Jaga-jaga, Dia Wujud

Jaga-jaga, Dia Wujud
Eps 44 {INI BUKAN ARIEF!}


__ADS_3

Tanpa Arief sadari seorang cewek mendekatinya, kaget Arief melihat cewek tersebut menghampirinya dan tersenyum manis ke arahnya. "Err, ma.. maaf gue." Kata Arief panik lalu secara tiba-tiba cewek tersebut meletakkan jarinya di bibir Arief menyuruh Arief senyap sambil tersenyum, Arief seperti terpukau dengan kecantikan mereka kemudian beberapa cewek lagi mendekatinya juga. Arief seperti kehilangan kesedarannyanya, gak lama kemudian cewek tersebut menarik Arief bagi mengikutinya. Arief terus mengikuti langkah cewek-cewek tersebut.


*******


tempat Zariel(bawah pokok)


"Duh, mana pula ini bocah?. Aku udah nunggu disini 2 jam dah, seharusnya kita udah sampai di tempat berkumpul." Kata Zariel yang mula tidak senang duduk sambil menahan geram menunggu sahabatnya. "Bocah inikan.." Perkataan Zariel terhenti apabila terdengar sesuatu bunyi yang kuat seperti sesuatu melompat ke arah pokok yang dia berdiri. "monyet Kut." Kata Zariel di dalam hati bagi menenangkan hatinya yang mulai rasa gelisah, beberapa saat kemudian sesuatu jatuh di sebelahnya. "Allahuakbar!!, pergi kau setan yang dilaknat!." Jerit Zariel sambil mula membuka silat akibat terkejut.


Terus Zariel tersedar kemudian kembali berdiri sopan sambil menahan ketakutan. Kemudian Zariel terdengar seseorang ketawa mengilai, terus Zariel memandang sekeliling. "Tolonglah jangan muncul, nanti aku silat lo baru kau menangis gak berlagu nanti setan." Kata Zariel di dalam hati sambil matanya melilau melihat sekeliling yang gelap gelita lalu Zariel mengundur beberapa tapak kemudian terhenti apabila Zariel terasa seperti terlanggar seseorang terus Zariel terkaku sambil mengigil ketakutan. "Kau boleh baca fikiran aku ke setan!, janganlah muncul. Aku janji gak berfikir besar lagi." Kata Zariel di dalam hati sambil terasa mau menangis.


Zariel meneguk air liurnya lalu perlahan-lahan berpusing kebelakang sambil menutup matanya erat. Perlahan-lahan Zariel membuka matanya terus Zariel melompat sedikit kebelakang lalu mengurut perlahan dadanya. "Ya Allah, Arief. Kenapa lo tiba-tiba muncul kat belakang gue nih?!, kaget gue tau gak!." Mata Zariel yang masih lagi mengurut dadanya yang berdetak cepat sebentar tadi, tetapi Fitri hanya mendiamkan diri dan menatap datar Zariel, muncul sedikit pelik di hati Zariel. "Udahlah, ayo kita gerak. Pasti semua nunggu kita dari tadi." Kata Zariel yang sedikit canggung lalu segera memegang tali dan berjalan mengikuti arah talinya menuju.


********

__ADS_1


"Lo pergi mana tadi Arief, lama sungguh. Aku ingat kau dah sesat dah tadi." Kata Zariel tetapi Arief yang berjalan di belakang Zariel langsung tidak mengeluarkan suara apapun dari tadi, Zariel mulai rasa tidak enak hati dan sedikit takut dengan perlakuan Fitri yang asyik mendiamkan dirinya. "Oi Arief lo dengar apa gak yang gue bilang nih?." Tanya Zariel sedikit pelik, selama beberapa menit Arief tetap mendiamkan dirinya. Mulai rasa takut menyelubungi Zariel, Zariel langsung tidak berani ingin melihat kebelakangnya. Kemudian gak beberapa lama kemudian Arief bersuara. "Gue dengar, yang lo takut nih kenapa?." Tanya Arief yang dibelakang


Terus rasa curiga bercampur takut Zariel menghilang. Zariel menarik nafas lega. "Habis yang lo gak jawab pertanyaan gue tadi udah kenapa?, buat gue curiga ajalah." Kata Zariel. "Curiga?, curiga kenapa?. Curiga yang gue bukan manusia?." Tanya Arief membuatkan Zariel sekali lagi rasa seperti ada yang kena dengan Arief. "Adalah juga tadi, nasib lah lo masih lagi manusia." Kata Zariel. "Lo yakin gue manusia?." Tanya Arief terus membuat Zariel mendiamkan diri dan tidak berani mau bersuara.


