
******
beberapa minggu kemudian
"Gimana keadaanmu Mira?, masih sakit di tempat tusukan?." Tanya doktor Junaina tersenyum.
Doktor Junaina menukar kain balutan di perut Mira lalu mengecek luka jahit diperut Mira yang semakin merosot, mungkin dalam beberapa hari lagi Mira bisa membuka jahitan tersebut. Setelah selesai doktor memandang simpati terhadap Mira yang termenung sayu ke arah jendela lalu dia duduk disebelah Mira.
"Mira?." Panggil doktor Junaina
Doktor Junaina menyentuh perlahan bahu Mira membuatkan Mira sedikit tersentak lalu Mira memandang ke arah doktor Junaina lalu menunduk sedikit kepalanya.
"Apa mereka masih lagi gak melawatku sejak seminggu lebih gue duduk disini?." Tanya Mira perlahan.
Doktor Junaina menarik nafas dalam lalu mengeleng perlahan, terus Mira yang memandang doktor Junaina penuh harapan mulai sayu.
"Mereka sibuk tu, nanti pasti mereka datang kesini." Kata doktor Junaina.
Doktor Junaina menepuk perlahan bahu Mira lalu bangun dari kasur.
"Doktor ada kerja lain, jika ada apa-apa Mira bunyikan telefon ini iya." Kata doktor Junaina
Lalu doktor Junaina tersenyum lalu keluar dari situ. Mira tersenyum sinis.
"Jika mereka sibuk sekalipun gak akan telefon dariku mereka tutup, apa ada salahku ama mereka?." Tanya Mira di dalam hati.
Mira tersenyum sayu lalu secara tiba-tiba cuaca yang cerah bertukar mendung, angin kuat mulai menyerbu masuk ke dalam kamar sakit Mira.
"Ada apa ini." Kata Mira di dalam hati.
Mira mengosok perlahan bahunya kesejukan, lalu segera dia bangun dan ingin menutup tingkap kaca tersebut. Tanpa semena-mena sesuatu seperti asap hitam menyerbu masuk dan tanpa perlindungan apa-apa membuatkan Mira terkejut dan terdorong ke dinding.
"Errrr." Dengus Mira kesakitan.
Mira memegang perutnya yang terasa sakit lalu Mira terkejut melihat sesuatu benda hitam dan tinggi berdiri tepat di hadapannya. Lalu benda tersebut memegang leher Mira dan membengkok sedikit kepalanya lalu mendekatkan Mira kebenda tersebut. Kebetulan Tuan Reza datang melawat anaknya membuka pintu dan kaget melihat Mira sedang melayang di udara.
"Allahuakbar!, Mira!." Jerit tuan Reza.
Akibat jeritan tuan Reza benda tersebut kaget dan terus melepaskan Mira dan lenyap. Mira jatuh terbaring.
Jaga-jaga, dia wujud 👻💜
********
Segera tuan Reza mendapatkan Mira yang terbaring tidak sedarkan diri dan mengangkat anaknya ke kasur pesakit lalu Tuan Reza segera memanggil doktor yang menjaga anaknya. Doktor Junaina dan pembantunya segera mengecek kondisi Mira.
"Sila tuan tunggu di luar kamar pesakit dahulu iya." Kata doktor Junaina.
__ADS_1
Doktor Junaina memberi isyarat mengarah pembantunya untuk memapah tuan Reza keluar dari kamar pesakit. Setelah pembantu doktor Junaina masuk kembali ke kamar pesakit. segera doktor Junaina memeriksa kondisi Mira.
Setelah memeriksa kondisi Mira yang memakai pembantu oksigen doktor Junaina keluar dari kamar pesakit.
"Syukur dia gapapa, cuma dia memerlukan bantuan pernafasan dari mesin oksigen." Kata doktor junaina.
Doktor Junaina meminta izin pamit bersama pembantunya lalu tuan Reza segera keluar dari rumah sakit dengan wajah memerah menahan marah seperti tahu siapa perlaku yang membuat anaknya bergitu.
*******
beberapa jam kemudian
Mira terbangun lalu perlahan membuka bantuan pernafasan dari mulutnya dan terus duduk. Mira termenung akan bisikan benda tersebut beberapa jam yang lalu menyerang dirinya.
"Lorong ****** jalan *****." Kata Mira perlahan.
