Jaga-jaga, Dia Wujud

Jaga-jaga, Dia Wujud
Eps 47 {MENCARI ARIEF}


__ADS_3

'Hamdi' mengengam erat tangannya di atas asap lalu membaca ayat-ayat yang mengawal setannya. "Halang Mira dari sampai ke sini!." Kata 'Hamdi' kepada benda-benda tersebut. Terus benda tersebut menghilang.


******


Arief


Cewek tersebut menarik Arief ke arah kasur lalu menyuruh Arief duduk. Arief duduk di atas kasur lalu cewek tadi duduk sebelah Arief sambil menghadapnya. "Ke.. kenapa nih?." Tanya Arief gugup terus cewek tadi tersenyum manis lalu mula mahu mendekatkan wajahnya. Dengan akal sehatnya yang tersisa terus Arief menolak cewek itu jauh darinya lalu berdiri. "Apa..an ini?." Kata Arief sedikit bingung akan perilakuan cewek tersebut terhadapnya. Arief sedikit menahan nafsu yang sudah bergelora di hatinya, cewek yang ditolak Arief itu langsung tidak marah tetapi semakin agresif.


Cewek tersebut bangun dan perlahan menghampiri Arief lalu membelai wajah Arief. Arief bisa merasakan deru nafas cewek yang sedang tersenyum memandangnya. Dengan pantas Arief menempis tangan cewek tersebut lalu segera menuju ke pintu keluar kamar tetapi secara tiba-tiba cewek tersebut berada di depan pintu menghadang Arief dari keluar dari situ. "Ya Allah, kau kuatkanlah iman hambamu ini." Kata Arief di dalam hati. "Cepatlah seseorang selamatkan gue!." Jerit Arief di dalam hati menahan diri daripada melakukan perkara terlarang tersebut dengan cewek tersebut.


*******


Mira


Mira terus berlari memasuki terus ke dalam hutan.


flash back percakapan paman Azzan🌼✨


"Mira lo masuk terus jauh dalam hutan, lo pasti akan nampak sebuah bangunan lama yang udah terbiar, selalunya apabila orang tersesat masuk ke sana mesti mereka menyangka mereka diculik sama kaum kami. Kaum bunian." Kata paman Azzan.


end flash back🌼✨

__ADS_1


"Gue gak akan lepaskan lo kali nih!." Kata Mira di dalam hati terus berlari masuk lalu secara tiba-tiba Mira tersadung akar pokok dan membuatnya terjatuh. "Aduh!." Jerit Mira kesakitan lalu melihat lututnya yang mulai keluar darah kemudian gak lama Mira terdengar bunyi sesuatu makhluk raksasa meraung kuat seperti berada di sebelah telinganya. Segera Mira bangun dan mula berlari lagi tanpa menghiraukan luka di lututnya. "Gak ada masa untuk hiraukan luka nih.!" Kata Mira di dalam hati.


******


Pak Daylen


"Bunyi apa itu pak?." Tanya Fitri mulai ketakutan mendengar sesuatu meraung kuat dari tengah hutan lalu Fitri mula memeluk lengan Zariel. "Ustaz mau terus mencari lagi kah?." Tanya pak Daylen yang mulai khawatir sama anak-anak muridnya yang di tepat perkumpulan. "Pak tapi Arief masih lagi di hutan, gak akan kita mau membiarkan aja?." Kata Zariel tegas. "Riel pak tau kamu khawatir ama rakanmu tapi lo gak bisa pentingkan diri masih ramai rakanmu di tempat perkumpulan. Mendengar bunyi raungan tersebut pasti mereka juga ketakutan." Kata pak Daylen memujuk sambil melihat sekeliling takut makhluk yang membuat bunyi raungan tersebut datang ke arah mereka.


"Tapi..." Kata Zariel lalu menunduk. "Betul juga apa yang dikatakan pak Daylen, berginilah kalian kembalilah ke tempat perkumpulan biar kami yang pergi mencari rakanmu." Kata salah seorang Ustaz tersebut tersenyum kecil kemudian Zariel mengeluh kecil lalu mengangguk lalu terus menuju ke tempat perkumpulan dengan rasa yang berat bersama Fitri yang mengikutinya dari belakang. Selama beberapa menit akhirnya mereka sampai di tempat perkumpulan tersebut.


