
Perlahan-lahan benda yang menyerupai Arief mula bertukar ke bentuk asalnya, benda tersebut mengilai dan memandang tajam Mira. "Dimana lo setan menyorokkan kawan gue!." Mata mira kepada benda tersebut terus Mira membaca surah-surah tertentu kemudian benda tersebut menjerit kesakitan. Angin kencang mulai bertiupan, pokok-pokok di sekitarnya mula bergoyang dengan kuat, mula Mira meletakan tangan diudara seperti ingin mencapai makhluk tersebut walaupun makhluk tersebut seperti berbaring diudara menahan kesakitan dengan bacaan Mira.
"fnekc(_3!$)3_!_!"!'*!#!'©[€¥[^{€, g..gak tahu!!!." Jerit benda tersebut kesakitan. Semakin kuat Mira membaca surah semakin kuat tangisan dan kesakitan yang dirasakan benda tersebut. "Di..diminta tuan un..untuk mengacau kalian!" Kata benda tersebut terbaring sampai terbang di udara, Rana dan Isha berpelukan antara satu sama lain di belakang Mira manakala Erina udah berlari meminta pertolongan. Kemudian Mira meneruskan bacaannya sampai membuatnya muntah darah. "Syiapa tuan kau!!." Kata Mira lagi.
"Hahahaha, kau sendiri akan tau nanti!!!." Kata makhluk tersebut kemudian makhluk itu terus menghilang ke langit bagai debu hitam. Selepas makhluk tersebut menghilang Mira terus terduduk sampai batuk berdarah. Huk, huk!." Batuk Mira kemudian mengesat sedikit darah di bibirnya. Pak Daylen dan beberapa ustaz datang ke arah mereka. "Aku akan sendiri tau nanti?, apakah orang yang di sekolah itu adalah orang yang sama?. Bermakna 'dia' juga terlibat?!." Kata Mira di dalam hati yang bergitu banyak pertanyaan yang berada di benaknya.
"Apapun aku harus pulang minggu depan!." Kata Mira di dalam hati. "Mira kamu ok kah?." Tanya Pak Daylen. "Ok." Kata Mira tersenyum lalu mata Mira terpaut pada mata rakan-rakannya terus senyuman Mira mati melihat ketakutan mereka terhadap dirinya. "Mira lebih baik kamu rehat di dalam tenda aja, dia batuk berdarah pak." Kata Rana memegang lengan Mira. "Betul juga tuh, lebih baik kamu rehat aja." Kata pak Daylen tersenyum. "Rana kamu bawa Mira kembali ke tenda." Kata Pak Daylen lagi.
"Ba..baiklah pak." Kata Rana lalu membawa Mira ke tenda.
********
didalam tenda
"Kamu ok Mira?." Tanya Rana khawatir . "Gue ok." Kata Mira sambil tersenyum. "Enggak!, kamu gak ok. Kamu tadi batuk berdarah tau!, lo ada penyakit terukkah?." Tanya Rana lagi bergitu khawatir akan Mira. "Jikalau lo tahu apa yang terjadi tadi pasti lo pun akan takut kepada gue." Kata Mira di dalam hati sambil tersenyum kecewa. "Udahlah Rana gue oklah, cuba lo pergi lihat Isha dan Erin, mungkin mereka masih lagi takut." Kata Mira tersenyum kecil. "Hurm, baiklah kalau gitu. Lo rehat aja dulu nanti kami akan lawat lo." Kata Rana membalas senyuman Mira.
__ADS_1
"Jikalau memang takdir bahawa kalian akan menjauhkan diri kalian dariku, gue akan nerima dengan hati yang terbuka." Kata Mira di dalam hati. Kemudian setelah Rana pamit pergi Mira termenung jauh. "Pasti mereka udah lihat tadi kan?." Kata Mira sedikit risau akan dijauhi oleh teman-temannya di dalam hati. Gak lama kemudian Isha, Erina dan Rana masuk ke dalam tenda Mira. Mira sedikit kaget. "Mira!, gue gak tau kalau lo bisa ngehalau setan!." Kata Isha lalu memeluk lengan Mira, Mira hanya terpaku dengan perilakuan mereka.
