Izinkan Aku Bersama Mu

Izinkan Aku Bersama Mu
Prolog


__ADS_3

"Ayo sama sama kita bikin surat permohonan terus kita simpan di dalam botol dan kita kubur di bawah pohon! Ntar kalo kita udah gede, kita baca bareng bareng deh!!" kata Frisca dengan semangatnya.


Nico dan Nathan berpandangan sesaat, lalu kembali memandang gadis kecil yang berkepang dua itu yang tepat berada di depan mereka.


"Surat Permohonan?" sahut Nico dan Nathan bersamaan.


"Iya!" jawab Frisca dengan mantap. Kemudian dia mengeluarkan tiga lembar kertas dan sebuah spidol. Nico dan Nathan memandangnya bingung.


"Aku tulis duluan deh!" kata Frisca lagi. Lalu beberapa saat kemudian dia sibuk menulis. "Nah udah selesai! Sekarang giliran kamu ya Nathan. Kamu tulis apa yang kamu inginkan kalo kita udah gede nanti!"

__ADS_1


Nathan menerima selembar kertas dan sebuah spidol dari Frisca, memandangnya sesaat, lalu mulai menulis apa keinginannya. Setelah itu, Nico pun melakukan hal yang sama.


"Terus mau diapain surat ini?" tanya Nico setelah selesai menulis.


"Ya kita masukkan ke botol terus kita kubur dong!" seru Frisca lagi. "Di bawah pohon ini aja!"


Kemudian Frisca menghampiri pohon akasia besar yang batang nya sudah ada tulisan 'Nico-Frisca-Nathan', lalu ia mulai menggali. Nathan dan Nico mengikuti dan membantu Frisca menggali sambil sesekali mengelap keringat yang bercucuran. Setelah selesai, Frisca memasukkan ketiga surat tersebut ke botol minuman lalu menguburnya.


"Memang nggak boleh di baca sekarang lah!" seru Frisca pura-pura marah. "Kita baca nanti kalo udah gede!"

__ADS_1


"Kapan?" tanya Nico.


"Umm.... kapan ya? Sepuluh tahun lagi gimana? Jadi sepuluh tahun lagi kita sama sama ke sini! Kita tulis tanggalnya di pohon ajaib ini!" seru Frisca sambil memahat tulisan 24 Februari di pohon akasia tersebut. "Eh.. sepuluh tahun dari sekarang berapa sih?" tanya Frisca.


"2018" kata Nathan dan Frisca segera memahat angka itu.


"Nah udah selesai. Tanggal 14 Februari 2018, kita akan ke sini lagi, terus kita bacain deh surat surat kita!" kata Frisca dengan cerianya.


"Kalo kita nggak ketemu lagi gimana?" tanya Nico tiba tiba.

__ADS_1


"Nggak akan!" jawab Frisca cepat. "Kita kan selalu bersama sama! Kita nggak akan terpisah!" katanya mantap sambil bersungguh sunguh menatap kedus wajah anak laki laki yang persis sama itu.


Nico memandan ragu Frisca, lalu menganggukkan kepalanya kuat kuat.


__ADS_2