Lalu tanpa semena-mena seseorang cewek menjerit ketakutan,


segera Fitri dan Zariel menuju ke arah tenda cewek tersebut. Akibat cewek tersebut menjerit telah membuatkan ramai murid yang di dalam tenda terbangun. "Kenapa nih?." Tanya Fitri khawatir apabila melihat Haida terduduk sambil melihat tendanya dalam ketakutan. "Ta, tadi ada wanita berambut panjang sampai kaki masuk ke tenda nih!." Kata Haida ketakutan lalu guru Salina yang baru sampai disitu segera menenangkan Haida.



*******


Tempat perkumpulan


Haida menangis teresak esak sambil guru Salina menenangkan Haida kemudian setelah beberapa menit Haida kembali tenang lalu secara tiba-tiba sekumpulan cewek iaitu rakan baik Haida mula menjerit ketakutan apabila melihat makhluk persis sama yang diceritakan Haida keluar dari tenda mereka dalam keadaan yang bergitu menakutkan. Tidak lama kemudian beberapa murid lagi yang mulai menjerit dan ada yang kerasukan. Guru Salina terpaksa menelefon beberapa kenalan ustaz untuk datang kesitu. Lebih dari 30 orang ustaz datang untuk membantu.

__ADS_1


*******


Mira


Akhirnya Mira sampai di sebuah bangunan lama yang udah lama terbiar. "Dalam hutan pun ada bangunan lama?, kira-kira beberapa tahun udah bangunan ini ditinggalkan?." Kata Mira di dalam hati kemudian baru Mira ingin melangkah secara tiba-tiba makhluk yang seperti manusia tetapi tidak ada badan dan tangan, hanya punya kepala dan kaki sahaja mula keluar dari semak-semak dan berlari menghampiri Mira lalu tanpa semena-mena muncul lagi makhluk berbaju putih dan rambut panjang bermata merah mulai terbang ke arah pokok berhampiran Mira.


"Dari mana benda nih datang?!, gak akan gue mau melawan benda-benda nih seorang diri?!." Kata Mira di dalam hati ingin memberanikan diri untuk melewati benda-benda tersebut. Tanpa berfikir panjang Mira langsung tidak mengendahkan benda-benda tersebut yang mengejarnya lalu segera Mira berlari masuk ke dalam bangunan lama itu dan terus menutup pintu lalu Mira melepaskan lelah penat berlari dan mengintai benda-benda tersebut yang berada di luar bangunan.


********



bangunan lama


"Kenapa mereka seperti tidak berani masuk ke sini?." Kata Mira perlahan pelik apabila benda tersebut seperti takut ingin mendekati bangunan lama tersebut. "Ahh, gak perlu lagi fikir pasal itu. Sekarang nih Arief di tingkat berapa?." Kata Mira perlahan lalu perlahan-lahan menaiki tangga. Baru Mira ingin melangkah ke tingkat dua secara tiba-tiba sesuatu menolak Mira dari menaiki lagi. Mira terjatuh dari tangga yang mulai berdarah di kepalanya.


"Err." Adu Mira lalu menyentuh kepalanya yang mulai keluar darah lalu perlahan Mira berdiri dan secara tiba-tiba makhluk rambut mengurai memandang tajam Mira seperti marah tempat tersebut diganggu Mira. "Gue datang cuma mau ambil kembali rakan gue bukan untuk mengacau lo!." Kata Mira separuh menjerit kepada benda di depannya. "Huih, tajamnya pandangan benda nih seperti gue nih tetamu yang tidak diundang!." Kata Mira didalam hati sedikit menggigil ketakutan.


Lalu benda tersebut mula dengan laju seperti angin berdiri betul-betul di hadapan mira, mereka cuma berjarak hanya dalam beberapa inci dengan wajah Mira. Mira boleh merasakan deru nafas busuk dari benda tersebut yang berdiri di hadapannya. Lalu secara tiba-tiba benda tersebut mencekik leher Mira dan mulai terbang.


...💜🌼BERSAMBUNG🌼💜...

__ADS_1


...Like and favorit...


...Tq, selamat membaca~...


__ADS_2