Erina sedikit mengeluh. "Isha lo tau kan tadi secara tiba-tiba Mira batuk berdarah. Janganlah peluk erat banget tangan Mira." Kata Erina tersenyum bersalah. "Maaf iya Mira, kami sungguh ketakutan sampai gak nolong lo tadi." Kata Erina lagi lalu duduk di sebelah kanan Mira, Mira mula mengukir senyuman. "Gakpapa, sekarang ini lo udah kasi tau pak Daylen yang Arief masih lagi di hutan?." Tanya Mira mula khawatir akan pacar sahabatnya itu. "Udah, mereka sedang mencari Arief." Kata Erina lalu menyentuh bahu Rana.
"Insyaallah, pacar lo pasti gakpapa." Kata Erina tersenyum kecil memberi semangat buat Rana. Walaupun Rana gak tunjuk bahawa sekarang ini dia khawatir akan keselamatan pacarnya.
Jaga-jaga, dia wujud 👻💜
********
Arief
Arief yang bagai dipukau hanya mampu tersenyum bahagia dengan layanan mereka. Kemudian setelah beberapa jam seseorang cewek memasuki ke tempat tersebut lalu duduk berhadapan dengan Arief. "Cewek ini lebih cantik dari cewek sebelumnya, kulitnya putih dan lembut sekali. Rambut hitam mengurai cantik dan berbau harum bak bunga." Kata Arief di dalam hati, sedikit tergugat imannya melihat cewek tersebut yang tersenyum manis memandang kearahnya. Lalu secara tiba-tiba seseorang cowok datang lalu duduk di sebelah Arief.
"Sungguh ganteng walaupun udah sedikit nampak tua dan rambutnya putih tetap aja pakaiannya kemas dan putih." Puji Arief lagi di dalam hati memandang wajah cowok tua tersebut. "Nama kamu syiapa?." Tanya cowok tersebut tersenyum memandang ke arahnya. "A..Arief." Jawab Arief gugup. "Panggil gue ayah Hamdi aja." Kata cowok yang dipanggil Hamdi itu kemudian mereka diam beberapa menit. "Kamu suka ama anak ayah?." Tanya Hamdi kepada Arief. "A..anak?." Tanya Arief tidak faham akan soalan cowok di sebelahnya.
__ADS_1
"Iya, didepanmu ini adalah anak gue, namanya Bunga." Kata Hamdi lalu Arief kembali memandang cewek yang bernama bunga di depannya yang tersenyum malu ke arahnya. "Suka." Kata Arief yang bagai dipukau sesuatu untuk berkata seperti itu.
*******
tenda Mira
"Gimana iya jika mereka tau gue itu indigo?, apa seharusnya gue rahsiakan aja dari mereka. Selama mana pun gue merahsiakan pasti pada akhirnya mereka juga akan tahu." Kata mira di dalam hati termenung. "Lo ok kah Mira?." Tanya Erina, Mira hanya mengangguk perlahan sambil tersenyum kecil. "Apapun, gue harus pulang minggu depan. Sekarang harus cari Arief segera!." Kata Mira di dalam hati lagi. "Kalian, seharusnya kalian pulang aja ke tenda kalian." Kata Mira tersenyum kecil. "Ok, baik-baik iya." Kata Isha.
Mira mengangguk, lalu mereka bertiga pun keluar dari tenda Mira. Kemudian beberapa menit kemudian Mira keluar secara perlahan-lahan dari tenda. "*Udah keterlaluan, ilmu hitam harus dihentikan segera atau karmanya akan berbalik kembali ke tuannya sendiri." Kata Mira di dalam hati lalu terus berlari ke hutan.
BERSAMBUNG*
Like and gift..
Selamat membaca(ㆁωㆁ**)
__ADS_1