
"Eh, eh, Ehhhhhhhh!." Kaget Mira melihat adiknya, Wina dan tangan mereka bersatu silih berganti. "Err, kami udah pacaran. Hehehe." Kata Wina tersengih. "Sejak bila?!." Tanya Mira kaget akan khabar tersebut. "Belum lama dua minggu lepas Wina lamar Dani jadi pacar." Jawab Afreen. "Dani!." Jerit Mira ke adiknya, Dani hanya tersengih memandang wajah kakaknya. "Jahat banget kalian." Kata mira berjauh hati. "Alo, kami sebenarnya mau buat surprise dekat lo. Suprise!." Kata Wina tersenyum bersalah. "Eleh, macamlah gue mau percaya. Udahlah ayo kita gerak, nanti pulang malam pula." Kata Mira lalu segera masuk ke dalam mobil ikutan adik dan rakan-rakannya.
Mira duduk bersebelahan dengan Dani. "Caca gak ikutkah?, katanya kemalrin dia pengen ikut sekali?." Tanya Mira. "Gak, kami udah ajak dia. Diba bilang ada urusan jadi gak jadi mau ikut." Kata Dani. "apakah jadi sesuatu?, kok gue rasa Caca pasti tau sesuatu pasal cincin ni. Positif thinking aja Mira." Kata mira di dalam hati sambil mengengam cincin tersebut, Dani yang terperasan akan cincin di genggaman Mira terus bertanya. "Cincin syiapa tu?." Tanya Dani pelik. "Ha?, cincin orang. Nanti kakak pulangkan balik." Kata Mira sambil tersengih. "Kalau gue cerita ama Dani apa dia juga akan curiga ama Keluarga kita?." Tanya Mira di dalam hati.
********
sampai di tempat tujuan
Mereka pun turun dari mobil tersebut. "Yosh, ayo!." Kata Isha ceria sambil berpegangan tangan dengan Erina manakala Fitri berjalan bersama Zariel, maklumlah orang yang gak punya pacar. "Kita mau kemana dulu ni?." Tanya Dani kepada Mira. "Gue sama Isha mau pergi kedai makanan Jepun Bentar, ada yang mau ikut?." Tanya Mira. "Mau!." Kata Zariel dan Afreen serentak lalu mereka berpandangan sesama sendiri. "Err, ok. Yang lain?." Tanya Mira pelik dengan perangai Zariel dan Afreen, dari tadi seperti gak suka aja sesama mereka.
"Err, gue mau jalan ama Dani." Kata Wina. "Jalan berdua-duaan?~." Kata Dani di dalam hati sambil memerah wajahnya. "Sepatutnya lo yang ajak si Wina ni jalan, bukan cewek yang mula Duluan." Kata Mira masih lagi tidak percaya bahawa Wina dan adiknya sudah berpacaran. "Gapapalah, lagipun gue suka apa gue yang ajak dia Duluan." Kata Wina tersenyum. "Apa-apa ajalah, tapi jangan buat lebih-lebih. Kakak tampar kamu karang." Kata Mira mengugut Dani, Dani hanya mampu mengangguk perlahan sambil meneguk air liurnya.
__ADS_1
"Gue ama Arief ikut Wina ajalah, biar gue jadi mata-mata lo." Kata Rana, Mira mengangguk. "Udah lo Fitri mau ikut ama syiapa?." Tanya Mira. "Em, gue ikut Erin ajalah. Dia kata mau ke kedai buku." Kata Fitri sambil berpandangan dengan Erina. "Ok, nanti lepas beli makanan kita jumpa di kedai buku." Kata Mira mengangguk, lalu mereka pun berlalu pergi ke arah tujuan masing-masing. Semasa dalam perjalanan ke kedai makanan Jepun. "Mira, gue rasa ada aura haiwan buas sedang kelahi." Bisik Isha di telinga Mira, lalu terus Mira memandang ke arah belakang melihat Zariel dan Afreen yang seperti badmood itu.
