
*********
kantin
"ermm, gak adapapa, cuma terasa wajah Isha imut banget".. kata Mira sambil menjeling ke putri, putri hanya tersengih. "Corry".. kata putri. "erm, gue pergi tandas Bentar".. kata Mira. mereka semua mengangguk, lalu Mira dan putri menuju ke tandas. "kaget tau gak tadi, nasib mereka gak boleh nampak lo".. kata Mira. "Corry iya Mira".. kata putri dengan rasa bersalah, Mira mengeluh. "ok, kali terakhir kamu bangun dimana?".. tanya Mira. "bangun di depan pintu bilik peralatan olahraga".. kata putri sambil melayang di sebelah Mira, beberapa menit berjalan Mira berhenti.
"kenapa, udah jumpa atau belum?".. tanya putri. "cuba lo jangan Hush, hush gitu di sebelah gue. rasa seperti ada setan gentayangan di sebelah gue, seram tau".. kata Mira. "hush, hush, hush?".. tanya putri pelik. "tiup angin ke gue".. kata Mira geram. "gurau sikit pun gak boleh".. kata putri memuncungkan bibirnya. "gak, seram sejuk tau gak?".. kata Mira. "yelah".. kata putri lalu menghilangkan diri. setelah beberapa menit Mira mencari bilik peralatan olahraga akhirnya ditemui. "inikah?".. tanya Mira di dalam hati, kemduian secara tiba-tiba putri muncul. "bukan disini, ada bilik peralatan olahraga lain di atas bilik kepala sekolah".. kata putri.
Mira mengurut seketika dadanya. "ada juga karang gue gak mau Bantuin ini bocah".. kata Mira sambil tersenyum menahan sabar. "bukan disini?".. tanya Mira, putri mengeleng kepalanya. "habis, gue tanyain guru mereka semua bilang bilik peralatan olahraga cuma ada satu dan disini".. kata Mira. "gak, gue tahu. bilik peralatan olahraga juga ada di tingkat atas bilik kepala sekolah. cumanya gue gak boleh naik kesana, seperti ada yang menyekat gue masuk".. kata putri. "huh, gimana ni. waktu rehat udah mau habis".. kata Mira. "apa yang kamu buat disini?".. tanya seseorang membuatkan Mira kaget. "gak buat apa-apa buk".. kata Mira cemas.
nama kamu syiapa?, kelas apa?. berbual dengan syiapa tadi?".. tanya guru Zaira. "hmm, nama gue Mira, kelas 13505. gak berbual ama sesiapa kok".. kata Mira tersenyum. "ouh, anak baru itu iya?".. tanya guru Zaira, Mira mengangguk. baru guru Zaira mahu berbicara loceng sekolah berbunyi menandakan rehat kedua sudah habis. "udah buruan masuk ke kelas, waktu rehat udah habis".. kata guru Zaira, Mira mengangguk. lalu terus pergi dari situ. "apa yang dicari pun gue gak tahulah".. kata guru Zaira berbicara sendirian sambil menggeleng kepala.
__ADS_1
Jaga-jaga, dia wujud 👻💜
********
di kelas
Mira masuk ke dalam kelas. "lama sekali lo pergi tandasnya".. tegur Rana, Mira hanya cuma tersenyum dan terus duduk di tempatnya. "huh, gimana iya?".. tanya Mira di dalam hati. kemudian putri muncul dan duduk bersila di atas meja Mira. "lo pikir apa?".. tanya putri polos. "pikir apa lagi, pikir gimana mahu naik ke tingkat atas sekali".. kata Mira. "ooh, gimana kalau malam ni?".. tanya putri. "hmm, boleh juga".. balas Mira. "harus malam ni pergi lihat".. kata Mira di dalam hati. "lo bicara ama syiapa?, dari tadi gue lihat lo seperti berkata sesuatu?".. tanya Zariel pelik. "cie, kantoi curi lihat Mira".. kata Erina dan Fitri serentak.
"diamlah kalian!".. marah Zariel. "gue mau nanya kalian".. kata Mira. "tanya apa?".. kata Rana. "kaliankan lebih tahu pasal sekolah ni dari gue. tingkat paling atas blok A itu ada bilik peralatan olahraga iya?".. tanya Mira. mereka semua terus mendiamkan diri. "gimana lo boleh tahu?".. tanya Fitri serius. "gue ada dengar pelajar bilang waktu gue di tandas tadi. kenapa?".. tanya Mira pelik. "dulu memang ada si, tapi sekarang bilik itu gak digunakan lagi. gue dengar rumor anak kepala sekolah yang dulu pernah mati bunuh diri".. kata Erina. "mati bunuh diri?".. kata Mira di dalam hati.
*******
__ADS_1
di kelas
"baiklah murid-murid X perlu bahagi dengan Y untuk dapat jawapannya, seperti contoh ni. jadi buk mahu kalian jawab soalan Muka surat 21 tu. faham?".. kata guru cempaka. "faham".. jawab seisi kelas serentak. Mira termenung sambil bermain-main dengan pen mengetuk meja, Mira mengeluh. "kamu gapapa Mira?".. tanya putri risau melihat Mira. "gapapa".. bisik Mira, takut rakan sekelasnya bilang dia orgil bicara seorang diri, putri mengeluh. "gue pergi dulu, bye".. kata putri, capek mahu mengacau Mira bila melihat Mira seperti gak ada mood. "hmm".. jawab Mira, putri pun menghilang diri. tanpa Mira sedar Zariel yang duduk di belakang asyik memandang ke arah Mira yang mengeluh.
"sepertinya Mira teringin sekali mahu ke Blok A tingkat atas itu?".. tanya Zariel di dalam hati. "risau pulak, kalau beri dia seorang pergi sendiri. apa gue temani dia aja?".. tanya Zariel lagi di dalam hati. "lo pikir apa?, udah dapat jawab soalan matamatika?".. tanya Fitri. "lo ni gak habis mahu niru gue, pikirlah sendiri".. kata Zariel geram. "ala, kata kawan. pleasee".. kata Fitri memujuk Zariel, Zariel mengeluh. "nih".. kata Zariel yang akhirnya mengalah sambil memberi bukunya kepada Fitri untuk ditiru.
"Fitri, malam ni teman gue tau. ajak Arief sekali".. kata Zariel perlahan. "teman pi mana?".. tanya Fitri sambil laju menulis di buku latihannya. "kita ikuti Mira senyap-senyap".. kata Zariel. "ok, tapi Mira mau pi mana?".. tanya Fitri lagi.
"dia mahu pergi bilik peralatan olahraga tingkat atas blok A tu".. kata Zariel. "ok".. kata Fitri kemudian secara tiba-tiba Fitri berhenti menulis. "lo bilang apa tadi?".. tanya Fitri, Zariel mengeluh. "ikuti Mira pergi bilik peralatan olahraga tingkat atas blok A".. kata Zariel. "apa?!".. jerit Fitri sambil menjerit, membuatkan seisi kelas memandang ke arahnya. Fitri memandang tajam Zariel. "apa yang bising tu?".. tanya guru cempaka. "ga ada papa buk".. kata Zariel tersengih lalu menarik tangan Fitri untuk duduk, guru cempaka hanya mengeleng kepalanya. "lo udah gilakah?, tempat tukan tempat larangan dan berhantu".. kata Fitri tegas.
BERSAMBUNG
Like, gift and favorit.. thankyou dukungan kalian~>>
__ADS_1
Selamat membaca~>>