Jaga-jaga, Dia Wujud

Jaga-jaga, Dia Wujud
Eps 43 {AKTIVITI MALAM}


__ADS_3

Mira mengeluh. "Udahlah buang masa gue cakap dengan kalian yang kaki perampas, lebih baik gue pergi dengan teman yang setaraf dengan gue." Kata Haida berlagak lalu terus keluar dari tenda tersebut, Mira terus mengosok lengan Erina. "Sabar iya." Ucap Mira tersenyum bersalah melihat Erina dan Isha menahan geram dengan perilaku Haida tadi kepada mereka. "Pelakor gak tau malu!." Kata Erina menahan geram.


********


aktiviti malam


"Ok baiklah murid, pak udah ikat tali di hutan. Kalian cuma harus berjalan sambil memegang tali tersebut. Harus pergi berdua aja, jadi kalian pilihlah pasangan kalian, sampai sini faham?." Tanya pak Daylen kepada semua murid yang mengikuti kem tersebut, semua berbisik antara satu sama lain sambil mengangguk faham atas maklumat pak Daylen tadi. "Gue dengan Zariel ajalah, lo pilih aja orang lain." Kata Arief tersenyum memandang ke arah Fitri. "Habis gue mau nya sama syiapa?." Tanya fitri sambil mencebik geram memandang ke arah rakan-rakannya.


"Eh, ini masanya untuk lo dekat-dekat ama Erina, ayolah Fit." Kata Arief kemudian memeluk bahu Fitri. "Betul juga iya, Erin!." Kata Fitri lalu segera belari ke arah Erina, Arief dan Zariel hanya tersengih memandang rakannya itu. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka memulai aktiviti malam itu. "Ok baiklah kumpulan syiapa mau mulakan dulu?." Tanya pak Daylen kemudian Fitri mengangkat tangan. "Saya pak!." Ucap Fitri Lau dipukul Erina. "Kenapa kumpulan kita awal, Hish lo nih!." Marah Erina.


"ma..maaf Erin." Kata Fitri sambil tersengih. "Baiklah tepukan kepada mereka yang berani mau mulakan dulu aktiviti malam ni." Kata pak Daylen tersenyum. "Eiihhh!." Geram Erina lalu memukul sekali lagi bahu Fitri, Fitri mengaduh kesakitan sambil menggosok tempat yang dipukul oleh Erina, setelah itu mereka berdua memulakan aktiviti malam mereka. "Ingat iya, jangan pernah lepaskan tali tu, nanti kalian sesat pula." Nasihat pak Daylen kepada mereka sambil tersenyum, mereka mengangguk tanda faham. Wajah Erina mencebik geram melihat Fitri dari tadi asyik tersengih memandang ke arahnya.


Setelah itu mereka akhirnya memulakan aktiviti malam mereka, disebabkan Fitri meminta Erina jalan dihadapannya maka Erina tunaikan dengan hati yang menahan geram dengan sikap Fitri. Haida yang melihat itu menyampah dengan aksi manja Fitri kepada Erina. "Apaan si yang ada pada cewek tuh dari gue?!." Kata Haida berlagak di dalam hati.

__ADS_1


Jaga-jaga, dia wujud 👻💜


*******


tengah hutan


"Erin kamu masih ada di depan ku kan?." Tanya Fitri sambil memandang sekeliling dengan perasaan takut. "Eih, kesel gue ama dialah. kenapalah gue suka dia!." Kata Erina di dalam hati sambil berjalan perlahan dengan memegang tali yang udah diikat. "Erin?." Panggil Fitri lagi. "Ada!, berapa kali dah lo tanya. Gue tetap ada di depan bego!, kesel guelah ama lo!." Kata Erina dengan nada geram. "Shuh, kan tadi pak Daylen ada bilang suara jangan keras di hutan. Bukan tempat kita." Kata Fitri perlahan sambil menahan ketakutan apabila mendengar bunyi-bunyian di hutan tersebut. "Habis lo yang harus diam dulu, gak usah tanya apa gue ada di depan lo lagi." Kata Erina dengan nada pasrah.


