benar-benar gadis menyebalkan. Lihat saja! Akan kubuat kau jatuh cinta kepadaku!"


.


.


"Kamu ini pengantin baru sudah main ke kantor aja? Nanti dulu lah," ucap tante Mega.


"Nggak bisa, Mah. Aku harus ke kantor, ya udah aku mau siap-siap dulu." Rey berjalan ke arah kamar untuk mengganti pakaiannya.


Saat pria itu sudah selesai memakai ****** *****, kemudian dia hendak memakai kemeja, namun tiba-tiba saja pintu kamar terbuka.


"Waaa! Ada gorilaaa!" teriak Silvia.

__ADS_1


Ret membulatkan mulutnya saat mendengar teriakan Silvia. Kemudian dia berjalan ke arah Silvia setengah berlari dengan wajah panik.


"Waa! Tuan ngapain deket-deket? Ada gorila!" Silvia menutup wajahnya sambil histeris, untung saja kamar itu kedap suara.


"Di mana gadis alien gorilanya? Di mana?" teriak Rey yang sudah panik.


Silvia mengintip dari celah tangannya. "Ya Tuan sendiri gorilanya. Ngapain nggak pakai baju!" jawab Silvia setengah berteriak, kemudian dia membelakangi Rey.


Mendengar hal tersebut Rey terpaku, dia menunjuk dirinya sendiri menatap dari dada sampai ke bawah. Kemudian tatapannya menjadi kesal dan tajam ke arah Silvia, lalu dia menarik tangan wanita itu. Namun, Silvia malah memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya.


"Lepasin saya, Tuan gorila! Lepasin!" pinta Silvia.


"Kau bilang apa tadi? Gorila? Apa matamu buta dan picek, hah! Kemarin kau bilang aku adalah terong gandul, Tuan Arogan, dan sekarang kau mengganti namaku dengan Tuan gorila. Kau menyebutku gorilla! Di mana matamu? Apa silinder!" teriak Rey dengan kesal sambil menghempaskan tangan Silvia.


Dia fikir di kamar itu memang benar ada gorila, tapi ternyata yang dimaksud Silvia adalah dirinya. Dan itu membuat Rey benar-benar kesal, kemudian dia berjalan ke arah ranjang lalu memakai kemejanya dengan gerakan yang asal.


'Benar-benar gadis alien. Lama-lama aku menikah dengannya bisa darah tinggi.' batin Rey menggerutu.


"Ya kan benar. Lagian Tuan ngapain nggak pakai baju? Itu juga roti sobeknya ada berapa? Kan sama, gorila juga mempunyai roti sobek, ototnya juga besar-besar?" celetuk Silvia sambil membelakangi Rey. Sebab dia tidak berani menatap tubuh polos pria itu.


"Astaga kau ini! Ini namanya perut sixpack, badan kekar dengan otot yang kuat, bukan gorila. Kalau kau mau menyamakan gorila, kenapa tidak pemain ring tinju saja!" geram Rey.


Setelah selesai dia langsung melewati Silvia dan membuka pintu kamar, namun tiba-tiba saja pria itu menatap ke arah Silvia dengan tajam.


"Bisa tidak, sehari saja kau tidak membuatku darah tinggi?! Dasar temannya BoBoiBoy!"


"Hah! Enak aja!" kesal Silvia.


Namun, Rey tak perduli. Dia kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai bawah. Sebab Rey tak mau berlama lama di kamar. Bisa bisa dia ketularan tidak waras.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2