Istri Somplak Tuan Rey

Istri Somplak Tuan Rey
Kecewa Padamu


__ADS_3

Happy reading...


Tak lama seorang OB masuk membereskan kekacauan yang ada di dalam ruangan bosnya. Dia merasa heran, karena ruangan itu seperti kapal pecah yang baru saja terjun bebas dari atas langit.


'Tuan Rey kenapa ya? Apa habis kesambet, atau dia lagi mabuk? Sampai ruangannya berantakan seperti ini?' batin OB itu sambil membereskan barang yang berserakan di atas lantai.


"Tidak usah ngedumel kau di dalam hati! Kerjakan saja tugasmu!" bentak Rey sambil duduk di kursi kebesarannya.


OB itu terkejut saat mendengar ucapan dari bosnya, dia ketakutan karena Rey tahu jika dia sedang membatin.


OB itu pun tidak berani untuk membatin kembali, dia melanjutkan pekerjaannya karena takut jika nanti Rey akan mendengar suara hatinya lagi. Sebab dia berpikir, jika Rey adalah cenayang yang mempunyai kekuatan lain.


Setelah menunggu selama 2 jam lamanya, Nando masuk dengan dua orang anak buahnya, sambil menyeret seorang wanita yang tak lain adalah Nagita.


Anak buah dari Nando mendorong tubuh Nagita, hingga tersungkur ke lantai, sehingga membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Aduh! Aawh! Kalian ini kasar sekali sih!" bentak Nagita yang merasa kesal diperlakukan secara kasar oleh anak buah dari asisten kekasihnya.


Dia menatap ke arah Rey yang masih diam duduk di atas kursi kebesarannya. Kemudian wanita itu pun bangkit, walaupun ia merasa heran sebab Rey tidak bereaksi apapun saat melihatnya didorong.


'Kenapa dia diam saja? Biasanya Rey akan langsung bereaksi dan langsung menolong ku, jika aku kenapa-napa?' batin Nagita merasa heran.


Kemudian dia berjalan mendekat ke arah Rey, dan hendak duduk di atas pangkuan pria tersebut, namun dengan cepat Rey mendorong tubuhnya hingga membuat Nagita menabrak lemari.


"Jangan pernah kau menyentuhku, wanita jalaang!" geram Rey dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


Nagita menautkan kedua alisnya, merasa heran dengan sikap dingin dari pria tersebut, yang tak pernah Rey tampakkan selama ini.


"Sayang, are you oke? Kamu kenapa? Kok kamu malah dorong aku sih? Terus kenapa tadi kamu nyebut aku wanita jalaang? Kok kamu jahat sih sama aku? Bukannya nolongin aku, saat tadi didorong, kamu malah diem aja. Sekarang kamu namain aku wanita jalaang? Kamu ini kenapa?" heran Nagita dengan cairan bening yang mulai mengembun di kedua pelupuk matanya.


Melihat raut sedih dari wanita yang pernah ia cintai, Rey tersenyum sinis, kemudian dia berjalan mendekat ke arah Nagita dengan sorot mata yang tajam, bahkan auranya terkesan begitu dingin.


GLUK!


Nagita meneguk ludahnya dengan kasar. Dia melihat kemarahan di kedua sorot mata milik pria tampan tersebut, yang biasanya tak pernah di tampakkan oleh Rey saat bersama dengan dirinya.


Biasa nya Rey akan menampakan tatapan yang hangat, saat melihat Nagita. Namun kali ini sangat berbeda.


Pria itu menggulung gulung rambut panjang milik Nagita, menatap kedua manik wanita tersebut dengan tatapan yang begitu sinis.


"Tidak usah menampilkan wajah sedihmu itu. Tidak akan mempan. Seharusnya kau berfikir dulu, kenapa aku berubah? Dan aku ingin tahu, apa kurangnya aku untukmu? Semua yang kamu mau, ketenaran, barang-barang branded, kasih sayang, cinta, semuanya udah aku berikan kepadamu. Lalu apa yang kurang dariku?" tanya Reg dengan intonasi yang rendah, namun terkesan begitu tajam.


