Istri Somplak Tuan Rey

Istri Somplak Tuan Rey
Apa Kurangnya Aku?


__ADS_3

Happy reading...


"Pak, saya mau mengecek CCTV di sini," ucap Rey pada petugas keamanan yang berada di ruang CCTV.


"Baik Pak." Petugas itu menganggukan kepalanya, sebab Ia sudah hafal dengan Rey.


Kemudian Rey meminta petugas itu untuk memutar video semalam, di mana saat Nagita pergi. Tatapan pria itu fokus mengarah ke layar besar yang terpampang di hadapannya


Seketika mata Rey membulat dengan rahang mengeras, bahkan tangannya terkepal dengan kuat, saat melihat Nagita pergi dengan seorang pria yang dia pun tidak tahu siapa pria itu.


Namun, melihat dari gestur tubuh mereka, keduanya sangat intim. Bahkan terlihat berciuman saat Nagita membuka pintu apartemennya, sebelum mereka pergi dari sana.


Sorot mata yang tegas memancarkan kebencian pada wanita yang ia cintai. Rey tidak menyangka, jika orang yang selama ini ia percayax orang yang selama ini menghiasi hari-harinya, membuatnya bahagia, ternyata bermain api di belakangnya.


"Keterlaluan!" geram Rey dengan suara yang berat.


Petugas itu sedikit bergetar ketakutan melihat sorot mata yang tajam penuh kemarahan, dari pria yang berada di sampingnya.


'Ya Tuhan, lindungi aku. Jangan sampai aku menjadi amukan kemarahannya.' batin petugas itu.

__ADS_1


Rey keluar dari ruangan CCTV dengan kemarahan di dalam hatinya. Nafasnya memburu, menandakan dia sedang emosi tingkat tinggi


Sedangkan petugas itu bernafas dengan lega, saat melihat Rey keluar. Dia mengambil nafas dalam-dalam, seakan merasakan kekurangan pasokan udara.


BRUK!


Pria itu masuk ke dalam mobil dan membanting pintu dengan keras, membuat Nando yang berada di dalam terjingkat kaget sambil mengusap dadanya.


"Astaga Tuan! Anda kenapa? Saya sampai kaget," ucap Nando yang merasa heran dengan tingkah sang Bos.


"Diam kau! Jalan ke sekarang!" titah Rey dengan suara yang begitu berat, menandakan jika dia sedang marah.


GLUK!


"Ba-baik Tuan," jawab Nando dengan sedikit takut.


Selama dalam perjalanan Rey tidak bicara, tangannya masih terkepal dengan sorot mata yang tajam menatap jalanan.


'Aku tidak menyenangka Nagita, ternyata kamu bermain api di belakangku. Apa kurangnya aku selama ini kepadamu? Semua yang kamu mau, aku berikan. Kamu mau ketenaran, aku berikan. Kamu mau ini, mau itu, semua aku turuti. Lalu, apa kurangnya aku? Semua cinta dan kasih sayangku, bahkan kuberikan kepadamu, tidak ada yang luput. Tapi kenapa kau malah mendua dariku, Nagita? KENAPA!' teriak Rei di dalam hati.

__ADS_1


"AAAGHH!" Pria itu menonjok jok mobil beberapa kali, membuat Nando menelan ludahnya sambil menatap bosnya dari pantulan cermin.


"Wanita sialaan! Wanita murahan! Dasar kau jalaang! Tidak tahu diri! Aghhh!" Rey menjambak rambutnya, menandakan jika dia sedang frustasi.


Sementara Nando masih kebingungan dengan situasi dan juga kondisi dari atasannya. Dia tidak berani bertanya, karena pria itu takut jika nanti akan terkena sasaran kemarahan dari Rey.


Sesampainya mereka di kantor, tanpa banyak bicara dan tanpa menunggu Nando membukakan pintu, Rey langsung masuk diikuti oleh Nando di belakangnya.


Saat sampai ruangan, pria itu mengacak semua yang ada di atas meja. Dia menjambak rambutnya, kemudian menonjok tembok hingga tangannya terluka. Sementara Nando hanya melihat beberapa langkah darinya, karena dia tidak berani mengangkat bicara ataupun melakukan hal yang tidak diizinkan oleh Rey.


"Kau suruh anak buah mu untuk menyeret Nagita ke sini! Cari dia sampai dapat!" teriak Rey kepada Nando.


"Baik Tuan," jawab Nando, kemudian dia hendak keluar dari ruangan. Namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari bosnya kembali.


"Dalam keadaan apapun, seret wanita itu ke sini, paham!"


"Paham Tuan!"


Setelah kepergian Nando, Rey memejamkan matanya sejenak, mengatur nafas yang kian memburu. Dia melihat luka yang di tangannya, namun luka itu tidak sebanding dengan yang ada di dalam hati. Di mana Nagita sudah menorehkan luka yang begitu dalam dan juga menganga.

__ADS_1


"Kau akan mendapatkan balasanmu, Nagita! Berani kau bermain api di belakang ku. Teganya kau kepadaku, Nagita! Apa kurangnya aku!" teriak Rey sambil melempar vas bunga hingga pecah di lantai.


BERSAMBUNG....


__ADS_2