Jaga-jaga, Dia Wujud

Jaga-jaga, Dia Wujud
Eps 37 {MISTERI DISELESAIKAN}


__ADS_3

*********


bilik peralatan olahraga


"Udah, gue udah telefon sekali rumah sakit. Putri udah ada disana". Kata Isha sambil tersenyum, Mira menarik nafas lega. Mira melihat Zariel dan pak Aiden yang sedang disoal siasat dengan beberapa orang anggota polis. "Alhamdulillah, semua udah selesai. Cuma cincin ini aja yang gue gak boleh beri." Kata Mira di dalam hati kemudian Mira mengeluh perlahan dan kata-kata nek Melati pun tergiang-giang di kepalanya. "Jangan mudah percaya orang termasuk keluarga kita sendiri, kamu istimewa Mira." Ucapan nek Melati sebelum nek Melati meninggalkannya mula bermain di benak Mira. Isha yang melihat Mira termenung jauh pelik kemudian menyentuh bahu Mira.


"Kenapa Mira?, ada yang gak selesai lagikah?." Tanya Isha, mira yang sedikit kaget apabila tangan Isha menyentuh bahunya kemudian Mira mengeleng perlahan dan tersenyum kecil. "Udahlah jom rehat kalian gak ngantukkah ini udah pukul 5 pagi dah, nasib hari ni kelas dibatalkan Kerna kes ni." Kata Rana yang sudah menguap dan bersandar di bahu Erina, Mira tersenyum kecil. "Yuk." Ajak Mira. "Zariel, pak Aiden kami kembali ke kamar dulu iya!." Kata Rana separuh menjerit, Zariel mengangguk lalu berbicara kembali dengan anggota polis kemudian bahu Rana dipukul Isha. "Cewek gak elok menjerit gitu, kamu cewek ke cowok?." Tanya Isha geram.


"Hmm, cowok!." Kata Rana lalu terus berlari pergi dari situ meninggalkan Isha, Erina dan Isha. "Habis sebelum ni gue tidur ama cowok ke?!. Sampai hati tipu, katanya cewek rupanya cowok!" Marah Isha lalu terus mengejar Rana, Mira dan Erina saling berpandangan sebelum ketawa kecil sambil menepuk dahi. "Polos banget itu anak, udah sah-sah Rana itu cewek. Sabar ajalah." Kata Isha, Mira ikutan tersenyum lalu menuju berjalan menuju ke kamar masing-masing.


********


kamar Mira

__ADS_1


Mira yang sedang berbaring sambil mengadap telefonnya ditegur Isha. "Mira mau nanya." Kata Isha serba salah. "Hmm, nanya apa?." Tanya Mira sedikit pelik lalu memandang ke arah Isha, Isha terus berjalan menuju ke kasur Mira dan duduk di hujung kasur. "Sebenarnya kami pelik, macam mana lo boleh tahu ada cewek yang akan jadi persembahan ilmu hitam tadi?." Tanya Isha, mereka saling berpandangan, Mira meneguk air liurnya. "Gak akan mau beritahu gue indigo, karang nanti terjadi seperti disekolah lama gue gimana?." Tanya Mira di dalam hati. "Err." Serba salah Mira mau beritahu kemudian Mira mendengar Isha mengeluh. "Kalau lo gak bersedia lagi mau kasi tahu, gakpapa Kerna setiap orang mesti ada perkara yang dia mau rahsiakan." Kata Isha tersenyum memandang Mira.


Mira membalas senyuman Isha lalu memeluk Isha. "Bukan gue gak mau kasi tahu tapi gue takut kalian akan ningalin gue, kalian akan merasa gue berteman ama setan." Kata Mira di dalam hati, Isha yang sedikit kaget apabila secara tiba-tiba Mira memeluknya tetapi kembali membalas pelukan Mira. "Makasih iya udah pahami gue, bila gue bersedia gue kasi tau kalian." Kata Mira perlahan. "Entahlah bila gue bersedia kehilangan kalian." Kata Mira di dalam hati.