"JAWAB SAJA!" bentak Rey dengan intonasi yang cukup tinggi, membuat Nagita memejamkan matanya karena dia sangat kaget. Sebab baru pertama kali pria itu membentak dirinya.


Buliran bening tak bisa lagi ia cegah, sehingga mengalir membasahi pipi mulusnya. "Kamu kenapa membentak aku? Kamu tega sama aku, sayang? Kamu kenapa sih? Hari ini kamu aneh banget," ucap Nagita yang sudah menangis sesegukan.


Namun Rey tidak perduli, kemudian dia menampar wajah wanita itu hingga membuat tubuh Nagita tersungkur ke lantai.


PLAK!


"Kau bilang aku berubah? Iya, aku berubah. Dan siapa yang merubahnya? Kamu! Sekarang jawab! Apa kurangnya aku untuk kamu, Nagita!" bentak Rey sambil mencengkram rahang Nagita, kemudian menghempaskannya dengan kasar.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah kurang. Kamu sangat sempurna, Sayang," jawab Nagita.


Namun mendengar itu Rey malah terkekeh, akan tetapi tawanya terdengar begitu menyeramkan di telinga Nagita. Dan membuat wanita itu bergetar ketakutan, saat melihat kemarahan dari pria tersebut.


Kemudian Rey berjalan kembali ke arah Nagita dan menjambak rambutnya, sehingga membuat wajah wanita itu mendongkrak ke atas.


"Kau dengar ya! Apa Kau pikir, aku tidak tahu, selama ini kau bermain api di belakangku, hah! Selama ini aku mencintaimu dengan tulus. Apa yang kau mau, aku berikan. Tapi apa balasanmu kepadaku, Nagita? Kau malah menduakanku! Menduakan cinta tulusku!" bentak Rey sambil menghempaskan wajah Nagita.


Wanita itu menangis tersedu-sedu, tak pernah ia merasakan kekasaran dari Rey selama ini. Pria tersebut selalu bersikap lembut dan juga hangat kepada dirinya, namun kali ini Nagita dapat melihat sisi lain dari Rey.


Matanya membulat kaget saat mendengar ucapan Rey yang ternyata mengetahui tentang dirinya yang bermain api. Padahal selama ini Rey tak pernah sekalipun curiga kepada dirinya, dia mempercayai wanita itu 1000%.


"Aku selama ini percaya kepadamu. Aku percaya kau tak pernah menyakitiku. Kau tak pernah menduakanku. Tapi ternyata aku salah. Wanita sepertimu, tidak bisa dipercaya. Dan ternyata semua wanita itu sama saja, hanya menginginkan harta dan tahta, tidak mempunyai cinta yang tulus."


"Sayang, kamu salah paham. Aku tak pernah bermain api di belakangmu, aku ... aawh!"


Rey menghempaskan tubuh Nagita saat wanita itu hendak mendekat ke arahnya, dan memegang lengannya.


"Nando_ seret wanita itu keluar! Dan jangan pernah biarkan dia masuk lagi ke sini! Hancurkan karirnya! Cabut semua fasilitas yang pernah kuberikan kepadanya, termasuk apartemen, paham!" titah Rey kepada Nando.


"Paham Tuan! Tugas, saya laksanakan." jawab Nando sambil menganggukan kepalanya, kemudian dia berjalan ke arah Nagita dan menyeret wanita itu.


Nagita memberontak, dia menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Tidak Rey. Jangan lakukan ini kepadaku! Aku tak pernah menduakanmu. Aku tidak pernah bermain api di belakangmu, Rey! Aku mohon, dengarkan dulu penjelasanku! Reyhan!" teriak Nagita, namun Rey tidak pernah mau mendengar.


Telinganya sudah tuli, hatinya teramat sakit. Dia berpikir bahwa semua wanita sama saja, hanya menginginkan harta dan tahta. Mereka tak mempunyai cinta yang tulus seperti apa yang ia berikan kepada Nagita.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2