Jaga-jaga, Dia Wujud

Jaga-jaga, Dia Wujud
Eps 55 {PUTUS KAWAN?}


__ADS_3

Sepanjang perjalanan itu Mira langsung tidak berani membuka mulut, kemudian mereka sampai di satu cafe.


"Bukankah gue mau minta hantar balik terus?, buat apa singgah disini?. Apa Zariel mau ketemu seseorang?, tapi kenapa gue diajak sekali?." Tanya Mira di dalam hati.


Berbagai soalan muncul di benaknya dan memandang pelik Zariel yang terus turun dari mobilnya lalu meneriak.


"Lo mau gue angkat lo atau lo mau ikut sendiri?!." Tanya Zariel dalam nada mengugut.


Segera Mira turun dari mobil dan berlari kecil kebelakang Zariel yang terus memasuki cafe tersebut, sesudah mereka masuk Mira berjalan dibelakang Zariel sambil menunduk ke bawah lalu dia terlanggar belakang Zariel. Mira mengosok perlahan hidungnya yang terasa sakit akibat berlanggar dengan belakang badan Zariel lalu dia melihat di sampingnya.


Rupanya bukan mereka berdua sahaja, rakan-rakannya yang lain juga berada disitu. Zariel terus duduk sebelah Arief. Melihat Mira yang masih terkebil-kebil memandang mereka terus Zariel mengeluh perlahan.


"Tunggu apa lagi?, duduklah!." Kata Zariel sedikit nada tinggi.


"Ha, ok." kata Mira perlahan duduk sebelah Erina.


mereka mendiamkan diri dalam waktu yang lama termasuk saat pelayan cafe tersebut datang mereka menyuruh mengambil pesan meja lain. Selama beberapa menit pelayan itu datang lagi sebelum Mira membuka suaranya.


"Ermm, kalian gak pesan apa-apa?" Tanya Mira dengan perlahan.


"Bagi minuman apa-apapun pada kami." Kata Rana dengan suara dinginnya.


Pelayan tersebut mengganguk perlahan lalu segera pergi untuk membuat pesanan mereka.


"Lo gak ada apa-apa mau beritahu pada kami?." Tanya Rana memandang sayu ke arah Mira.


Mereka berpandangan, ini adalah kesempatan terakhir untuk Mira beritahu rahsia tersebut. Mereka ingin Mira sendiri yang menceritakan daripada mereka bertanya dahulu, mungkin sahaja mereka akan memaafkan Mira.


"Ka-kasi tau apa?." Tanya Mira perlahan.


"Apa jangan-jangan mereka udah tau?, gak. Bagaimana mereka bisa tau sedangkan gak ada sesiapa pun yang membocorkan rahsia ni. Melihat mereka dingin bergini gue bagitahu lain kali lah. Ini bukan masa sesuai untuk kasi tau. Tapi waktu bila lagi masa sesuainya?, lebih baik kasi tau sekarang." Kata Mira di dalam hatinya.


Melihat Mira yang termenung sendiri terus Rana mengeluh perlahan sambil tersenyum sinis.


"Sebenarnya.." belum sempat Mira habis bicara pelayan tadi datang ke meja mereka untuk meletakkan pesanan minuman mereka tadi.


"Makasih." Ucap Mira seraya tersenyum kepada pelayan tersebut.


Pelayan tersebut membalas senyuman Mira lalu segera pergi.



Jaga-jaga dia wujud 👻


******

__ADS_1


Cafe


"Ternyata selama ini lo menipu kami!, saat kami memberi kesempatan untukmu memberitahu kebenaran tapi apa?, kamu masih mau merahsiakannya." Marah Rana yang sudah hilang kesabaran.


Mira sedikit kaget dengan kemarahan Rana kemudian memandang teman-temannya yang lain, semua memandang Mira dengan tatapan kecewa, marah, sedih kemudian Mira menundukkan wajahnya.


"Iya, gue memang seharusnya mendapat kemarahan mereka." Kata Mira di dalam hati.


Rana yang melihat Mira menunduk segera berpaling.


"Ma-maaf, gue bukan sengaja mau merahsiakan." Kata Mira perlahan.


Mendengar jawapan Mira terus Rana ketawa sinis kemudian memandang tajam Mira.