"Err, kalian mau kemana-mana ke. Kalau mau singgah kemana-mana..." Belum Mira menghabiskan ayatnya Afreen mencelah. "Gak mau kemana-mana, lo gak rindu guekah?." Tanya Afreen berjalan mendekati Mira, Mira terkaku mendengar pertanyaan Afreen. Mira mengedipkan matanya beberapa kali, Afreen kemudian sengaja membengkokkan badan untuk melihat wajah Mira yang mula memerah. Tanpa sedar wajah Afreen sedikit dekat dengan wajah Mira. "Ri..Rindu." Kata Mira malu-malu. "Adui, malulah jauhkanlah wajah ganteng mu itu." Kata Mira di dalam hati.
Afreen tersenyum manis mendengar ucapan Mira. "Tapi sebagai sahabat iya." Kata Mira sambil menahan malu. "Hmm, adakah gue aja yang gak pernah disukai cowok?." Kata Isha di dalam hati. "Udahlah." Kata Mira mula panik lalu segera menarik tangan Isha berjalan dengan pantas. "Masih aja si sama seperti dulu, gue goda dia sikit aja udah memerah mukanya. Imut." Kata Afreen perlahan lalu memasukkan tangannya di dalam saku seluar lalu segera mengikuti langkah Mira dari belakang. Zariel yang melihat adegan tadi mula panas hati. "Kenapa si hati gue rasa sakit lihat tadi?, ahh, udahlah sepatutnya gue gak ikut tadi." Kata Zariel di dalam hati sambil berjalan di belakang Afreen.
Jaga-jaga, dia wujud 👻💜
Kedai buku
"Erin lo mau cari buku apa?." Tanya Fitri sambil menggosok perlahan belakang lehernya. "Mau cari novel romance, kenapa?." Tanya Erina pelik. "Ouh gak ah, gue gak pernah baca novel jadinya mau tahu si apa best baca novel?." Tanya Fitri tersengih. "Bestlah, ceritanya bikin seru tau." Kata Erina tersenyum sambil mencari novel yang cocok di hatinya. "Hmm, tapi sebelum ni lo kan pernah bilang novel ada di telefon jugak, kok harus beli lagi?" Tanya Fitri. "Gapapalah beli, lagipun gue beli guna wang gue sendiri aja." Kata Erina. "Hmm, di telefon aplikasi dia apa?." Tanya Fitri. "Ha?, lo mau cuba baca?." Tanya Erina, Fitri mengangguk. "Sebenarnya gue cuma mau ada kesamaan dari kita si, kenapalah lo dari dulu gak peka." Kata Fitri di dalam hati.
__ADS_1
"Hmm, kamu cari ajalah di gedung plat gak akan itu pun mau gue ajari." Kata Erina yang masih memilih buku. "Gue tahu si lo suka ama gue, tapi ibumu itu gak suka gue, ibumu ingat gue miskin?." Kata Erina di dalam hati, Fitri mengeluh. "Oklah, gue.. tunggu di luar ajalah." Kata Fitri mula berjauh hati, Erina mengangguk setelah Fitri berlalu pergi Erina termenung seketika malam tu Fitri mengajak dirinya pergi ke birthday party di rumahnya.
💜flash back💜
Waktu itu Erina mau mengambil air minuman tetapi tanpa sengaja telah menumpahkan air minuman di baju seorang cewek seksi. "Apa yang telah kamu lakukan ini?!." Marah cewek tersebut. "Maaf cik, sa..saya gak sengaja." Kata Erina sambil ingin menyentuh gaun paras peha gadis tersebut tetapi gadis tersebut pantas menempis tangan Erina. "Maaf?!, Lo ingat baju gue ni murah sama dengan pakaian yang lo pakai sekarang ni?!." Marah gadis tersebut kemudian ibu Fitri pun datang menghampiri Erina dan gadis tersebut.
"Kenapa ni, sayang ibu?." Tanya ibu Fitri iaitu Puan Tina penuh prihatin lalu memandang Erina dari atas ke bawah. "Ibu lihat nih, cewek ni tumpahkan air di baju hadiah dari abang Fitri, rosak dah baju." Adu gadis tersebut. Puan Tina mengeluh lalu memujuk anak gadisnya untuk menukar baju lain.
BERSAMBUNG
Like, gift, rate and favorit~>>
__ADS_1
Thanks, Selamat membaca~>>