Jaga-jaga, Dia Wujud

Jaga-jaga, Dia Wujud
Eps 56 {MIRA DIRASUK}


__ADS_3

*****


Rumah Afreen (malam, jam 9)


"Iya-iya, cepatan pergi nanti kedai tutup." Kata Mira.


"Menghalau nampak." Kata Afreen.


Afreen menunjukkan wajah geram apabila melihat Mira menolak dirinya keluar dari rumah dan menjelir lidahnya seraya menutup pintu rumahnya.


"Eh, dia ni. Gue gak belikan makanan baru tau." Ucap Afreen.


Afreen membebel seorang diri kesel dengan tindakan Mira sebentar tadi diluar rumah lalu segera dia menaiki motosikalnya dan bergerak pergi. Mira mengintai dari luar jendela melihat Afreen yang udah pergi Mira tersenyum kecil.


"Kalaulah mereka juga menerima gue seperti lo ama Wina dan kalaulah gue pemberani untuk kasi tahu hakikat yang gue indigo pasti semua ini gak akan terjadi. Yaudah, nasi udah jadi bubur. Mau buat gimana lagi." Kata Mira di dalam hati tersenyum kecewa.


Mira terus mengunci pintu rumah lalu perlahan menuju ke kamarnya. Sedang asyik Mira terbuai akan kesedihannya sesuatu terjatuh, Mira sedikit kaget akan bunyian tersebut terus Mira berhenti melangkah sampai matanya mencari-cari arah bunyian tadi, Mira mengeluh perlahan.


"Ah, mungkin kayalan gue aja." Kata Mira di dalam hati.


Baru Mira ingin membuka pintu kamar sekali lagi bunyi sesuatu jatuh. Sah!, memang bukan hanya kayalan Mira sahaja.


"loh, apa ada kucing di rumah ini?. Afreen gak bilang apa-apapun." Kata Mira perlahan.


Mira terus mengomel sendirian sambil mencari arah bunyian tadi, matanya melilau mencari barang apa-apa jatuh. Sekali lagi bunyian barang jatuh di dapur tetapi lebih kuat dari tadi. Terus perlahan Mira berjalan ke arah dapur kemudian langkahnya terhenti.


"Afreen mana bisa membela kucing, dia kan takut ama kucing." Kata Mira di dalam hati.


Dengan hati yang panasaran Mira perlahan berjalan ke arah dapur lalu Mira ingin membuka lampu tetapi sayangnya lampu dapur tidak bisa dibuka. Mira mengeluh lalu dia memasang lampu dari telefon pintarnya dan berjalan ke arah dapur. Mira melilau mencari barang yang jatuh lalu kakinya tersentuh sesuatu. Mira terus menyuluh ke arah kakinya, alangkah terkejutnya dia melihat kepala orang yang sedang tersenyum seram memandangnya.


__ADS_1


Jaga-jaga, dia wujud 👻


*******


"Argggggg!!!!." Jerit Mira.


Mira mengundur beberapa tapak lalu terjatuh, Mira meneguk air liurnya lalu kembali menyuluh ke tempat dia menjumpai kepala orang. Mira menarik nafas lega apabila melihat tiada apa-apa disitu, lalu Mira perlahan berdiri. Kemudian secara tiba-tiba lampu dapur terbuka dengan sendirinya. Mira sedikit sebanyak lega tiada apa-apa di dapur cuma sebuah pasu bunga jatuh.


Perlahan Mira mengangkat pasu yang terjatuh lalu Mira berkerut apabila melihat air berwarna hitam merah bertompok-tompok. Mira terus mencangkung dan memegang sedikit air tersebut, air tersebut melekit. Mira mencuba untuk mencium bau, baunya seperti darah.


Lalu Mira termenung melihat bayangnya di sebelah tompokan air berwarna hitam merah tersebut lama, tiba-tiba bayangnya bergerak sendiri berjalan menuju ke arah cermin besar di dapur tersebut. Mira terus menatap bayang yang menuju ke cermin tersebut, perlahan Mira berjalan mendekati cermin tersebut. Tiada pantulan dirinya di cermin tersebut, lalu secara tiba-tiba seorang wanita berambut panjang menutupi wajah memandang tepat ke Mira di dalam cermin.