"Patutlah saat lo datang ke sekolah kami banyak hal yang terjadi, Arief hampir mati. Seronok?, seronok mempermainkan kami dalam kesesatan lo yang berteman ama setan?!." Kata Rana dalam nada tinggi.


Terus Mira memandang Rana.


"Iya gue tau salahku Kerna aku kalian mendapat tempiasnya tapi kalian gak boleh tuduh.." Belum sempat Mira menghabiskan kata-katanya Zariel menyampuk.


"Apa, menuduh?. tetap aja hakikatnya lo berteman ama setan." Kata Zariel dalam nada sinis.


"Selepas ni, jauhkan diri lo dari kami. Kami jijik dengan orang yang mencelekain grup kami dan berteman ama setan." Kata Rana terus pergi dari situ.


Zariel, Fitri, Erina, Arief dan Wina juga ingin berlalu dari situ tetapi dengan pantas tangan Erina digapai Mira.


Hatinya bagai tertusuk, apa mereka akan meninggalkan dirinya?. itu yang ditakuti Mira. Erina menempis tangan Mira, Mira terkaku lalu Mira mencuba untuk memujuk mereka lagi dengan memegang tangan Wina tapi tetap aja mereka menmpis dan pergi dari situ.


Fitri yang melihat Mira dengan tatapan kasihan yang sudah terduduk tapi mau gimana lagi Erina udah menarik dirinya memasuki mobil.



******


rumah Afreen


"nih minum, gue buatkan susu choco vanilla. Kan ini kesukaanmu." Kata Afreen memberi cawan berisi susu panas pada Mira.


"makasih." Ucap Mira perlahan.


Tadi Afreen ditelefon Mira untuk menjemputnya di cafe, dengan gembiranya Afreen pergi tapi hatinya sakit melihat Mira yang menangis teresak esak sambil duduk di luar cafe. Apabila ditanya Mira tidak menjawab dan hanya berkata dia tidak mau pulang lagi kerumah nya. Jadi gak mau Mira bertambah sedih Afreen membawa Mira kerumah nya.


Afreen terus duduk di sebelah Mira sambil menongkat dagu memandang ke arah si pujaan hatinya.


"Lo udah tenang?." Tanya Afreen.

__ADS_1


Mira mengangguk kecil dan meminum susu panas yang dibuat Afreen.


"Jadi. Lo gak mau pulang ke rumah?." Tanya Afreen.


Mira menggeleng perlahan kepalanya.


"Lo tidur sini ajalah." Kata Afreen memberi cadangan.


Mira terus memandang ke arah Afreen.


"lo mau tidur dimana?, kan cuma ada satu kamar?." Tanya Mira perlahan.


"Hmm, tidur dimana iya?. Tidur sebelah lo?." Usik Afreen sambil memandang Mira.


Terus Afreen dipukul, Afreen mengaduh kesakitan sambil menggosok tempat yang dipukul Mira.


"Sakitlah." Kata Afreen sambil memuncungkan bibirnya.


"Main-main lagi, kan mendapat." Kata Mira geram.


"Usik sikit pun gak boleh, lo tidur di kamar gue tidur di sofa ruang tamu." Kata Afreen tersenyum sambil menarik nafas lega apabila Mira sudah lebih tenang.


*******


malamnya


"Mira?." Panggil Afreen sambil mengetuk pintu kamar yang duduki oleh Mira.


"Iya?." Sahut Mira lalu membuka pintu kamar.


"Lo mau pesan apa-apa gak?, gue mau keluar Bentar." Kata Afreen.


"Hmm, belikan gue ayam dengan aiskrim." Kata Mira tersengih.


"Malam-malam makan manis, yaudah itu aja?." Tanya Afreen.


Afreen mengeleng perlahan dan tersenyum kecil melihat gelengan kepala pujaan hatinya.


"Yaudah kalau gitu lo kunci pintu, jika bukan gue jangan sesekali buka pintu. Ingat!." Kata Afreen dengan nada tegas.


Mira bukan boleh percaya banget, jika dengar suara seakan dirinya pasti terus membuka pintu.


"Iya-iya, rumah lo bukan 'keras' pun." Jawab Mira.


"Gak 'keraslah' harus berjaga-jaga juga. Lo pun tahukan udah banyak perkara yang terjadi sampai lo masuk rumah sakit." Ucap Afreen.

__ADS_1


...BERSAMBUNG(◍•ᴗ•◍)❤...


__ADS_2