Jaga-jaga, dia wujud 👻💜


**********


sampai di tempat perkumpulan


"Kenapa Mira?." Tanya Erina pelik, Rana dan Isha juga ikutan memandang ke arah Mira. Mira sedikit kaget secara tiba-tiba Erina menyentuh bahunya. "Err, kalau gue cerita nih jangan kalian kecoh." Kata Mira berbisik. "Kenapa?." Tanya Rana ikutan berbisik. "Itu bukan Arief." Kata Mira serius, mereka semua kaget yang mulai bulu roma mereka sedikit terangkat lalu perlahan mereka memandang ke arah 'Arief' lalu 'Arief' terperasan Mira dan yang lain memandangnya lalu mereka tersambung mata mereka. 'Arief' tersenyum memandang mereka terus mereka tersentak dan mencuba untuk tersenyum.


Mereka kembali memandang sesama sendiri. "Sejak bila pacar gue bisa tersenyum seperti itu, lagi-lagi wajahnya pucat." Bisik Rana perlahan memberi pandangannya. "Hutankan sejuk pasti dia sakit saat masuk ke hutan. Jadinya pucat." Kata Isha yang masih tidak percaya itu bukan Arief. "Apa kata kita buat bergini." Kata Erina lalu berbisik kepada mereka semua, mereka mengangguk setuju dengan cadangan Erina.

__ADS_1


*******


"Sayang!." Panggil Rana lalu memeluk lengan 'Arief', 'Arief' sedikit kaget dengan perlakuan Rana. "Kenapa?." Tanya Rana, 'Arief' hanya mengeleng lalu tersenyum padanya lalu perlahan-lahan Rana memegang tangan 'Arief' lalu tersentak dan dengan pantas menarik semula tanganya. "Sejuk banget tangannya!." Kata Rana didalam hati lalu ketakutan mula menyelubungi diri Rana. "Gu..gue mau pergi dulu." Kata Rana lalu segera bergegas pergi dari situ.


*******


depan tandas wanita


"Bagaimana?." Tanya Isha. "Serius dia senyap aja, lagian tangan dia sejuk banget seperti mayat dan wajahnya juga pucat." Kata Rana yang mulai rasa seram. "Bergini, apa kata kita kasi tahu Pak Daylen." Kata Erina memandang rakan-rakannya silih berganti. "Tapi, persoalannya sekarang nih Arief yang sebenarnya ada dimana?." Tanya Isha pelik. "Gue disini." Kata satu suara lalu segera mereka berempat memandang ke arah suara tersebut. 'Arief' perlahan-lahan mendekati mereka sambil tersenyum. "Apa maksud kalian gue yang sebenarnya ada dimana?." Tanya 'Arief' lagi.


Mereka mulai rasa seram sejuk kemudian Rana mencuba untuk tersenyum. "Ma..mana ada, lo buat apa disini. Kan disini tandas cewek." Tanya Rana sedikit ketakutan tetapi 'Arief' langsung tidak menjawab dan hanya mendiamkan diri sambil tersenyum. Mira yang tahu wajah sebenar makhluk tersebut hanya mengeluh perlahan. "Cakap sekarang mana lo sorok Arief?!." Keras suara Mira memarahi benda yang menyerupai wajah Arief. Mira terus berjalan ke hadapan seperti ingin melindungi rakan-rakannya. Terus benda tersebut merengus lalu ketawa mengilai dan memandang tajam mereka.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Like, gift and favorit~>


Selamat membaca~(ㆁωㆁ)


__ADS_2