
"ok, ok." Kata Isha yang akhirnya mengalah, setelah Erina dan Rana siap mengemas barangan mereka untuk dibawa besok terus mereka berempat menonton Atack on Titan, setelah beberapa menit kemudian mereka berempat terlena dibuai mimpi.
*****
keesokkan paginya
"Mengantuk, mengantuk nak tidur mana~." Menyanyi kecil Rana dan Isha menahan mengantuk Kerna mereka terpaksa bangun awal pagi tetapi bas untuk menuju ke tempat yang mereka akan tuju langsung tidak muncul lagi. "Baik gue bangun lambat sikit tadi, udahlah malam tadi kita tidur lambat." Bebel Erina perlahan, Mira tersenyum kemudian Mira menyandang kepalanya di bahu Erina. "Harus sabar ajalah." Kata Mira, setelah beberapa jam mereka menunggu di situ, lalu bas pun sampai. "Baiklah semua ayuh naik." Kata guru cempaka tersenyum, setelah mereka meletakkan beg pakaian mereka segera mereka masuk ke dalam dan duduk di tempat yang telah disediakan.
Mira duduk di sebelah Erina manakala Rana duduk bersebelahan dengan Isha, Mira tersenyum saat melihat Erina yang udah lena tidur di sampingnya kemudian Mira kembali memandang ke luar tingkap bas. Sedang Mira menghayati permandangan kemudian Mira terperasan sesuatu berhampiran kuburan cina yang udah lama ditinggalkan, mungkin udah gak dijaga tempat itu. Mira terlihat seseorang anak kecil berdiri sambil tersenyum memandang ke arahnya, Mira sedikit kaget apabila anak kecil itu melambai ke arahnya. Kemudian Mira terperasan anak kecil itu seperti mengatakan sesuatu, tetapi Mira cuba memahami gerak bibir anak kecil tersebut.
"Ada pengkhianat?." Kata Mira perlahan setelah melihat gerak bibir anak kecil tersebut, terus anak kecil tersenyum perlahan-lahan hilang dari pandangan. Jantung Mira mulai rasa gak enak, Mira menutup perlahan matanya untuk menenangkan hatinya yang mulai gelisah kemudian Mira memandang semua ke arah Erina. "Apa maksud tadi?, apa aku salah tafsir gerak bibir bocah tadi?. Kenapa semua asyik mengatakan ada pengkhianat?, sebenarnya syiapa pengkhianat tu?!." Kata Mira di dalam hati. "Sepertinya perkara ini ada berkaitan dengan 'dia', mau gak mau aku harus segera siasat." Kata mira di dalam hati sambil menutup tingkap bas dengan kain.
Jaga-jaga, dia wujud 👻
__ADS_1
**********
sampai di tempat tujuan
"Yeah, udah sampai!." Kata Isha sambil merengangkan badannya. "Mengcapek." Kata Rana mengeluh sambil mengangkat begnya. "Perempuan memang selalu bawa banyak barang." Kata Arief yang keluar dari bas lain menuju ke arah mereka. "Lo gak tau perempuan mesti ada banyak barang yang penting dan perlu dibawa, cowok apa tau!." Sampuk Erina. "Udah jangan berantem ayo letak beg kalian di tepi dahulu kemudian tolong buk pasang tenda." Arah guru cempaka sambil menggeleng perlahan. "Baik buk!." Jawab mereka secara serentak kemudian mereka mengikut arahan guru.
"Baiklah setelah kalian udah pasang tenda kalian segera berkumpul, pak Daylen mau beri maklumat dan pengarahan kepada kalian!, jangan mau ponteng!." Kata guru Laila tegas, mereka semua mengangguk tanda faham kemudian setelah beberapa jam mereka bertungkus-lumus memasang tenda segera mereka berkumpul depan tenda. "Baiklah anak-anak pak mau kalian jangan bergitu bergurau senda atau mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, faham?. Seterusnya kalian juga harus..." Kata pak Daylen memberi pengarahan semasa berada di dalam hutan, mereka hanya mengangguk tanda faham dengan apa yang dibicara oleh pak Daylen.
*********
di dalam tenda
"Haah, dia ingat hanya dia aja orang kaya di sekolah?." Sambung Isha kemudian duduk di sebelah Erina. "Kalian cakap kepada syiapa nih?." Tanya Mira pelik kemudian secara tiba-tiba seseorang masuk ke dalam tenda mereka. "Oh gue satu tenda dengan orang miskin nih?." Tanya cewek tersebut sambil memandang Mira dari atas ke bawah kemudian cewek tersebut membawa masuk beg pakaiannya. "Hei, jaga iya sikit mulut lo!." Kata Erina geram kemudian berdiri memandang tajam Haida, Haida mengeluh sambil tersenyum sinis. "Gue cakap pada anak baru ni yang sok kaya dan sok cantik." Kata Haida sinis sambil bermain dengan rambutnya.
__ADS_1
"Syiapa yang sok kaya?!. dia memang kaya, kaya dari lo!." Kata Isha geram.
Baru Isha ingin mendekati Haida segera Mira menarik Isha. "Kaya?, kaya datang dari mana Coba?. Ayah gue adalah CEO syarikat Barang Perhiasan yang terkenal di Indonesia, ayah dia syiapa Coba?." Kata Haida sinis sambil memerli Mira. "Ini orang mau kena cili apa mulutnya, pedas bukan main!." Kata Mira di dalam hati menahan geram. "Kamu!.." Kata Erina menahan geram, Rasa ringan aja tangannya mau menampar ini cewek. "Betul apa, udahlah rampas pacar gue. Kalian ni semuanya memang suka rampas iya, mula-mula si Rana tu rampas Arief dari gue. Kemudian lo Erin rampas Fitri dari gue lalu anak baru ni mau rampas jugak Zariel dari gue?." Tanya Haida sinis.
"Kali ni Zariel milik gue!." Kata Haida lagi, Mira mengeluh. "Pertama gue gak rampas Zariel dari lo dan kedua Zariel yang kejar gue bukan gue yang kejar dia." Kata mira membela dirinya. "Huh, yelah. Perampas memang gak mau mengaku." Kata Haida sinis. "Dan juga apaan si kalian tetap mau berteman ama cewek murahan kek Gini?, pasti cuma mau duit kalian." Kata lagi Haida. "Eiii, Zariel setahu gue dia gak pernah berpacaran dengan sesiapa sebelum ni dan ini pertama kali dia mengejar cewek, pasal Arief tu memang pacaran dengan Rana udah lama dan Fitri mengejar gue. Oh mungkin gue akan nerima dia!." Kata Erina geram.
BERSAMBUNG
Like+gift+favorit+rate~>>
Auhtor ingin meminta maaf pada para pembaca Kerna terlalu banget lambat up nya.. 🙂, itu Kerna beberapa hari lagi auhtor akan ambil ujian.. maaf sangat-sangat 🥺, apapun doakan auhtor iya berjaya dapat nilai bagus ujian tersebut.. btw makasih atas dukungan para pembaca pada karya auhtor, auhtor senang banget kalian udah dukung dan mampir di karya auhtor.. sekali lagi auhtor minta maaf iya☺️🙏..
Thanks, selamat membaca~>>
__ADS_1