Jaga-jaga, Dia Wujud

Jaga-jaga, Dia Wujud
Eps 33 {AIRA ANAK KANDUNG PAK AIDEN?!}


__ADS_3

********


"Bukan gue yang perkosa aira, gue sayang banget ama aira. gue bukan pembunuh." Kata pak Aiden sayu, Mira yang sudah jatuh kasihan mula mendekati pak Aiden lalu menggosok perlahan belakang pak Aiden. "Habis jikalau bukan lo yang perkosa kak Aira kenapa orang yang pertama dia cari adalah lo?!, mesti dia mau lo untuk bertanggungjawabkan?, kenapa lo sampai sekarang lo gak mau mengaku?!. Lo yang bunuh kak Aira!." Kata Rana mendesak pak Aiden untuk membuka mulut. "Gak, gue bukan pembunuh. gue orang yang pertama dia cari adalah Kerna.." Terhenti bicara pak Aiden menahan tangisan sambil terduduk. "Kerna apa?!, alasan aja itu semua kan?, Kerna apa lo bunuh kak Aira?, Kerna apa?!." Marah Rana kepada pak Aiden. "Gue gak akan buat perkara terkutuk itu kerna aira itu adalah anak kandung gue!!, dia anak gue, darah daging gue sendiri dan dia pun tahu gue adalah ayah kandungnya, itu Kerna dia gak benci gue bila gue mengikuti dia senyap-senyap." Jerit pak Aiden sambil menangis teresak-esak, mereka semua terkaku.


************


"Ka.. kak Aira a.. anak kandung lo?." Tanya Rana tergagap-gagap. "Iya." Kata pak Aiden. "Habis, kepala sekolah yang dulu itu syiapa?." Tanya Mira kaget. "Itu hanya ayah angkat aira, Encik Zarif kawan karib gue. gue minta dia adopsi anak itu Kerna hidup gue susah." Kata pak Aiden. "Waktu itu juga gue menyesal memberi anak gue ke dia, manusia bertopengkan setan sepertinya. Gue menyesal banget. kalau bukan Kerna dia aira gak akan bunuh diri." Kata pak Aiden. "Ma.. maksud lo apa?." Tanya Rana kaget. "Lo jangan bohong." Kata Rana tergagap-gagap. "Terserah kalian mau percaya atau tidak, tapi kalian tetap perlu nerima hakikat gue ayah kandung Aira. Ini terjadi saat Aira masih bayi lagi." Kata pak Aiden.


💜flash back💜


"Mas, kita hidup susah banget. tapi anak ni anak kita Mas, jangan bawa dia pergi!." Kata seorang wanita berumur menahan tangisan sambil cuba merampas bayi didukungan Aiden. "Sebab kita hidup susahlah gue gak mau anak ini hidup dalam kesusahan, bila anak kita udah pandai berpikir dan ekonomi kita udah stabil. Insyaallah kita ambil kembali anak ni." Kata Aiden memujuk isterinya, akhirnya isteri Aiden terduduk sambil menahan sebak. "Gue juga gak rela sayang, tapi anak ni berhak memiliki masa hadapan yang cerah. Kawan karib gue akan menjaganya." Kata Aiden yang masih lagi memujuk isterinya. "Baiklah Mas, tapi biarkan saya mencium anak saya untuk kali terakhir." Kata isteri Aiden, Aiden mengangguk perlahan. Dia juga menahan sebak untuk membawa pergi anaknya.


Tetapi apakan daya, dia harus tabah dengan dugaan seperti ini. Aiden terus memberi bayi tersebut ke pangkuan isterinya, bayi tersebut menangis seperti tahu dia akan meninggalkan keluarganya. "Shuh, nanti ibu ambil kembali Aira iya. Ibu mau Aira tahu, ibu sayang banget ama permata hati ibu." Kata isteri Aiden sambil mencium seluruh wajah bayinya, bayi tersebut ketawa. Terus isteri Aiden mengembalikan bayi tersebut ke dukungan Aiden sambil mengesat air matanya. "Hati-hati Mas, katakan dekat kawan Mas jaga anak kita dengan baik." Kata isteri Aiden, Aiden tersenyum bersalah sebelum mengangguk sebelum pergi ke rumah sahabatnya dalam keadaan hujan lebat.

__ADS_1



Jaga-jaga, dia wujud 👻💜


*******


sesudah sampai di rumah Encik Zarif


"Gue pergi dulu, tiket penerbangan yang lo bagi ke gue nanti gue ganti balik semula setelah gue ambil kembali anak gue." Kata Aiden kemudian berlalu pergi menahan tangisan. "Eh, huh. Gue gak bilang lo boleh ambil kembali anak lo, gapapalah." Kata Zarif tersenyum sinis lalu masuk kembali ke dalam rumahnya, setelah dia masuk terus dia meletakkan bayi tersebut di atas sofa. Isteri Zarif turun lalu mendekati Zarif dan mencium pipi Zarif. "Syiapa tadi Mas dan ini anak syiapa?." Tanya Samaira isteri Zarif pelik. "Anak si Aiden tu." Kata Zarif sambil memeluk pinggang Samaira. "Ouh, inilah anak yang akan jadi persembahan nanti iya?." Tanya Samaira sambil meletakkan tangannya di leher Zarif, Zarif mengangguk sambil tersenyum lebar.


"Bod*h iya kawan Mas?." Kata Samaira sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Zarif. "Huh, memang. macamlah gue mau beri kembali anaknya, setelah anaknya berumur 19 tahun dia akan jadi persembahan ilmu hitam." Kata Zarif sambil ketawa, bayi tersebut menangis dengan kuat. "Udahlah, yuk ke kamar." Kata Zarif lalu mendukung Samaira lalu kembali ke kamar tidurnya, tanpa mereka berdua sedari Daylen anak kepada Samaira dan Zarif udah lama mengintai perbuatan mereka. Daylen terus turun ke bawah lalu menenangkan bayi tersebut. "Shuh, jangan risau. lo gak akan jadi persembahan mereka, gue bakal lindungi lo." Kata Daylen lalu mengucup pipi bayi tersebut lalu tersenyum.


💜flash back selesai💜

__ADS_1



***********


"Gue gak tahu itu adalah sebuah perangkap untuk anak gue." Kata pak Aiden. "Oh iya, gue pernah lihat wajah makhluk tadi di dalam bilik kepala sekolah. Jadi pak Daylen adalah abang angkat Aira." Kata Mira di dalam hati. "Gue dengan Zarif udah berteman lama dari kami kecil lagi, tapi sampai hati dia berbuat bergitu kepada gue, kepada Aira." Kata pak Aiden sambil mengesat air matanya. "Tapi kak Airakan diperkosa, syiapa yang perkosa kak Aira?. Jangan bilang, pak Zarif?." Tanya Isha, pak Aiden mengangguk. "Zarif kawan karib gue sendiri yang perkosa anak gue, yang gue anggap Zarif seperti keluarga gue sendiri berbuat bergitu kepada gue." Kata pak Aiden lagi.


"Gue gak nyangka bakal seperti ini, kalaulah gue boleh putar masa gue gak akan bagi Aira kepada dia. Hanya Kerna mau cepat kaya, dia lakukan hal buruk kepada anak gue." Kata pak Aiden menahan sebak. "Macam mana lo boleh tahu kepala sekolah dulu yang perkosa kak Aira?." Tanya Rana lalu duduk depan pak Aiden. "Kerna Aira yang kasi tau gue." Kata Pak Aiden.


BERSAMBUNG


Like, gift and favorit~>>


Selamat membaca~>>

__ADS_1


__ADS_2