
"Semoga mereka pulang dengan selamat." Kata Zariel di dalam hati.
*******
Erina
Erina yang sedang membawa gelas air yang udah dibaca ayat tertentu berjalan cepat menghampiri seorang ustaz yang menangani murid yang sedang kerasukan. Tanpa semena-mena gelas itu secara tiba-tiba terjatuh dari tangan Erina lalu pantas Erina menyentuh gelas kaca yang pecah lalu tangan Erina tergores akibat kaca tersebut, mula Erina berasa tidak sedap hati.
"Kenapa jantungku berdebar kencang ni?, semoga gak ada perkara buruk menimpa Arief mahupun Mira." Kata Erina di dalam hati lalu segera Erina membalut tisu di jarinya dan mengambil air lain untuk dibawa ke ustaz tadi.
******
Mira
Mira yang terbaring berlumuran darah tidak bergerak tetapi dengan kuasa ALLAH SWT Mira terbangun sambil terbatuk-batuk.
"Errrr." Rengek Mira mencuba untuk duduk tetapi kudratnya sudah tidak ada, matanya Mira juga kabur. Mira berusaha untuk tidak terlelap jika tidak dia akan mati. Lalu tidak lama kemudian saat Mira benar-benar udah pasrah jika dia akan mati seorang cewek berpakaian baju dahulu dengan loceng kaki berjalan menghampiri Mira.
Mira yang udah mau terlelap perlahan mencuba untuk membuka matanya untuk melihat cewek tersebut. Cewek tersebut betul-betul berdiri di hadapan Mira lalu perlahan mengangkat kepala Mira lalu meletakkan kepala Mira di atas pehanya sambil mengelus perlahan rambut hitam pekat Mira.
"Kesayanganku Mira." Ucap cewek tersebut tersenyum lembut, kini mata Mira dapat mengecam wajah cewek yang sedang tersenyum.
"Cewek ni adalah cewek yang ada didalam potret saat aku menyelak album lama ayah dan juga 'dia'!." Kata Mira di dalam hatinya.
"Kamu jangan mati nak." Kata cewek itu lagi.
Dengan kudratnya yang tersisa Mira mencuba untuk membuka mulutnya tetapi ditutup oleh tangan cewek itu.
"Belum tiba masanya untuk kamu mati nak, hidupmu sangat berharga. Kamu masih mau menyelamatkan mereka benarkan, jadi bertahan hiduplah." Kata cewek tersebut lalu mencium dahi Mira.
"Si..siapa kamu?." Tanya Mira perlahan.
"Seri." Kata cewek tersebut tersenyum.
Terus pandangannya sekali lagi buram, Mira perlahan mendengar suara berbicara beberapa orang memanggil namanya dan mereka berlari mendapatkan dirinya sambil menepuk perlahan pipinya. Walaupun pandangannya semakin kabur Mira masih lagi perasan akan kehadiran cewek tadi mulai menjauh dan melambai kearah dirinya terus menghilangkan dirinya.
__ADS_1
Jaga-jaga, dia wujud 👻💜
********
Rumah sakit
Mira perlahan-lahan membuka matanya dan mengerakan jari-jemarinya lalu perlahan memegang kepalanya yang sakit seakan-akan kepalanya didorong ke tembok. Mira memandang sekelilingnya yang tampak berlainan saat dirinya tidak sedarkan diri.
"I..ini dimana?." Tanya Mira di dalam hati lalu dia mencuba untuk bersandar agar bisa melegakan lenguh-lenguh di badannya. Secara tiba-tiba perutnya terus terasa sakit yang amat, Mira pantas memegang perutnya lalu Mira mendengus kesakitan.
"Sakit!, bukankah gue udah meninggal?. tapi.. jika diriku udah tiada gimana gue bisa ada disini?. Tempat ini seperti rumah sakit aja." Kata Mira di dalam hati sambil termenung seketika lalu Mira terdengar seseorang membuka pintu kamarnya dan suara seseorang sedang berbicara.
"Mira!." Jerit Erina lalu lekas Erina, Wina, Rana dan Isha memeluk Mira. Kaget Mira mendengar jeritan Erina dan terkaku dipeluk ama rakannya.