Selama beberapa saat Mira sempat menangkap senyuman seram dari wanita pantulan cermin tersebut. Lalu tiba-tiba wanita di pantulan cermin tersebut menembusi cermin dan keluar dari cermin terus memasuki tubuh Mira, Lampu dapur terus terpadam. Selama beberapa menit sunyi sepi Mira berjalan keluar dari dapur.


Rambut Mira menutupi separuh wajahnya, Mira tersenyum seram. Kini itu bukan lagi Mira tetapi sesuatu yang telah merasuk tubuh Mira.



******


Afreen pulang dan memberhentikan motornya di luar rumahnya lalu Afreen berjalan menuju ke pintu rumah sambil bernyanyi kecil.


"Dan bila kau hadir bagai satu misteri, uuuu. Ternyata diriku bagai sudah dijampi🎶." Nyanyi Afreen lalu mengetuk pintu rumah nya.


"Mira, gue udah pulang ni. Ada pesanan lo disini." Ucap Afreen.


Sunyi, itu yang dirasa Afreen. Afreen terus mengetuk pintu lagi secara tiba-tiba pintu rumahnya terbuka sendiri seperti ada yang membuka pintu untuknya terus Afreen menolak perlahan pintu tersebut.


"Mira?." Panggil Afreen lalu perlahan memasuki rumahnya yang gelap.


"Mati lampukah?, tadi gue dikedai ada lampu. Gak akan mati lampu." Ucap Afreen di dalam hati yang mulai tidak enak.

__ADS_1


"Mira?." Panggil Afreen lagi.


Afreen mencoba untuk membuka lampu tetapi sayangnya lampu tidak bisa dibuka.


"Mati lampu?." Kata Afreen di dalam hati.


Afreen terus meletakkan plastik yang berisi makanan di atas meja lalu Afreen berjalan menuju ke kamar suis utama yang terletak di sebelah tandas di belakang.


"Patutlah mati lampu ada yang menutup suis utama." Kata Afreen di dalam hati.


Afreen terus membuka semua suis, lampu di kamar suis utama terbuka. Afreen tersenyum kecil tanpa Afreen perasan ada seseorang dibelakang Afreen sambil menatap tajam dirinya. Afreen terus berpusing kebelakang tetapi tiada sesiapa.


"Nah, sekarang cari Mira." kata Afreen perlahan lalu keluar dari kamar suis utama tersebut sambil memanggil si pujaan hatinya.


"Mira?, gak akan lo mau main sorok-sorok pula. Udah malam, esoklah." Kata Afreen dengan nada bergurau.


Afreen mencoba untuk tersenyum canggung sambil mencari Mira bagi menutup rasa takutnya. Lalu secara tiba-tiba Afreen terdengar sesuatu bunyi dari arah kamar yang duduki oleh Mira, perlahan dirinya berjalan menuju ke depan kamarnya lalu membuka pintu. Bunyi tersebut mulai berbunyi lagi dari arah almari kamar tersebut. Afreen meneguk air liurnya lalu dengan perasan takut bercampur panasaran Afreen perlahan membuka pintu almari.


"Krekkk." Bunyi pintu almari tersebut.


"Asal bunyi pintu menakutkan, seharusnya gue tukar aja minggu lepas." Ucap Afreen di dalam hatinya.


Kosong, hanya baju-baju t-shirt Afreen tergantung elok. Afreen tersenyum lega, lalu Afreen menutup pintu almari.


"Argggg!!!." Jerit Afreen kaget apabila melihat Mira dibalik almari.


Afreen mengurut dadanya dan melihat si pujaan hati tersenyum seram memandangnya. Afreen mulai rasa tidak sedap hati tetapi dia menghiraukannya.


"Duh Mira, sejak bila lo ada di balik pintu almari?. Gue gak dengar lo masuk ke kamar pun, kaget gue tau. Kalau gue ada penyakit jantung gimana?." Bebel Afreen.


Mira langsung tidak membuka mulutnya dan hanya tersenyum memandang ke arah Afreen.

__ADS_1


"Err, itu pesanan loh ada di depan. Ayo kita makan sama-sama." Ucap Afreen lalu memegang tangan Mira dan berjalan menuju ke ruang tamu. Afreen memberi makanan yang dipesan Mira, Mira terus makan bergitu lahap seperti orang yang bergitu kelaparan.


...BERSAMBUNG🌼✨...


__ADS_2