Sebenarnya Erina juga ketakutan tetapi Erina menahan ketakutannya. "Loh, gue gak mau lo hilang itu aja." Kata Fitri sambil tersengih, Erina mengeluh capek dengan perangai Fitri yang seperti meminta penampar. Gak lama kemudian akhirnya mereka berjaya menyelesaikan aktiviti malam itu, semua memberi tepukan kepada mereka. Seterusnya beberapa kumpulan pula yang mengikuti aktiviti malam itu. Akhirnya sampai giliran Zariel dan Arief.


"Oi Zariel aku mau basuh muka boleh?." Tanya Arief yang berhenti berjalan lalu mengelap peluh di dahinya. "Gue gak ada air." Kata Zariel yang kelihatan capek berjalan. "Kok gue rasa seperti udah jauh banget nih kita berjalan." Tegur Arief lalu duduk mencangkung di tepi pokok yang sangat besar. "Itulah, mereka tadi sekejap aja sampai." Kata Zariel pula, "hahaha." Lalu tanpa semena-mena Arief seperti terdengar suara cewek dan bunyi air yang mengalir. "El aku dengar ada suara cewek tuh." tegur Arief sambil mencuba untuk mendengar lagi suaranya.


Zariel yang mendengar teguran Arief cuba untuk memasang telinga tetapi langsung tiada suara cewek. "Gak adapun gue dengar, lo salah dengarkah?." Tanya Zariel lalu mencuba sekali lagi memasang telinga. "Ada, seperti ada beberapa cewek yang sedang bergelak ketawa." Kata Arief lalu berdiri. "Ada." Jawab Arief ringkas. "Arief biar betul, gue gak dengar apa-apa pun." Kata Zariel di dalam hati pelik dengan sikap Arief. "Mana ada tengah malam suara cewek lagi-lagi sekarang nih tengah hutan!." Kata Zariel geram.

__ADS_1


"Hish, cuba lo dengar betul-betul." Kata Arief kemudian beberapa menit mereka mendiamkan diri untuk mendengar suara yang dikata oleh Arief. "Mana ada gue dengar suara cewek!." Kata Zariel di dalam hati. "Lo tunggu sini bentar aku mau basuh muka." Kata Arief lalu berjalan pergi ke arah suara cewek yang didengarinya. "Eh!, kalau lo sesat gimana?!." Jerit Zariel. "Lo jerit aja nama gue nanti gue taulah!." Kata Arief separuh menjerit yang sudah semakin jauh dari Zariel. "Aduh nih bocah, kalau pak Daylen marah, gue gak mau tau." Kata Zariel geram lalu mencuba untuk mendengar lagi. "Tuh, gak ada suara apapun!." Kata lagi Zariel sambil bercekak pinggang menunggu Arief.


********


tengah hutan


Arief semakin jauh berjalan ke tengah hutan bagi mencari arah suara yang telah didengarinya, suara cewek itu semakin kuat ditelinganya. "Hahahah." seorang cewek bermain air bersama beberapa cewek lagi. Segera Arief mengintai ke arah sungai, lalu Arief terpegun melihat lima orang cewek sedang mandi di sungai sambil bermain air. Sungguh cantik bak bidadari Arief melihat cewek-cewek tersebut, tanpa Arief sadari kakinya seakan-akan berjalan menuju ke arah cewek cantik persis bidadari. Kemudian baru Arief tersedar saat cewek-cewek itu menatap Arief dengan pandangan binggung.


"Eh, ma..maaf menganggu, gue cuma mau membasuh muka." Kata Arief meminta izin cewek tersebut. "Apa yang gue buat nih, gue ngintai anak orang mandi?!." Kata Arief di dalam hati dengan nada kesel. "Pasti mereka sangat marah gue mengintai mereka mandi." Kata Arief lagi di dalam hati tetapi cewek-cewek tersebut langsung tidak marah tetapi tersenyum ke arah Arief. Arief seakan-akan terkaku melihat senyuman menawan cewek-cewek tersebut kemudian Arief mengeleng perlahan kepalanya bagi menyedarkan dirinya lalu perlahan-lahan Arief membongkok dan membersihkan wajahnya dengan air sungai yang jernih.


BERSAMBUNG


Like+gift and favorit~>>

__ADS_1


Selamat membaca(. ❛ ᴗ ❛.)


__ADS_2