"Syukur kamu udah sedar!." Kata Rana menahan tangisannya,
Erina, Wina dan Isha juga sudah berlinangan air mata menahan sebak. Mira perlahan tersenyum sambil membalas pelukan.
Zariel meletakkan buah-buahan yang dibawa dari rumah di atas meja bersebelahan dengan katil pasien yang duduki Mira lalu mereka berlima melepaskan pelukan kemudian Mira seperti teringat akan sesuatu.
"Arief dimana!, apa dia selamat?!." Tanya Mira yang khwatir akan keselamatan pacar Rana.
Lalu beberapa detik kemudian mereka semua tersenyum kecil kecuali Zariel dan Afreen yang mulai cemburu.
"Gak kusangka gue bisa buat Mira khawatir." Kata Arief yang mulai memasuki ruangan tersebut sambil tersenyum bangga memandang Afreen dan Zariel yang memandang tajam dirinya seakan-akan mau menelan dirinya hidup-hidup.
******
Rumah sakit
Mira sedikit kaget melihat Arief yang sedang tersenyum bangga didepannya.
__ADS_1
"Gimana kamu bisa selamat?!." Tanya Mira sedikit kaget lalu Mira termenung seketika.
"A**pa cewek yang menyelamatkanku nyata?, dan apa hubungannya cewek itu dengan diriku?." Detik hati kecil Mira.
Mira yang masih lagi memikir perihal dimana dirinya hampir aja meninggal lalu Mira tersedar dari lamunan apabila mendengar tangisan Arief.
"Ini semua salahku!, jika gue gak berkeliaran pergi dari tempat perkhemahan semua ini gak akan jadi bergini dan Mira gak akan cedera!." Kata Arief yang menjiwai watak tangisannya lalu tanpa semena-mena kepala Arief diketuk oleh Zariel.
"Lo bisa serius dikit apa gak si!, gak lihat Mira tanya soalan serius?!." Marah Zariel.
"Iya, iya maaf. Gue cuma mau bercanda aja." Kata Arief perlahan lalu memuncungkan bibirnya, Zariel hanya menggeleng perlahan.
*******
"Beberapa orang ustaz sampai tepat waktunya, saat itu pak Daylen bilang kamu memang udah berlumuran darah dan juga saat itu gue berhasil kabur. Orang yang menangkapku itu menghilang tanpa jejak. Nasib lo bisa selamat, lo hampir meninggal gara-gara gue. Sebenarnya apa yang terjadi saat itu Mira?" Kata Arief serius dan rasa bersalah, Mira termenung seketika.
"Tidak!, yang hampir terjadi kecelakaan ini Kernaku!. Kerna mataku!. Kenapa si gue dilahirkan dengan mata bergini?, gak bisakah gue hidup tenang, damai tanpa penglihatan sebegini?." Kata Mira di dalam hati penuh dengan rasa tidak terima dan rasa bersalah pada rakan-rakannya.
Erina yang sedar akan perubahan Mira menyentuh lembut bahunya sambil membuat wajah khawatir.
"Lo kenapa?, gak enak badan iya?. mahu gue panggilkan doktor?." Tanya Erina penuh khawatir memandang wajah pucat Mira.
Mira memandang wajah khawatir Erina lalu tersenyum hambar lalu Mira menukar topik.
"Kalian bawa apa untukku?, buah?. Melihat buahan ini terasa lapar." Kata Mira.
Mira yang berpura-pura tersenyum seperti tiada apa yang terjadi membuatkan mereka semua berpandangan antara satu sama lain dan tersenyum hambar lalu Wina mendekati Mira yang mau memakan buahan tersebut.
"Biar gue potong dulu buahan ini." Kata Wina tersenyum kecil lalu Mira mengangguk kecil.
"Jika kalian tau guelah penyebab ini semua, apa kalian akan menjauhiku?. Aku harap kalian gak tau rahsia ini selamanya tetapi pasti rahsia ini akan terungkap juga." Kata Mira di dalam hati.
*******
setelah rakan-rakannya pulang Mira duduk termenung melihat luar jendela yang mendung seperti hatinya sekarang ini lalu perlahan pintu kamarnya terbuka menandakan seseorang masuk.
__ADS_1
...🌼✨BERSAMBUNG✨🌼...