Mira berfikir apa benda tersebut dihantar oleh seseorang atau benda tersebut ingin menunjukkan sesuatu padanya.
*******
beberapa hari kemudian
"Sekarang Mira udah bisa keluar dari rumah sakit, nanti jika ada masa datanglah melawat doktor disini iya." Kata Doktor Junaina.
"Baiklah." Kata Mira membalas senyuman.
"Bentar iya, dok nelfon papamu." Kata Doktor Junaina.
setelah beberapa menit doktor Junaina menelefon Tuan Reza tetap tidak diangkat.
"Biar dok cuba lagi sekali." Kata doktor Junaina.
Baru sahaja doktor Junaina ingin memegang telefonnya terus ditahan oleh Mira.
"Ermm, gausah. Nanti gue dijemput ama paman." Kata Mira.
"Baiklah." Kata doktor Junaina lalu berlalu pergi.
Segera Mira keluar dari rumah sakit dan menelefon pamannya.
"Helo?, paman apa bisa kamu menjemputku di rumah sakit?." Tanya Mira.
Pada mulanya suara Paman Aditya sedikit kaget tetapi masih bisa dikawal.
"Ma-maaf Mira tapi paman lagi sibuk, kamu telefon aja temanmu apa bisa?."Kata paman Aditya
Suara Paman Aditya seakan-akan tidak mau bertemu ama Mira membuatkan Mira sedikit sayu tetapi Mira tetap tersenyum kecil.
__ADS_1
"yaudah, gapapalah." Kata Mira seraya menutup telfonnya.
Mira mengeluh kecil lalu termenung lama melihat nombor teman-temannya dan mendail nombor Zariel dan telah diangkat olehnya.
"Alhamdulillah, sekali telefon akhirnya dia diangkat. mungkin benar apa dok Junaina tadi bilang mereka sibuk." Kata Mira di dalam hati." Kata Mira di dalam hati menarik nafas lega.
"Ada apa?." Tanya Zariel dingin.
"Apa bisa lo ngambil gue dirumah sakit?, ayahku gak dapat diangkat." Tanya Mira khawatir.
"Kalau kamu sibuk gapapa aku naik tek.." Kata Mira.
Belum sempat Mira habis berbicara Zariel udah menyampuk kata-kata Mira.
"Baik, lo tunggu aja disitu. Lagian gue mau banyak sesuatu ke lo." Kata Zariel.
Mira tersenyum senang, belum sempat Mira ingin mengucap sesuatu dengan pantas Zariel menutup telfonnya. Mira langsung tidak mempedulikan percakapan Zariel yang terdengar dingin dan serius itu.
"Zariel akan datang ngambil tapi apa yang dia mau nanya?." Tanya Mira di dalam hati.
*******
beberapa jam kemudian
Sebuah mobil hitam sampai di depan rumah sakit lalu keluarlah seorang cowok dan mendekati Mira yang sudah tersenyum menunggunya.
"Zariel!, maaf iya menyusahkan lo ngambil gue." Kata Mira.
"Masuk!." Kata Zariel dingin dan tegas.
Segera Mira memasuki mobil hitam Zariel dan mobil tersebut laju pergi dari situ.
Semasa di dalam mobil Mira langsung tidak berani membuka mulut melihat wajah Zariel yang dingin seperti es, Mira cuma curi-curi pandang aja. Kerana kesunyian dan kebosanan melanda Mira, Mira menguatkan hatinya dan Mira mula bersuara.
"Err,. lo dari mana?." Tanya Mira tetapi dibalas dengan kesunyian.
"Teman-teman yang lain semuanya sihat?." Tanya Mira lagi mencuba tetapi tetap sahaja seperti tadi.
"Lo..." kata mira.
Belum sempat Mira habis bicara secara tiba-tiba mobil Zariel berhenti mengejut, nasib baik Mira tidak terkena pada mana-mana bahagian dalaman mobil.
"Please, gak usah banyak bacot disini boleh gak?!, lo mau gue tinggal lo disinikah?!." Tanya Zariel.
Zariel meninggikan suaranya sambil memandang tajam Mira di sebelahnya. Mira yang kaget cepat-cepat mengangguk tanda dia akan mengunci mulutnya lalu Zariel mendengus kecil dan mula membawa mobilnya kembali.
...🌼🖤BERSAMBUNG🖤🌼...
...Like👍🌹...
__ADS_1