
"Cakep!." Kata rakan-rakannya serentak termasuk Zariel dan Afreen perlahan. "Ganteng doang tapi gak asyik." Kata Mira tersenyum manis kepada Zariel. "Cakep!." Jerit Fitri lalu tiba-tiba terberhenti apabila melihat raut wajah Zariel yang berubah lalu terus memandang ke arah Mira dengan wajah kaget, terus senyuman Zariel terus mati. Afreen yang mendengar tergelak besar. "Sepertinya gue yang menang." Kata Afreen di dalam hati, Isha, Rana, Erina, Arief, Dani dan Wina menahan ketawa daripada meletus. "Mantap gue punya kawan." Kata Wina di dalam hati tersenyum.
"Oh iya Mira, kamu mau tahu ngak?." Kata Wina kepada Mira. "Hmm, apa?." Tanya Mira pelik, lalu Wina dan Afreen menatap sesama sendiri, Wina tersengih manakala Afreen udah panik sambil menggeleng kepalanya. "Pelik melihat Wina terhenti bicara kemudian memandang Wina dan Afreen silih berganti. "Apa dia cakaplah." Kata Wina. "Afreen bilang dia mau sekolah sama dengan mu, dia mau teman kamu." Kata Wina tersengih memandang ke arah Afreen yang mula memberi pandangan tajam ke arah Wina. "Ha?." Ucap Mira kaget mendengar berita tersebut.
Kemudian Mira memandang ke arah Afreen afreen membuat wajah seperti gak dengar apa yang Wina katakan sebentar tadi, Wina menahan tawanya dari meletus. "Kurang asam punya kawan, gakpapa. Siap lo nanti." Kata Afreen di dalam hati, Zariel yang mendengar akan perihal tersebut mula tidak senang. "Kalau penganggu ni sekolah sama dengan kami, maka gak ada harapanlah gue mau dapatkan Mira?." Kata Zariel mengigit bawah bibirnya. "Gue mau ke tandas dulu." Katq Zariel lalu terus bangun dan pergi dari situ.
"Sepertinya ada yang cemburu~." Kata Erina tersengih melihat abangnya pergi dari situ, Afreen mengeluh kadang kesian juga melihat Zariel yang cinta bertepuk sebelah tangan tapi gak akan Afreen mau mengalah jika Afreen memang udah suka ama Mira. "Gak lah, gue gak jadi pindah." Kata Afreen serius, Mira yang dari tadi gembira mendengar Afreen mau pindah ke sekolahnya terus senyumannya mati. "Eh, kok gitu?." Tanya Wina pelik. "Gak adapapa, cuma magerlah mau pindah. Banyak urusan." Kata Afreen tanpa melihat air muka Mira, Mira mengeluh. "Kadang dia suka goda gue, kadang dia bersikap dingin ama gue. Sebenarnya dia benci apa cinta ama gue?." Tanya Mira di dalam hati.
"Udahlah kalian mau pulang, oh iya. Nanti singgah rumah sakit Bentar mau melawat putri." Kata Mira tersenyum tawar, Wina yang melihat wajah sayu Mira memandang tajam Afreen, Afreen yang tahu Wina memandang tajam dirinya langsung tidak menghiraukannya. "Cih, dasar gak peka!." Kata Wina di dalam hati melihat perangai Afreen.
Sedikit info tambahan: Dulu(Malaysia iaitu di Sarawak) punya lagenda dipanggil 'bujang senang' mengisahkan tentang buaya jelmaan pahlawan yang hebat, disumpah menjadi buaya raksasa untuk membunuh musuhnya, saiznya dikatakan lebih besar dari sebuah feri.
