Jaga-jaga, Dia Wujud

Jaga-jaga, Dia Wujud
Eps 46 {SATU-SATUNYA PEWARIS NENEK MELATI}


__ADS_3

Mira terus berlari memasuki hutan untuk mencari Arief. "Orang itu, syiapa sebenarnya kamu!." Kata Mira lagi di dalam hati.


******


Arief


"Kamu mau nikah ama anak ayah?." Tanya cowok separuh baya tersebut. "Mau." Kata Arief bagai dipukau, lalu Hamdi tersenyum lebar akan jawapan Arief sebentar tadi. "Rancangan gue pasti akan berjaya, malam ini harus ada persembahan darah." Kata 'Hamdi' tersenyum sinis dengan rancangannya. "Mira gue mau lihat lo bisa apa gak mengunakan keistimewaanmu itu untuk menyelamatkan rakanmu." Kata 'Hamdi' lagi di dalam hati kemudian secara tiba-tiba ' Hamdi' mulai memuntahkan darah berwarna hitam pekat.


Arief yang bagai tersedar lalu segera bertanya kepada 'Hamdi'. A..ayah gak papa?." Tanya Arief khawatir. "Nampaknya kau berjaya mengalahkan iblisku." Kata 'Hamdi' di dalam hati lalu terus bangun. "Bawa dia ke kamar." Kata 'Hamdi' dingin lalu segera pergi dari situ dalam keadaan marah lalu segera cewek itu membawa Arief ke kamar. "Kemana lo mau membawa ku?." Tanya Arief yang masih lagi bingung kemudian cewek tersebut tersenyum lalu menarik tangan Arief masuk ke dalam kamar.


******


Disisi 'Hamdi'


'Hamdi' terus masuk ke dalam satu kamar yang telah menjadi tempat pemujaan setan selama ini. "Gue mau balas dendam dengan apa yang telah lo perbuat Reza." Kata 'Hamdi' sinis lalu duduk di tengah bulatan yang telah dia perbuatkan. "Pada mulanya gue cuma tuntut hak anak gue tapi selepas semua rancangan gue anak lo musnahkan, apa kata gue balas dendam akan kematian pacar gue Cempaka!!." Jerit 'Hamdi' dalam kemarahan seperti dirasuk iblis.


"Cempaka lo tunggu aja, selepas gue mengambil nyawa Reza pasti gue akan 'hidupkan kembali' lo Cempaka." Kata 'Hamdi' tersenyum sambil membelai sebuah gambar cewek yang sungguh cantik paras rupanya. "Gue juga akan memiliki keistimewaan yang diberi Ibu Melati kepada Mira, seharusnya anak aku yang harus memiliki keistimewaan tersebut." Kata 'Hamdi' penuh dendam terhadap keluarga Mira. Lalu 'Hamdi' meletakan gambar tersebut di depannya dan mula membaca ayat yang menyeru setan kemudian secara tiba-tiba benda-benda tersebut muncul di depannya.


*****


__ADS_1


Jaga-jaga, dia wujud 👻💜


Pak Daylen


"Pak sudah banyak kawasan dah kita cari pak tapi masih gak ketemu lagi ama Arief pak." Kata Zariel khawatir. Bagi Zariel ini semua salahnya Kerna membiarkan Arief pergi darinya lalu Pak Daylen mengeluh. "Ustaz gimana nih ustaz?." Tanya pak Daylen kepada ustaz tersebut. "Kami pun udah mencari tapi masih lagi belum ketemu." Kata ustaz tersebut sambil mengeluh perlahan. "Apa jangan-jangan Arief disorok bunian?." Tanya Fitri secara spontan.


"Bergini ajalah, kita berdoa banyak-banyak semoga Allah SWT mempermudahkan urusan kita untuk mencari rakanmu." Kata ustaz tersebut sambil mengangkat tangan untuk berdoa lalu mereka semua mengangguk tanda setuju kemudian segera mengangkat tangan berdoa meminta pertunjuk dari Allah SWT. Setelah ustaz yang dipanggil Ustaz Hassan terus mengaminkan bacaan doanya. "Amin." Jawab mereka serentak.