Jaga-jaga, dia wujud 👻💜


********


"Isha bangun, lo kata mau jalan-jalan!." Kejut Mira sambil menarik selimut Isha. "Emm." Kata Isha yang masih lagi menutup matanya. "Ya Allah, susah banget mau kejutkan bocah seorang ni. Kipas udah gue tutup, masih lagi gak bangun-bangun. Nanti bila kita tinggal dia marah kita pula." Bebel Mira seorang diri lalu seseorang mengetuk pintu kamar mereka, Mira terus membuka pintu terpancul wajah rakan-rakannya. "Udah siap belum, gak sabar ni." Kata Rana. "Itu bocah di kasur tu masih lagi gak bangun." Kata Mira mengeluh. "Gapapa, biar gue aja." Kata Rana lalu terus melompat ke kasur Isha lalu memeluk Isha. "Ha ghisau, bangun, bangun. Matahari udah mencanak di atas kepala!, bangun wahai kawanku. Bangun!." Jerit Rana dekat di telinga Isha.


"Argggg!." Jerit Isha lalu bangun dari kasur. "Kenapa lo menjerit, kaget gue." Tanya Rana pelik. "Gue ingatkan setan tadi, bye. Mandi dulu." Kata Isha lalu segera masuk ke kamar mandi. "Kurang ajar punya kawan, gue yang cantik ni dikatakan setan?!." Marah Rana melihat Isha menjelir lidah ke arahnya. "Udahlah, ayo kita nunggu di luar aja. gak manis pula Kerna ada cowok disini." Kata Mira mengajak Rana keluar. "Tengok Isha tu, gue hodohkah?." Tanya Rana kepada rakan-rakannya. "Memang ho.." Kata Arief tetapi belum sempat dia menghabiskan ayatnya Rana memandang tajam ke arahnya.

__ADS_1


"Cantik, cantik sangat bak bidadari. Gue bertuah punya pacar kayak kamu." Kata Arief lalu memeluk Rana, terus Rana tersenyum. dan menutup pintu kamar tersebut. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Isha keluar dari kamar. "Jom!." Ajak Isha riang lalu memeluk lengan Rana. "Maaf iya." Kata Isha sambil membuat wajah polosnya, Rana cuma mengangguk perlahan sambil tersenyum memandang wajah Isha. Dia tahu Isha hanya bercanda aja sama dia lalu mereka keluar dari sekolah menunggu adik Mira menjemput mereka. Lalu dua buah mobil hitam datang menghampiri mereka.



*********


luar sekolah


Setelah mobil pertama berhenti terus Wina keluar dari mobil dan berlari memeluk Mira. "Rindu." Kata Wina, Mira tersenyum kecil lalu membalas pelukan Wina, lalu Dani dan Afreen juga keluar dari mobil dan menghampiri mereka. "Gak mau kenalkankah?." Tanya Wina sambil melihat rakan baru Mira itu. "Ouh lupa, ini kenalkan ini Rana dan pacarnya Arief, Zariel, Fitri, Isha dan Erin." Kata Mira mula memperkenalkan mereka semua. "Dan semua ini Wina, Dani adik gue dan..." Bicara Mira terhenti apabila matanya dengan Afreen bertemu, terus wajah Mira mula memerah dan terus memandang ke tempat lain. "Afreen." Sambung Mira lagi tersenyum malu. "Ya Allah, ganteng amat dia pakai gitu tergoda kita." Kata Mira di dalam hati.


"Udah lama gak ketemu ama dia, makin cantik aja. Hish, mau aja sekarang gue peluk dia." Kata Afreen di dalam hati. Zariel yang memandang ke arah Mira dan Afreen silih berganti mula tidak selesa lalu mata Afreen dan Zariel bertembung, tajam mata mereka memandang antara satu sama lain. "Sepertinya ada aura cemburu aja nih, suasana jadi tegang gini." Kata Erina di dalam hati. "Yaudahlah, ganteng juga adik lo Mira." Kata Erina ingin membuat Suasana menjadi gak tegang. "Eh, memang ganteng tapi dia punya gue tau." Kata Wina sambil memegang tangan Dani, Dani mula memerah wajahnya sambil mengukir senyuman bahagia melihat cemburu Wina terhadap dirinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Like, gift, rate and favorit~>>


thankyou, selamat membaca~>>


__ADS_2