__ADS_1
Jaga-jaga, dia wujud 👻💜
**********
Rumah sakit
"Maaf dok, tumpang tanya. Bilik pesakit yang datang 2 hari lepas dimana nombor berapa?." Tanya Mira. "Nama pesakit?." Tanya semua doktor itu. "Putri." Kata Mira. "Bilik nombor 18 tingkat 2." Kata doktor yang di kaunter itu sambil tersenyum. "ok, makasih iya dok." Kata Mira membalas senyuman doktor tersebut, doktor tersebut hanya mengangguk perlahan kemudian segera Mira menaiki lif yang sudah disediakan di rumah sakit tersebut, sampai di depan pintu kamar no 18 Mira mengetuk pintu.
Sekadar info tambahan: Dulu(Malaysia), makhluk ini dipanggil 'sang kelembai'.. dipercayai mempunyai kuasa sakti yang boleh menyumpah sesiapa sahaja menjadi batu jika membuat bising di dalam hutan.
************
__ADS_1
"Ka, kamu gak ingat gue?." Tanya Mira kaget sambil mengedipkan matanya beberapa kali, Putri mengeleng kepalanya. "Sakit pula hati kita bila kita udah nolong tapi gak ingat syiapa. Tapi kadang ada juga roh bila udah masuk ke tubuh aslinya pasti gak ingat waktu rohnya menjadi gentayangan." Kata Mira di dalam hati lalu mengeluh ingin menangis. "Gakpapalah jikalau gitu, gue pamit dulu iya." Kata Mira lalu berdiri tersenyum sayu. "Udahlah Afreen tadi beri harapan palsu ni pula gak ingat syiapa gue." Kata Mira di dalam hati dengan nada sedih.
"Makan iya buah-buahan ni." Kata Mira lalu baru ingin pergi lengan baju Mira di tarik Putri. Mira memandang pelik ke arah Putri, air matanya ingin mengalir, Putri tersenyum. "Gue gurau ajalah, mana gue gak ingat orang yang udah nolongi gue." Kata Putri dengan nada lembut. "Dia senyum macam tu?, gue kalau jadi lelaki udah jatuh cinta tau dengan wajah imut Putri." Kata Mira lalu mencebik bibirnya dan memeluk Putri. "Huwaaaa!!, kenapa hari ini semua bikin kesel!." Kata Mira menangis di dalam pelukan Putri, pertama Mira kesel Kerna putri buat-buat gak kenal dan kedua Mira kesel Kerna pertama kali cintanya ditolak, Mira melampiaskan di tangisannya.
Putri terasa bersalah menyakat Mira dengan cara tersebut, kemudian putri sedikit menepuk belakang Mira untuk memujuk Mira untuk berhenti menangis. "Udahlah, maaf iya gue buat-buat gak ingat. Janganlah menangis." Kata Putri rasa bersalah, setelah beberapa menit tangisan Mira berhenti. "Udah, maaf iya." Kata Putri tersenyum manis. "Isk, isk. Lain kali, jangan buat lagi." Kata Mira sambil mengelap air matanya, putri mengeluh lalu mengangguk perlahan sambil memberi senyuman ke Mira lalu Mira terus duduk kembali di kerusinya. "Itu juga salah lo iya, kenapa melawat gue lambat sangat. Gue punya tunggu tau." Kata Putri dengan nada sayu.
"Maaf, tadi cari barang ama rakan." Kata Mira sambil membuat wajah imut, putri tersengih. "Imut ini bocah." Kata Putri di dalam hati. "Oh iya mau nanya, gimana lo boleh bagi nama yang sama dengan nama sebenar gue?." Tanya putri pelik. "Iyakah?" Tanya kembali Mira. "Iya, nama sebenar gue Putri lia." Kata putri. "Iyakah?, gue ikut bagi nama apa-apa aja, janji senang mau ingat." Kata Mira tersenyum, putri mengangguk tanda faham. "Datang dengan syiapa?." Tanya Putri. "Datang ama kepala sekolah Pak Daylen." Kata Mira.
BERSAMBUNG
Like, gift, Rate and favorit~>>
Makasih dukungan dari kalian, selamat membaca~>>
__ADS_1