******


Mira


Mira mengikuti firasatnya untuk berlari menuju ke sungai yang telah disinggahi oleh Arief beberapa jam yang lepas lalu Mira melepaskan lelah setelah penat berlari. Tanpa semena-mena Mira terlihat satu tempat seperti sebuah laluan segera Mira menuju ke situ dan masuk ke dalam laluan tersebut. "Haraplah gue gak terlambat lagi!." Kata Mira di dalam hati penuh kekhawatiran. "Walaupun gue terpaksa bertaruh nyawa sekalipun!." Kata mira lagi di dalam hati kemudian tanpa Mira sadari Mira telah berada di satu tempat yang sungguh dia gak kenali iaitu perkampusn Bunian.


******


"Eh, eh. Inilah punca kita terpaksa membatalkan latihan malam nih." Kata Haida sinis. "Err, bacot amat lo." Kata Rana geram. "Betul apa?, pacar kamu hilang iya Rana?. Jangan-jangan dia punya hubungan gelap dengan Mira." Kata Haida pedas terus tanpa semena-mena Rana menampar pipi Haida. "Tolong iya jaga sikit mulut lo, kalau lo masih mau hidup aman disini." Kata Rana lalu terus pergi dari situ dalam keadaan marah dan geram dengan perlakuan Haida. Isha dan Erina yang menjeling tajam Haida.


Haida kaget dan terkaku dengan tamparan Rana terhadap dirinya sebentar tadi. "Dia tampar gue?, beraninya!" Marah Haida sambil menghentak kakinya. "Lo tunggu Mira, lo tunggu. Ini semua salah lo gue ditampar." Kata Haida geram.


******

__ADS_1



Mira


"Di.. dimana ini?." Tanya Mira yang melihat perkampungan tersebut. Lalu tanpa semena-mena seseorang menegur nya. "Kamu Mira kan?." Tegur cewek tersebut sambil tersenyum, Mira mengangguk perlahan. "Bagaimana cewek ini boleh tahu nama gue?." Tanya Mira di dalam hati pelik. "Kami udah lama tunggu kamu Mira." Kata cewek tersebut lalu perlahan menarik tangan Mira menuju ke sebuah rumah. "Kok rumah ini seperti gue pernah nampak iya?." Tanya Mira di dalam hati.


"Ini rumah nenek melati dulu." Kata cewek tersebut tersenyum manis. "Dia bisa baca pikiran guekah?." Tanya Mira di dalam hati sedikit kaget. "Bisa Mira." Kata cewek itu lagi terus Mira kaget. "Ini udah jadi rumah penghulu kampung." Kata cewek itu lagi. Lalu seorang cowok separuh baya keluar dari rumah tersebut tersenyum memandang ke arah Mira. "Udah datang iya pewaris kepada nenek melati?." Tanya cowok itu lagi lalu duduk di tangga rumahnya. "Gue pamit dulu." Kata cewek tersebut lalu segera pergi dari situ.


"Mira?, mari duduk sini." Kata cowok separuh baya itu tersenyum memanggil Mira lalu perlahan-lahan Mira duduk di samping cowok separuh baya itu. "Mira kamu pasti rapat banget ama nenek melati iya?." Tanya cowok separuh baya tersebut, Mira mengangguk perlahan. "Err, paman?." Kata Mira. "Panggil Paman Azzan." Kata cowok separuh baya tersebut yang dipanggil Azzan itu. "Nenek melati selalu cerita pasal kamu." Kata paman Azzan tersenyum.


"Apa hubungan paman dengan nenek melati?." Tanya Mira terus terang. "Nenek melati adalah keturunan bunian Kerna itu dia punya keistimewaan. Keistimewaan nya itu telah diberi padamu Mira." Kata paman Azzan lagi. "Paman mahu bagitau, ada orang yang mau merampas keistimewaan kamu. Paman mau kamu terus menggunakan keistimewaan ke jalan yang betul," Kata paman Azzan. "Kamu satu-satunya pewaris nenek melati. Kamu pasti mau tau dimana kawanmu berada sekarang ini kan?." Tanya Paman Azzan Mira mengangguk perlahan.


*******


'Hamdi'


"Gak!, seharusnya anak gue yang pewaris keistimewaan nenek melati tuh!!. Bukan keluarga Reza!." Kata 'Hamdi' penuh amarah. "Gak lama lagi pasti Mira akan datang kesini, gue harus segera korbankan nyawa seseorang." Kata 'Hamdi' lagi 'Hamdi' berbicara dengan bahasa yang tidak fahami dengan setan.


...BERSAMBUNG...


...Like and gift.....

__ADS_1


...Selamat membaca......


__ADS_2